Kabar pupr

Kementerian PUPR Gandeng BUJT Garap 3 Konstruksi Tol Pondok Aren-Serpong

Kompas.com - 01/10/2020, 13:36 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Bintaro Serpong Damai memulai 3 proyek konstruksi tol Ruas Pondok Aren-Serpong. Seremoni peletakan batu pertama disiarkan virtual, Rabu (30/9/2020). (Dok. Yakob Arfin T Sasongko/KOMPAS.com) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Bintaro Serpong Damai memulai 3 proyek konstruksi tol Ruas Pondok Aren-Serpong. Seremoni peletakan batu pertama disiarkan virtual, Rabu (30/9/2020).

KOMPAS.com - Sebagaimana kawasan perkotaan lain, kemacetan dan banjir menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Bintaro Serpong Damai (BSD) memulai tiga pekerjaan konstruksi di Tol Pondok Aren–Serpong.

Pengerjaan proyek tersebut juga bagian dari dorongan Kementerian PUPR agar kegiatan pembangunan infrastruktur terus berjalan. Pasalnya, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu sektor yang dapat menggerakkan perekonomian di masa pandemi Covid–19.

“Tiga pekerjaan konstruksi di Tol Pondok Aren–Serpong ini bisa menyerap lebih dari 1.000 pekerja, tentu ini hal yang menggembirakan,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian pada acara groundbreaking tiga pekerjaan konstruksi di Tol Pondok Aren–Serpong secara virtual, Rabu (30/9/2020).

Tiga proyek tersebut antara lain konstruksi tidak sebidang ramp junction Serpong dengan exit ramp Pamulang, konstruksi penanganan banjir di KM 8, dan konstruksi tidak sebidang akses on ramp Rawa Buntu pada jalan tol ruas Pondok Aren–Serpong.

Hedy menegaskan, pihaknya akan melakukan intervensi dan pengawasan secara ketat dalam pengerjaan ketiga proyek ini.

Menurutnya, kontrol dan pengawasan langsung bertujuan memastikan kualitas konstruksi.

"Kami harus melakukan pengawasan langsung dan ikut campur karena kualitas konstruksi proyek infrastruktur banyak dikeluhkan masyarakat, terutama pengguna jalan tol. Meskipun, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sudah punya sistem dan quality control," kata Hedy.

Bina Marga juga akan memastikan keamanan dan keselamatan konstruksi.

Pihaknya meminta PT BSD Tol memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan kerja (3K) dengan target zero fatalities dan zero accident.

Hedy juga mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan pengerjaan proyek selama masa pandemi.

“Kuncinya adalah protokol kesehatan. Sistemnya sudah ada, protokol kesehatannya juga sudah ada. Ini harus dipastikan bahwa disiplin menjaga kesehatan dapat dijalankan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, Hedy mendorong penyusunan rencana mitigasi agar saat konstruksi berlangsung, tidak terjadi banjir baik di tol maupun yang berdampak ke pemukiman masyarakat.

Keterlibatan swasta

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT BSD Tol Purwoto mengatakan, pihaknya siap mendukung pemerintah menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Tiga proyek tersebut diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di Jalan Pamulang yang merupakan jalan utama menuju Kota Tangerang Selatan," kata Purwoto.

Sebagai informasi, PT BSD merupakan operator Tol BSD. Purwoto memaparkan bahwa pengerjaan tiga proyek tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tangsel.

Dijelaskan Purwoto, pembangunan konstruksi tidak sebidang ramp junction Serpong dengan exit ramp Pamulang bertujuan untuk meminimalisasi potensi kecelakaan di wilayah Serpong Junction.

"Untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi, kami lakukan pelebaran jalan dan penataan wilayah di area Jalan Pamulang,” jelas Purwoto. 

Gambar di atas memperlihatkan kondisi tol yang tergenang banjir. Konstruksi penanganan banjir KM 8 untuk mencegah banjir yang disebabkan persilangan dengan Kali Cibenda sehingga terjadi penyempitan sungai menuju Situ Parigi (Dok. Yakob Arfin T Sasongko/KOMPAS.com) Gambar di atas memperlihatkan kondisi tol yang tergenang banjir. Konstruksi penanganan banjir KM 8 untuk mencegah banjir yang disebabkan persilangan dengan Kali Cibenda sehingga terjadi penyempitan sungai menuju Situ Parigi

Sementara, konstruksi penanganan banjir di KM 8 dapat menjadi solusi penanganan banjir yang terjadi hampir setiap tahunnya. Ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, diharapkan genangan air cepat surut.

Sebagai informasi, pada titik KM 8 Jalan Tol Pondok Aren–Serpong terdapat persilangan Kali Cibenda yang kerap mengalami banjir pada musim hujan akibat adanya penyempitan hilir sungai menuju Situ Parigi.

Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan tol, hal tersebut juga menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Adapun konstruksi tidak sebidang akses on ramp Rawa Buntu pada jalan tol ruas Pondok Aren–Serpong untuk menghilangkan pertemuan kendaraan yang keluar dari Tol Pondok Aren–Serpong dan yang akan masuk jalan tol.

Dengan begitu, kemacetan di depan Stasiun Rawa Buntu akibat aktivitas penumpang atau kendaraan dapat teratasi. (***)