Advertorial

Gelorakan Semangat Persatuan, Menpora Luncurkan Logo Hari Sumpah Pemuda 2020

Kompas.com - 02/10/2020, 18:48 WIB

KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi meluncurkan logo perayaan ke-92 Hari Sumpah Pemuda. Peluncuran ini disiarkan langsung oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI), Kamis (1/10/2020). 

Peluncuran tersebut bertujuan untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober setiap tahunnya. 

Dalam peresmian logo Hari Sumpah Pemuda 2020, Menpora berpesan, para pemuda Indonesia harus bersatu dan bangkit. Meski memiliki latar belakang yang berbeda-beda, para pemuda harus tetap bersatu dan memelihara semangat persatuan. 

“Tanpa persatuan, kita tidak akan bisa. Makanya, harus bersatu lalu kita bangkit,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (2/10/2020). 

Semangat persatuan, lanjut Zainudin, sudah mutlak dan tidak bisa ditawar lagi. Seberat apa pun masalah yang dihadapi akan terselesaikan dengan baik jika para pemuda bersatu. 

“Semangat bergotong royong juga harus dikedepankan (pemuda) dalam menghadapi setiap masalah, termasuk dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri,” imbuhnya. 

Menpora menambahkan, pemerintah harus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, tak terkecuali dengan para pemuda Indonesia. 

“Berbagai cara terus kami lakukan, termasuk memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan,” kata Zainudin. 

Pada kesempatan yang sama, Menpora turut memberikan penjelasan tentang makna di balik logo Hari Sumpah Pemuda 2020. 

Makna logo perayaan ke-92 Hari Sumpah Pemuda (Dok. Kemenpora) Makna logo perayaan ke-92 Hari Sumpah Pemuda (Dok. Kemenpora)
 

Pada logo tersebut, terdapat dua insan yang saling terhubung. Hal ini menggambarkan semangat persatuan pemuda yang aktif dalam mengisi kemerdekaan Indonesia pada perayaan ke-92 Hari Sumpah Pemuda. 

Kemudian, terdapat perpaduan warna yang melambangkan keberagaman agama, suku, ras, dan bahasa Indonesia. Sementara, warna biru pada logo tersebut melambangkan lautan dan warna hijau melambangkan hutan atau pertanian yang merupakan kekayaan sumber daya alam Indonesia. 

“Konsep logo yang dibuat seakan menyambung dan tidak terputus melambangkan semangat persatuan dan kerja sama untuk melawan Covid-19. Sedangkan, (penggunaan) font dengan kesan tegas melambangkan salah satu sifat pemuda yang energik dan aktif,” jelas Zainudin. 

Menyambut momen Hari Sumpah Pemuda, Zainudin berharap peran pemuda di Tanah Air semakin signifikan. Ia pun meminta mereka untuk selalu siap dalam menghadapi tantangan ke depannya.

“Anak muda harus bisa berinovasi dan kreatif menyambut masa yang akan datang. Kemudian, pemuda juga harus bisa terus menguasai pengetahuan dan teknologi. Kalau tidak, (bangsa) kita bisa tertinggal. Semangat itu harus terus dipelihara,” imbuhnya. 

Zainudin menambahkan, saat ini Menpora memiliki lima program prioritas untuk para pemuda Indonesia. 

Pertama, Menpora akan melakukan perbaikan tata kelola, kompetensi aparatur sipil negara (ASN), penyederhanaan regulasi, penyesuaian birokrasi, serta peningkatan kecepatan pelayanan publik. Kedua, pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri dan berdaya saing, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. 

Ketiga, penguatan ideologi Pancasila dan karakter, serta budaya bangsa di kalangan pemuda. Keempat, mempromosikan olahraga agar masyarakat terbiasa hidup lebih sehat dan bugar. Kelima, pembinaan usia dini dan peningkatan prestasi atlet yang terencana dan berkesinambungan. 

“Untuk itu, kami meminta para pemuda terus berinovasi dan berkreasi agar memiliki daya saing. Para pemuda juga perlu menumbuhkan semangat kewirausahaan,” jelas Zainudin. 

Menpora juga berpesan kepada para pemuda untuk menjauhi narkoba dan tidak terjerumus dalam bisnis barang terlarang itu. 

“Sesama pemuda harus bisa saling mengingatkan dan melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Pemuda harus bisa memberi contoh yang baik di lingkungan mereka dan juga di organisasinya,” imbuhnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau