Advertorial

Tim Satgas Pertamina Siap Kawal Tender dan Kemitraan Proyek Strategis

Kompas.com - 06/10/2020, 10:58 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menyiapkan struktur Satuan Tugas Tender dan Negosiasi Investor/Contractor (Satgas TNIC) untuk memastikan tender, negosiasi proyek strategis, dan penjajakan investor dapat berjalan lebih cepat dan simultan.

Satgas TNIC merupakan gabungan antara tim holding, tim investasi subholding terkait, dan komite investasi pada dewan komisaris.

SVP Corporate Communication & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto mengatakan, pembentukan Satgas TNIC tersebut sesuai dengan hasil rapat bersama direksi dan dewan komisaris, Senin (5/10/2020).

Rapat tersebut dilakukan dalam rangka mengakselerasi proyek strategis Pertamina dari hulu, kilang, maupun hilir migas, khususnya dalam proses tender, negosiasi, serta penjajakan kerja sama dengan mitra nasional dan internasional yang kompeten dan kredibel.

Agus menuturkan, Satgas tersebut melibatkan Dewan Komisaris dan Direktur Utama Pertamina yang dibantu oleh Komite Audit dan Internal Audit sebagai Dewan Pengawas.

Sementara itu, dewan pelaksana dipimpin oleh Direktur Strategi, Portofolio & Pengembangan Usaha (SPPU), dibantu oleh Direktur Keuangan dan Direktur Utama Subholding Hulu, Refinery & Petrochemical, serta melibatkan Komite Investasi pada Komisaris.

“Pada tingkat operasional, Satgas juga diperkuat oleh tim kerja dan tim pendukung di tingkat manajemen yang akan menjalankan fungsi dan peran sesuai arahan dari Dewan Pengawas dan Dewan Pelaksana,” ujar Agus berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (6/10/2020).

Adanya Satgas TNIC, lanjut Agus, proses pengambilan keputusan akan lebih cepat karena holding, subholding, dan organ komisaris akan melakukan proses pemilihan mitra strategis secara bersama-sama.

Satgas tersebut juga akan mengkaji rencana strategic partnership untuk Blok Rokan. Sebab, sesuai Keputusan Menteri ESDM No. 1923 K/10/10/MEM/2018, Pertamina wajib bekerja sama dengan mitra yang memiliki kemampuan di bidang hulu migas sesuai kelaziman bisnis sebelum alih kelola pada 8 Agustus 2021.

“Oleh karena itu, Pertamina akan mulai melakukan penjajakan dan ditargetkan sudah memiliki daftar calon mitra strategis pada akhir tahun 2020 ini”, terang Agus.

Tim Satgas, lanjut Agus, juga akan memastikan kerja sama dengan mitra-mitra strategis terkait pengembangkan kilang. Pertamina dan mitra strategis akan melakukan pengembangan kilang bersama-sama, termasuk pengembangan Olefin TPPI.

“Dengan kehadiran Satgas, diharapkan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh komponen perusahaan akan lebih efektif dan efisien sehingga pengambilan keputusan jadi lebih cepat. Selain itu, (Pertamina) juga bisa mendapatkan investor domestik dan internasional yang kompeten dan kredibel,” jelasnya.

Agus menambahkan, proses pencarian mitra juga akan lebih terbuka karena melibatkan pengawasan ketat Dewan Komisaris dan Direksi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau