Advertorial

Lewat Senam Sundul Langit, Menpora Harap Anak-anak Muda Terus Semangat Berolahraga

Kompas.com - 08/10/2020, 19:46 WIB

KOMPAS.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali membuka workshop senam Sundul Langit secara virtual, Rabu (7/10/2020).

Menpora berharap senam ini dapat membuat anak-anak muda di Tanah Air semakin semangat untuk berolahraga. Dengan begitu, mereka dapat menjaga kesehatan, kebugaran, dan meningkatkan imunitas tubuh.

“Saya mengapresiasi teman-teman yang sudah bergerak. Sekaligus, acara ini juga dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-92,” kata Menpora dalam rilis resmi, Kamis (8/10/2020).

Sebagai informasi, gerakan senam Sundul Langit dikreasikan dengan mengembangkan gerakan-gerakan dalam olahraga sepak bola, seperti sundulan, oper bola, menggiring bola, gerakan kiper, dan selebrasi gol.

Gerakan sepak bola dipilih mengingat olahraga ini cukup populer di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak muda sehingga diharapkan banyak yang melakukannya.

Menpora berharap senam ini dapat membuat anak-anak muda di Tanah Air semakin semangat untuk berolahraga. (DOK. KEMENPORA) Menpora berharap senam ini dapat membuat anak-anak muda di Tanah Air semakin semangat untuk berolahraga. (DOK. KEMENPORA)

“Saya kira ini luar biasa. Jadi saya harap masyarakat, khususnya anak-anak muda terus bergerak menjaga kebugaran dan meningkatkan imunitas tubuh. Lewat momentum Hari Sumpah Pemuda, sekali lagi saya mengajak anak-anak muda untuk semangat,” ajak Menpora.

Menjaga imunitas tubuh, lanjutnya, merupakan hal vital dalam situasi pandemi Covid-19. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, dan selalu memakai masker.

“Kita harus bersatu hadapi pandemi. Harus bersinergi dan kolaborasi. Saya harap, para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan bersungguh-sungguh,” terang Menpora.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta selaku penanggung jawab kegiatan berharap, generasi muda bisa menjadi pionir untuk mengajak masyarakat berolahraga.

“Senam ini semata-mata diciptakan guna memberikan kemudahan dan semangat bagi generasi muda untuk senam dan bergerak,” ujar Isnanta.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau