Advertorial

The Professor and The Madman Tayang Eksklusif di Mola TV, Menceritakan Sejarah Lahirnya Kamus Oxford

Kompas.com - 10/10/2020, 19:50 WIB
Professor Murray (kiri) dan Dr William (kanan) dalam film The Professor and The Madman. (DOK. THE PROFESSOR AND THE MADMAN) Professor Murray (kiri) dan Dr William (kanan) dalam film The Professor and The Madman.

KOMPAS.com – Siapa pernah mengira bahwa edisi pertama Kamus Bahasa Inggris Oxford (Oxford English Dictionary) disusun oleh seseorang yang tak mempunyai gelar akademik dan seseorang yang sudah dianggap gila?

Kisah tersebut berawal di Kota London pada 1872. Seorang pensiunan ahli bedah Angkatan Darat Amerika Serikat Dr William Chester Minor dinyatakan tidak bersalah setelah membunuh seseorang dengan alasan gangguan jiwa. 

Meski divonis tidak bersalah, pengadilan tetap memutuskan untuk mengirim Dr William ke tahanan Rumah Sakit Jiwa Broadmoor di Crowthorne.

Di tempat berbeda, tepatnya di Oxford, Profesor James Murray baru saja ditunjuk oleh dewan pengawas Oxford University Press untuk menjadi kepala editor dalam penyusunan Kamus Bahasa Inggris Oxford. 

Keputusan tersebut sempat mengundang pro dan kontra di kalangan dewan pengawas karena Murray dianggap tidak memenuhi kualifikasi akademik. Maklum saja, Murray sudah putus sekolah sejak usia 14 tahun.

The Professor and The Madman tayang eksklusif di Mola TV. (DOK. MOLA TV) The Professor and The Madman tayang eksklusif di Mola TV.

Namun, Murray berhasil meyakinkan anggota delegasi dengan menunjukkan kemampuan berbahasa yang dipelajarinya secara autodidak. Kala itu, Murray menguasai 17 bahasa, di antaranya bahasa Perancis, Spanyol, Latin, Portugis, Jerman, Denmark, Belanda, Arab, Celtic, dan lain sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, Murray juga berhasil memberikan ide cemerlang kepada para delegasi tentang caranya menyelesaikan pembuatan kamus tersebut, yakni dengan mengikutsertakan para sukarelawan yang tersebar di seluruh Inggris.

Caranya, ia menyebarkan informasi lewat secarik kertas yang diselipkan di setiap buku. Para penjual buku, pustakawan, dan agen koran pun turut mendistribusikan informasi tersebut.

Isi informasi yang ia tulis adalah ajakan kepada masyarakat untuk ikut berkontribusi menulis sebuah kata atau lebih dan menyertakan artinya. Lalu, Murray meminta mereka untuk mengirimkan kata-kata tersebut ke Oxford University untuk diteliti lebih lanjut.

Informasi tersebut sampai di tangan Dr William lewat secarik kertas yang ia dapatkan dari buku hasil pemberian seorang wanita.

Dr William yang dianggap gila ini pun bersemangat untuk membantu Profesor Murray. Ia menyusun dan berhasil mengirimkan lebih dari 10.000 kata ke Murray. Uniknya, kontribusi kata-kata yang ia kirim termasuk dalam klasifikasi yang paling sulit dipahami oleh Murray dan tim. 

Lalu, bagaimana caranya Dr William berhasil menemukan dan menyusun kata-kata sulit tersebut? Bagaimana pula cara ia mengirimkan semua kata yang telah ia susun kepada Profesor Murray sementara ia berada di dalam tahanan?

Jawaban dari kedua pertanyaan tersebut ada pada film The Professor and The Madman. Film ini juga akan menjabarkan bagaimana Dr William bisa menjadi gila sampai-sampai ia membunuh orang tak berdosa.

Karakter kuat

Cerita yang berdasar pada kisah nyata dan tidak diketahui oleh banyak orang bukan satu-satunya daya tarik film ini. Pendalaman karakter yang dilakukan Mel Gibson (Murray) dan Sean Penn (Dr William) juga membuat film ini semakin menarik untuk ditonton.

Kedua aktor berhasil menggambarkan dua tokoh yang menjadi kunci sentral dalam film The Professor and The Madman. Akting apik dua aktor kawakan tersebut mampu menggiring penonton untuk menyelami pikiran serta kesulitan yang mereka hadapi sepanjang film.

Tak hanya itu, film yang berdasarkan buku berjudul The Surgeon of Crowthorne karya Simon Winchester ini juga mengambil setting atau tempat yang benar-benar menggambarkan suasana pertengahan abad ke-19, yakni di Dublin, Irlandia.

Dari segi sinematografi, film ini digawangi oleh Kasper Tuxen. Kasper memberikan sentuhan tone terang agak kecoklatan dengan tidak meninggalkan kesan klasik.

Penasaran bagaimana kisah Dr William dan Murray? Jangan risau, karena film garapan Farhad Safinia ini sudah bisa disaksikan di Mola TV secara eksklusif. 

Caranya, cukup berlangganan paket Movies & Kids yang bisa didapatkan mulai dari Rp 12.500 dan kamu bisa mengakses seluruh film di Mola TV beserta tayangan program anak-anak sepuasnya.

Selamat menonton!