Advertorial

Berbagai Kemudahan Berkuliah di Inggris bagi Pelajar Indonesia Saat Pandemi

Kompas.com - 11/10/2020, 15:48 WIB
Gedung kuliah di Queens University Belfast, Irlandia Utara (DOK. BRITISH COUNCIL) Gedung kuliah di Queens University Belfast, Irlandia Utara

KOMPAS.com – Memiliki kesempatan berkuliah di luar negeri merupakan sesuatu yang istimewa bagi setiap lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Pasalnya, ada banyak manfaat yang bisa dirasakan saat berkuliah di luar negeri.

Mulai dari banyak tawaran beasiswa yang bisa didapatkan, kualitas pendidikan perguruan tinggi kelas dunia, pilihan jurusan sesuai minat, punya kesempatan lebih besar untuk pengembangan dan eksplorasi diri, punya kesempatan magang atau kerja di luar negeri setelah lulus, berteman dengan banyak mahasiswa dari seluruh penjuru dunia, dan bertemu berbagai bentuk budaya yang berbeda.

Namun, tampaknya pandemi Covid-19 hampir mengubur kesempatan tersebut. Keinginan belajar di luar negeri pun terhalang karena berbagai kekhawatiran yang muncul akibat pandemi.

Belum lagi, beberapa negara membuat kebijakan ketat terkait warga asing, termasuk Indonesia, yang ingin masuk ke wilayahnya. Adanya kebijakan ini membuat kesempatan untukmenempuh studi di negara impian pun pudar.

Kendati demikian, harapan belum pupus karena ada beberapa negara yang masih memberikan kesempatan dan memudahkan langkah mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di negaranya, salah satunya Inggris.

Dari segi visa dan kunjungan, Inggris telah membuka layanan visa, termasuk untuk studi. Warga Indonesia masih dapat berkunjung ke Inggris.

Melansir laman resmi Study UK - British Council, semua universitas terbuka untuk pelajar dari Indonesia dan bahkan sebagian besar universitas di Inggris masih membuka kesempatan mahasiswa Indonesia mengikuti tahun ajaran 2020-2021. Untuk tingkat sarjana, misalnya, lulusan SMA sederajat masih bisa mendaftar hingga 20 Oktober 2020 melalui program Clearing.

Adapun program Clearing merupakan sistem yang dirancang khusus untuk pelajar yang memenuhi syarat guna mengisi tempat kosong di universitas di Inggris.

Layanan kesehatan terjamin

Beberapa kendala yang menghantui calon mahasiswa menempuh studi di luar negeri adalah perihal kesehatan. Pasalnya, pada masa pandemi seperti sekarang, kesehatan merupakan sesuatu yang sangat berharga.

Pemerintah Inggris memahami betul persoalan ini. Oleh karena itu, pemerintah setempat memberikan akses terhadap Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS UK) untuk seluruh pelajar internasional.

Untuk memanfaatkan fasilitas ini, mahasiswa akan membayar biaya sejumlah 300 poundsterling per tahun (setara Rp 5,7 juta) saat pembuatan visa. Dengan biaya tersebut, pelajar bisa mengakses layanan NHS UK tanpa perlu membayar biaya tambahan.

Dengan demikian, layanan yang diberikan NHS kepada mahasiswa asing sama dengan layanan NHS kepada warga negara Inggris sendiri.

Tak hanya itu, NHS juga memberikan layanan khusus terkait Covid-19 berupa tes swab gratis, tracing, saran saat melakukan isolasi mandiri, dan informasi protokol kesehatan lainnya. Bahkan jika ada orang tua yang pergi ke Inggris untuk mengunjungi anaknya, mereka akan mendapatkan pemeriksaan Covid-19 dan perawatan secara gratis.

Ilustrasi mahasiswa internasional di Inggris. (DOK. BRITISH COUNCIL) Ilustrasi mahasiswa internasional di Inggris.

Peluang kerja setelah lulus

Selain mendapatkan jaminan kesehatan bagi pelajar internasional, lulusan universitas Inggris juga berpeluang untuk memiliki karier yang cemerlang. Apalagi, saat ini terdapat program Graduate Route. Program akan mempermudah pelajar internasional untuk tinggal dan bekerja di Inggris pada tingkat keahlian apa pun selama 2-3 tahun setelah mereka lulus, bahkan sebelum mendapatkan job offer.

Studi International Graduate Outcomes 2019 mencatat, 69 persen responden pelajar internasional yang belajar di Inggris merasa lebih cepat memantapkan jalur karier mereka dibandingkan lulusan dari negara selain Inggris.

Sebanyak 82 persen responden juga mengatakan bahwa waktu studi dan gelar yang mereka dapatkan di Inggris sepadan dengan investasi yang telah dikeluarkan.

Banyak pula universitas yang sudah mulai melanjutkan pembelajaran secara tatap muka atau dicampur dengan pertemuan secara online. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa mahasiswa di sana masih bisa mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi di masa pandemi.

Sebagai informasi, bagi calon mahasiswa baru yang ingin masuk pada tahun ajaran 2020/2021 dan harus memulai studi melalui pembelajaran jarak jauh (online), mereka masih dapat ikut serta dalam program Graduate Route selama mereka sampai di Inggris sebelum 6 April 2021. Tentu ini menjadi kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk memulai studi dan menapaki tangga karier di Inggris.

Untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang kesempatan studi di Inggris, silakan klik tautan ini.

Selamat merengkuh cita-cita kuliah di Inggris, ya!