Advertorial

Menpora Apresiasi Inovasi dan Kreativitas Ajang Virtual Wushu Championship 2020

Kompas.com - 12/10/2020, 17:06 WIB

KOMPAS.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memuji inovasi dan kreativitas Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) yang menggelar kejuaraan wushu secara virtual di tengah pandemi Covid-19.

“Apresiasi pemerintah kepada keluarga wushu Indonesia karena di tengah pandemi mampu menunjukkan kreativitas menggelar kompetisi secara virtual,” kata Menpora saat membuka acara Wushu Championship 2020 secara virtual, Sabtu (10/10/2020).

Menurut Zainudin, menggelar kejuaraan secara internal pada cabang olahraga di tengah pandemi tidak mudah. Apalagi, akibat virus corona banyak kegiatan olahraga yang tertunda, termasuk pemusatan latihan atlet. Dampaknya, para atlet harus melakukan latihan secara mandiri agar tetap bugar.

Zainudin pun memahami, para atlet pasti merasa jenuh karena terus berlatih tanpa adanya kejuaraan. Maka dari itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) turut mengapresiasi cabang olahraga yang menggelar kejuaraan secara internal di tengah pandemi Covid-19.

“Tentu Kemenpora mendukung kreativitas cabang olahraga yang melakukan inovasi dan kreativitas. Perbaikan tata kelola yang dilakukan pengurus wushu juga kami apresiasi. Ini juga sejalan dengan kami yang di Kemenpora,” jelas Zainudin dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (12/10/2020).

Menpora berharap, Virtual Wushu Championship 2020 bisa terselenggara dengan lancar dan sukses. Meskipun dilakukan secara virtual, Zainudin juga berharap makna dan semangat bertanding para atlet tidak berkurang.

Lebih lanjut, menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2020, Menpora berpesan kepada para atlet wushu agar terus memperlihatkan semangat dan terus mengukir prestasi.

“Bertandinglah dengan semangat dan sportif. Untuk pelatih, bimbinglah atlet-atlet ini dengan baik. Kepada juri yang bertugas, nilailah dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Semoga kejuaraan ini berjalan dengan sukses dan lancar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBWI Airlangga Hartarto turut mengapresiasi dan berterima kasih atas penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Airlangga berharap, PBWI dapat terus konsisten membina atlet-atlet wushu di tengah suasana pandemi. Menurutnya, latihan dan pembinaan atlet harus terus berjalan.

“Saya harap melalui kejuaraan ini dapat lahir atlet di masa mendatang dan menjadi kebanggaan Indonesia. Saya juga berharap, ke depannya atlet wushu tetap konsisten berprestasi dan mengumandangkan lagu ‘Indonesia Raya’ dalam event-event internasional yang akan datang,” ujar Airlangga.

Untuk diketahui, Virtual Wushu Championship 2020 digelar pada 10-17 Oktober 2020 dan memperebutkan Piala Ketua Umum PBWI. Kejuaraan ini diikuti oleh 632 atlet yang terdiri dari 319 atlet putra dan 312 atlet putri yang berasal dari 50 sasana di seluruh Indonesia.

Kejuaraan tersebut memiliki misi untuk mendata seluruh atlet junior dan mendorong agar sasana lebih aktif dalam hal pembinaan. Selain itu, juga bertujuan untuk menjaring atlet-atlet wushu terbaik yang nantinya akan dipersiapkan dalam kejuaraan tingkat internasional.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau