Advertorial

BRI Salurkan KUR Rp 90,1 Triliun Hingga Kuartal III-2020

Kompas.com - 14/10/2020, 14:14 WIB
BRI salurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara cepat dan tepat untuk mendukung pemulihan perekonomian nasional (Dok. BRI) BRI salurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara cepat dan tepat untuk mendukung pemulihan perekonomian nasional

KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menyalurkan lebih dari setengah jatah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tersedia hingga September 2020.

Penyaluran KUR dengan cepat dan tepat dilakukan dalam rangka mendukung pemulihan perekonomian nasional, khususnya para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

Hingga kuartal III-2020, total KUR yang disalurkan BRI mencapai Rp 90,1 triliun. Jumlah ini setara lebih dari 64 persen kuota KUR BRI tahun ini, yakni Rp 140,2 triliun.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan, dengan penyaluran KUR yang cepat dan mengandalkan peran digital diharapkan kondisi pelaku UMKM dapat segera membaik.

“Sokongan untuk UMKM harus dimaksimalkan karena sektor ini merupakan tulang punggung perekonomian nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (14/10/2020).

Supari menambahkan, BRI selalu berupaya agar pencairan KUR terlaksana dalam tempo singkat dan tepat sasaran. Selama ini, ketepatan dan efisiensi penyaluran KUR bisa diwujudkan BRI karena perseroan sudah memiliki ekosistem pendukung.

“Ketepatan ini terbukti dari minimnya rasio non performing loan (NPL) KUR BRI sepanjang 2020. Hingga September lalu, NPL KUR BRI hanya sebesar 0,04 persen,” imbuhnya.

Sebagai contoh, lanjut Supari, BRI saat ini sudah mengembangkan ekosistem pasar, desa, dan digital dalam memberikan layanan perbankan.

Melalui ketiga ekosistem tersebut, BRI dapat mengakselerasi bisnisnya secara terintegrasi dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi.

Sepanjang 2020, BRI telah menyalurkan puluhan triliun dana KUR untuk lebih dari 3,3 juta debitur. Jumlah penerima KUR BRI terbanyak berasal dari pelaku sektor perdagangan, yakni mencapai lebih dari 1,2 juta debitur dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 36,3 triliun atau 40,3 persen dari nilai total.

Sementara itu, posisi kedua ditempati sektor pertanian dengan 1,2 juta debitur dan nilai KUR mencapai Rp 28,8 triliun.

BRI juga menyalurkan KUR bagi pelaku industri pengolahan, perikanan, dan jasa lainnya. Total debitur dari ketiga sektor ini masing-masing 406 ribu orang, 65 ribu orang, dan 455 ribu orang. Plafon KUR yang disalurkan bagi pelaku usaha sektor pengolahan adalah Rp 10,9 triliun, sektor perikanan Rp 1,7 triliun, dan jasa lainnya Rp 12,4 triliun.

“BRI berharap KUR yang diterima jutaan debitur dapat bermanfaat untuk mendongkrak kembali usaha mereka, terutama di masa yang cukup menantang seperti saat ini. Kami juga mendorong agar para debitur memanfaatkan ekosistem yang sudah kami bentuk,” kata Supari.

Supari menambahkan, distribusi dan penjualan barang atau jasa akan lebih mudah dengan mengandalkan sistem digital.