Advertorial

Pakai Banyak Aplikasi untuk Bekerja Ternyata Hambat Produktivitas, Apa Solusinya?

Kompas.com - 15/10/2020, 18:32 WIB
Poster Lark Next Gen Collaboration Tools (Dok. Lark) Poster Lark Next Gen Collaboration Tools (Dok. Lark)

KOMPAS.com – Penggunaan aplikasi biasa digunakan sebagai penunjang produktivitas para karyawan sehingga performa dalam bekerja bisa terjaga. Pasalnya, sekarang banyak perusahaan menemui hambatan baru karena menerapkan work from home (WFH), dampak dari pandemi Covid-19. 

Menurut jurnal The Influence of the Employee’s Performance on the Company’s Growth (2012) Performa karyawan mempunyai peran penting terhadap pertumbuhan suatu perusahaan. Karenanya, mesti ada solusi untuk itu agar perusahaan bisa terus berkembang. 

Namun, perusahaan juga menghadapi tantangan dalam menjaga agar karyawan tetap dalam kinerja yang produktif dan efektif.   

Terlebih di situasi pandemi, membuat banyak perusahaan, baik yang berskala besar maupun kecil, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menemui berbagai hambatan untuk menjaga produktivitas karyawan. Sebabnya adalah keharusan melakukan physical distancing dengan menerapkan kebijakan work from home (WFH). 

Untuk menghadapi hambatan tersebut, beradaptasi dengan menggunakan teknologi adalah salah satu solusinya. Menggunakan berbagai aplikasi untuk melakukan rapat virtualberkoordinasi menggunakan emailhingga chatting merupakan contoh yang bisa dilakukan. 

Namun, dalam pengoperasiannya, aplikasi-aplikasi itu dibuka-tutup berkali-kali. Sadarkah, ada waktu yang terbuang saat lompat dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain? Jika diakumulasi, ada banyak waktu yang terbuang karenanya.  

Selain itu, memakai banyak aplikasi juga dapat membuat device yang digunakan menjadi lamban, karena perangkat dipaksa untuk bekerja lebih keras. Hal tersebut bisa menjadi salah satu faktor yang menghambat produktivitas bekerja.  

Tak hanya itu, berpindah-pindah aplikasi bisa mengganggu fokus dan tentu saja berdampak pada kurangnya produktivitas dan performa pekerja.  

Daripada karyawannya harus berpindah-pindah aplikasi dan membuang banyak waktu, perusahaan dapat memanfaatkan collaboration tools, yang memberi kemudahan bekerja dan banyak fungsi pada satu aplikasi. 

(Dok. Lark) (Dok. Lark)

Collaboration tools  adalah platform yang bisa dipakai perusahaan untuk mengakomodasi kebutuhan karyawan dalam bekerja agar bisa berkolaborasi dalam satu sistem.  

Di situ, karyawan bisa berinteraksi dengan sesama karyawan ataupun klien dengan memanfaatkan fungsi-fungsi fitur di dalamnya, seperti berkirim pesan, sharing dokumen, mengadakan meeting, dan menetapkan target di kalender secara real-time.  

Dengan begitu, karyawan tak perlu lagi berganti-ganti aplikasi lagi untuk sekadar menyelesaikan pekerjaan, berbagi dan berkoordinasi dengan rekan kerja. 

Salah satu collaboration tools yang menawarkan solusi kemudahan bekerja adalah Lark. Super app yang lahir pada Juni 2020 memberikan beberapa kemudahan berikut.  

1. Memudahkan Komunikasi 

Tetap terhubung saat bekerja secara remote merupakan hal vital yang harus dilakukan. Para pekerja membutuhkan media untuk berkomunikasi dan berkoordinasi agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. 

Dalam Lark, terdapat fitur Messenger yang memudahkan karyawan untuk berkomunikasi dengan teman kerja. Melalui fitur ini, mereka tak perlu lagi menggunakan platform yang lain, sehingga waktu yang digunakan lebih efektif.  

Seperti yang sudah dialami oleh PT Diamond Food Indonesia sebagai salah satu pengguna Lark. Komunikasi di tingkat manajemen hingga pekerja menjadi lebih baik karena Lark mampu menghubungkan lebih dari 2.000 karyawan dalam satu platform.  

Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa PT Diamond Food telah berhasil beradaptasi di situasi pandemi dengan menggunakan Lark.  

Hal ini tidak terlepas dari kemudahan Lark yang bisa diakses menggunakan aplikasi mobile yang memungkinkan para pekerja lapangan bisa mengakses platform ini dari mana saja dan membuat perusahaan beradaptasi sehingga dapat beroperasi dengan baik walaupun menerapkan WFH.  

2. Bertatap muka tanpa bertemu langsung 

Ketika sebagian besar perusahaan menerapkan remote working di masa new normal seperti saat ini, keperluan rapat tatap muka digantikan dengan cara virtual.  

Biasanya, rapat virtual dilakukan untuk pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya penting dan butuh koordinasi lebih dari satu orang secara langsung.  

Untuk mengakomodasi hal itu, perusahaan kerap berlangganan pada sebuah platform. Cara pakainya tidak begitu praktis karena pengguna harus membagikan link alamat pada seluruh peserta rapat lewat aplikasi layanan chat atau email. 

Pada Lark, kebutuhan macam ini sudah pula disediakan dalam fitur Video Conference. Dengan memanfaatkan fitur ini, karyawan tak perlu lagi bersusah-susah membagikan link lewat aplikasi lain. 

Hanya dengan satu interface, pengguna sudah bisa mengundang tim ataupun kelompok untuk berkoordinasi melalui fitur tersebut. Fitur ini sangatlah membantu untuk mengefektifkan kerja jarak jauh di saat pandemi seperti sekarang.  

Virtual meeting menjadi jauh lebih mudah dan produktif dengan fitur Video Conference dari Lark. Fitur approval dan kehadiran di dalamnya juga memberikan manajemen perusahaan kemudahan untuk berkoordinasi dengan para karyawan di lapangan. 

3. Jadwal meetingdapat diatur 

Apakah Anda termasuk karyawan yang kerap menggunakan aplikasi kalender untuk mencatat dan mengingatkan seluruh jadwal pekerjaan? Jika ya, seberapa sering Anda membuka-tutup aplikasi tersebut? Lalu, pernahkah terlewat jadwalnya meskipun sudah dipasang pengingat? 

Lark juga punya fitur Calendar dengan fungsi itu. Berbeda dengan fitur sejenis yang biasanya diperuntukkan personal, Calendar Lark bisa diatur agar tetap terhubung dan terintegrasi dengan rekan satu kantor. Dengan begitu, tak akan pernah ada cerita tertinggal jadwal meeting atau pun deadline

4. Berbagi dokumen lebih mudah dan efektif 

Setiap hari, banyak format dokumen yang dikerjakan oleh para karyawan. Traffic mengirimkan dokumen kebanyakan menggunakan lebih dari satu platform 

Dengan fitur Docs Sharing pada Lark, karyawan tinggal menyimpan semua dokumen pada cloud yang saling terhubung dengan pengguna lainnya. Hal ini membuat para pengguna tidak perlu repot-repot untuk meng-copy paste dokumen yang dilakukan berkali-kali tiap hari. 

(Dok. Lark) (Dok. Lark)

Itulah segala kemudahan yang ditawarkan Lark. Dalam perusahaan, efisiensi waktu dan produktivitas merupakan suatu keharusan. 

Oleh karena itu, Lark hadir untuk memberikan kemudahan dengan konsep one stop working application. Dengan begitu, para pekerja tidak membuang waktu dengan menggunakan banyak aplikasi dan berpindah-pindah interface setiap harinya.  

Perusahaan start-up Weefer di sektor business to business (B2B) asal Indonesia telah merasakan peningkatan efisiensi saat mulai menggunakan Lark hingga 98,5 persen.  

Hal ini bisa terjadi karena jumlah aplikasi digunakan oleh tim Weefer menjadi sedikit, dan para pekerja menemukan fitur lanjutan yang ternyata sangat memudahkan operasional pekerjaan. 

Selain yang sudah dijelaskan di atas, ada banyak lagi kemudahan yang bisa didapatkan dengan collaboration tools Lark. Bagi yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut dan tertarik untuk meningkatkan efisiensi waktu kerja, Anda dapat mengunjungi website-nya di sini