Advertorial

WFH Masih Lanjut, Yuk Ikuti Tips Ini Biar Tetap Produktif

Kompas.com - 19/10/2020, 15:45 WIB

KOMPAS.comWork from home (WFH) menjadi salah satu kebijakan untuk menekan angka penularan virus corona. Di Indonesia, penerapan sistem kerja dari rumah itu telah berjalan sejak Maret 2020.

Di awal penerapan, WFH mendapat sambutan baik. Pasalnya, dengan begitu, orang tak repot-repot menempuh perjalanan yang melelahkan dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Selain itu, beberapa menganggap kerja dari rumah jauh lebih fleksibel.

Namun, seiring waktu tak sedikit orang yang mengeluhkan beratnya bekerja dari rumah. Terdistraksi oleh urusan rumah menjadi salah satu penyebab orang gagal fokus pada pekerjaan.

Bahkan, meski telah berjalan lebih dari enam bulan, WFH masih menjadi tantangan tersendiri.

Terlepas dari kendala yang ada, pada akhirnya setiap orang mesti bersikap profesional. Sebab, tak ada yang tahu sampai kapan aturan WFH ini akan diterapkan.

Nah, biar kamu tetap produktif selama menjalankan WFH, tak ada salahnya kamu mencoba beberapa tips berikut.

Persiapkan koneksi internet

Di zaman serbadigital seperti saat ini, internet telah berangsur jadi kebutuhan primer karena dibutuhkan pada hampir seluruh aktivitas, termasuk bekerja.

Salah satu kendala menjalankan WFH adalah ketersediaan koneksi internet dengan kualitas mumpuni.

Jika sebelumnya kamu bisa memanfaatkan fasilitas internet kantor yang biasanya kencang, sekarang mau tak mau kamu perlu menyediakannya sendiri agar WFH bisa berjalan dengan lancar.

Memilih layanan internet pun tak bisa sembarangan, minimal sudah mendukung jaringan 4G seperti My Orbit dari Telkomsel yang merupakan layanan home wireless serbadigital berbentuk modem.

Selain menawarkan koneksi internet yang stabil, My Orbit memberikan kontrol penuh kepada pengguna. Mulai dari mengatur limit penggunaan data, membatasi perangkat yang terhubung, hingga isi ulang kuota. Semua ini dapat dilakukan melalui aplikasi yang telah disediakan.

Karena itu, modem tersebut dapat kamu andalkan untuk meningkatkan produktivitas dan bikin #SemuaDone dari rumah.

Modem My Orbit tersedia dalam dua pilihan. Pertama, Orbit Star yang memiliki kemampuan untuk terhubung dengan 32 perangkat sekaligus. Kedua, Orbit Max yang bisa terkoneksi dengan 64 perangkat secara simultan.

Aplikasi MyOrbit sendiri dapat diunduh secara gratis. Namun, untuk saat ini, baru tersedia di toko aplikasi Google Play Store.

Untuk kuota internet, My Orbit menyediakan pilihan paket data yang terdiri dari 30 GB, 50 GB, dan 100 GB. Sebagai informasi, saat ini Telkomsel tengah menggelar promo paket data My Orbit terbatas dan berlaku selama tiga bulan untuk pembelian modem hingga 31 Desember 2020.

Selain itu, ada pula promo dalam bentuk lain apabila kamu membeli dengan menggunakan kode referral atau referensi. Khusus pembaca setia Kompas.com, dapatkan tambahan kuota internet sebesar 5 GB dengan memasukkan kode TKGQKI2 pada saat melakukan pembayaran.

Untuk mendapat informasi lebih lanjut seputar My Orbit, kamu bisa kunjungi https://myorbit.id/id atau ikuti media sosial Telkomsel Orbit, seperti Instagram dan Facebook

Bikin area kerja senyaman mungkin

Sleep expert asal Inggris Sophie Bostock menyarankan, sebisa mungkin hindari bekerja di atas kasur. Pasalnya, hal tersebut hanya akan membuat otak bingung menentukan mana jam kerja dan mana waktu beristirahat.

“Jika ini dibiarkan, seseorang akan mengalami gangguan tidur yang berujung pada masalah kesehatan,” imbuh Bostock dikutip dari Daily Mail, Kamis (19/3/2020).

Karena itu, tak ada salahnya mendedikasikan satu area khusus untuk kebutuhan kerja di rumah. Enggak perlu luas, yang penting muat untuk meletakkan meja, kursi, laptop, atau komputer.

Untuk menunjang kenyamanan saat bekerja, hiasi juga area tersebut dengan pernak-pernik dan tambahkan wewangian favorit kamu.

Saran di atas juga berlaku bagi kamu yang tinggal di indekos. Area kerja sebisa mungkin tidak berdekatan langsung dengan kasur.

Namun, bila kamar yang ditempati tidak memungkinkan untuk diletakkan kursi dan meja, kamu bisa mengakalinya dengan opsi bekerja secara lesehan. Sebab, banyak peralatan penunjang kerja lesehan yang dijual di pasaran. Pilihlah yang menurut kamu nyaman.

Kenakan busana yang juga nyaman

Perkara busana kerap diabaikan oleh sebagian orang yang menjalankan sistem WFH. Bahkan, tak jarang ada yang bekerja dengan mengenakan piyama.

Meski di rumah, pakaian juga perlu diperhatikan karena ini akan memengaruhi produktivitas kerja.

Berdasarkan studi dari Northwestern University yang dimuat Kompas.com, Selasa (24/3/2020), karyawan akan mengerjakan tugas dengan baik saat mengenakan busana yang memiliki “makna simbolis”. Berpakaian rapi pun erat asosiasinya dengan profesionalisme.

Selain itu, dengan tetap berbusana rapi, kamu tak perlu repot-repot ganti pakaian dan memperbaiki penampilan ketika ada video conference dadakan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau