Advertorial

Blusukan ke Pasar hingga Terminal, Pupuk Indonesia Ingatkan Penggunaan Masker ke Masyarakat

Kompas.com - 21/10/2020, 11:43 WIB

KOMPAS.com - Dalam rangka mendukung sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemi, PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali mengajak masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Ajakan tersebut ditunjukkan Perseroan melalui kegiatan sosial membagikan sebanyak 2.200 masker kepada masyarakat di Pasar Hipli Kalideres dan Terminal Kalideres, Jakarta Barat pada Selasa (20/10/2020).

Kegiatan ini juga melibatkan milenial perusahaan yang tergabung dalam Tim Covid Ranger Pupuk Indonesia.

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan pembagian masker di wilayah Jakarta Barat dilakukan serentak bersamaan dengan BUMN lainnya, seperti PLN di Stasiun Kereta dan Kawasan Wisata Kota Tua serta Bank BTN di Pasar Kembang Rawa Belong.

Pembagian masker di pasar tradisional oleh Pupuk Indonesia. (Dok. Pupuk Indonesia) Pembagian masker di pasar tradisional oleh Pupuk Indonesia.

Selain di Jakarta Barat, Kementerian BUMN juga telah menginstruksikan sejumlah BUMN untuk melaksanakan kegiatan serupa di terminal dan pasar di 34 provinsi.

"Tujuan kegiatan ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya bagi pengguna layanan publik seperti terminal dan pasar tradisional," kata Wijaya.

Kegiatan sosialisasi ini, lanjutnya, juga dilakukan Pupuk Indonesia sebagai upaya mendukung Program Indonesia Sehat yang diluncurkan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang diketuai oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Salah satu bagian kegiatan dalam program tersebut yakni sosialisasi perubahan perilaku secara luas yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan komunitas masyarakat.

"Kegiatan ini secara simultan kami lakukan sejak awal pandemi. Diharapkan ini dapat menjadi seruan dan pengingat bagi masyarakat agar tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan ketika beraktivitas," ujar Wijaya.

Covid ranger Pupuk Indonesia membagikan masker kepada masyarakat. (Dok. Pupuk Indonesia) Covid ranger Pupuk Indonesia membagikan masker kepada masyarakat.

Seperti diketahui, selain masker, Pupuk Indonesia juga secara rutin membagikan ratusan paket sembako kepada warga sekitar kantor Perseroan di Kemanggisan Jaya, Jakarta Barat.

Hal itu bertujuan untuk membantu meringankan kesulitan masyarakat di tengah pandemi dan mensosialisasikan langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Bantuan sembako yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, gula, mie instan, ikan olahan, daging olahan, dan kebutuhan pangan lainnya.

Dalam mendistribusikan bantuan pun Perusahaan senantiasa memperhatikan protokol kesehatan dan selalu melibatkan perwakilan karyawan milenial Pupuk Indonesia.

"Covid Ranger adalah karyawan Pupuk Indonesia yang menjadi agen perubahan #CovidSafeBUMN yang tugas utamanya adalah melakukan sosialisasi dan edukasi untuk mendorong perubahan perilaku menjadi lebih disiplin menuju tatanan normal baru melalui berbagai kegiatan melalui platform digital dan bentuk aktivitas pendekatan langsung ke masyarakat," kata Wijaya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau