Advertorial

Lewat Teknologi EcoStruxure, Schneider Electric Bantu Industri FnB Indonesia Unggul di Era Green Consumerism

Kompas.com - 21/10/2020, 21:12 WIB
Ilustrasi industri food and beverage (DOK. iSTOCKPHOTO) Ilustrasi industri food and beverage (DOK. iSTOCKPHOTO)

KOMPAS.com – Pada era green consumerism, konsumen menjadi semakin kritis terhadap kualitas produk, transparansi informasi, dan dampaknya terhadap lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, perusahaan global yang fokus pada transformasi digital dalam pengelolaan energi dan automasi, Schneider Electric, memberikan solusi bagi industri food and beverage (F&B) melalui pemanfaatan teknologi EcoStruxure for Food and Beverage.

Sebagai informasi, teknologi tersebut akan mengintegrasikan industrial internet of things dengan teknologi automasi di seluruh aspek rantai nilai. Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, industri makanan dan minuman (mamin) dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, membangun sistem yang transparan, dan berkemampuan melacak beragam hal, mulai dari ketersediaan bahan baku, proses produksi, hingga jalur distribusi produk sampai ke tangan konsumen.

Menurut rilis resmi Schneider Electric yang Kompas.com terima, Senin (19/10/2020), industri mamin secara global akan menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks di era green consumerism.

Tuntutan penggunaan bahan baku dan proses produksi yang ramah lingkungan, pengelolaan produksi dan aset yang semakin kompleks, standardisasi dan regulasi yang makin ketat, serta distribusi produk yang luas dan multi-channel menjadi beberapa tantangan yang harus dihadapi.

Dalam menjawab tantangan tersebut, industri mamin pun dapat memanfaatkan teknologi industri 4.0 dalam empat fokus area, yaitu smart manufacturing, smart facilities, smart food safety, dan smart supply chain. Inilah yang menjadi keunggulan dari solusi EcoStruxure for Food and Beverage.

Solusi EcoStruxure for Food and Beverage mengintegrasikan keempat area tersebut sehingga dapat meningkatkan kinerja bisnis industri mamin sekaligus mengoptimalkan produktivitas, efisiensi energi, serta transparansi dan pelacakan.

Pada akhirnya, semua optimalisasi tersebut akan meningkatkan reputasi dan kepercayaan konsumen sehingga industri mamin dapat unggul di era green consumerism.

Sebagai informasi, EcoStruxure for Food and Beverage juga telah terbukti secara global dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengurangan biaya energi hingga 60 persen, pengurangan biaya integrasi hingga 50 persen, dan pengurangan biaya operasional hingga 30 persen.

Untuk mengetahui info lebih lanjut dan ingin mengikuti diskusi tersebut, Anda bisa klik tautan ini. Pada tautan tersebut, Anda juga bisa mengikuti acara Innovation Summit East Asia 2020 secara keseluruhan.

Pada acara tersebut, Anda dapat mempelajari lebih lanjut mengenai peran penting elektrifikasi, digitalisasi, inovasi, manajemen energi, dan automasi industri dalam transisi menuju dunia yang rendah karbon.

Selamat bergabung!