Advertorial

Gandeng Google Cloud, BRI Akselerasi Layanan dan Inklusi Keuangan

Kompas.com - 22/10/2020, 21:06 WIB
Dengan kerja sama ini, BRI dan Google Cloud akan mempercepat peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. (DOK. SHUTTERSTOCK) Dengan kerja sama ini, BRI dan Google Cloud akan mempercepat peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. (DOK. SHUTTERSTOCK)

KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi menjalin kerja sama dengan Google Cloud dalam rangka akselerasi layanan keuangan berbasis digital di Indonesia. Kerja sama ini akan memperluas dan mempertajam layanan BRI terutama untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di seluruh penjuru negeri.

Acara penandatanganan nota kesepahaman antara BRI dan Google Cloud telah dilaksanakan secara virtual pada Kamis (15/10/2020). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Digital, Teknologi Informasi, dan Operasi BRI Indra Utoyo beserta Country Director Google Cloud Indonesia Megawaty Khie.

Direktur Digital, Teknologi Informasi, dan Operasi BRI Indra Utoyo mengatakan, kerja sama dengan Google Cloud akan mempercepat peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.

“Acara ini merupakan momen penting untuk BRI dapat mengakselerasi inklusi keuangan Indonesia seiring dengan bangkitnya industri ekonomi digital 4.0. Selain itu, ada pengaruh pandemi Covid-19 yang juga mengakselerasi adaptasi dunia digital,” ujar Indra.

Menurut Indra, melalui kerja sama ini, BRI bisa memperkuat penggunaan sistem artificial intelligence (AI), machine learning, dan big data Google Cloud untuk pembayaran online tanpa proses tatap muka. Beragam teknologi ini menghadirkan layanan keuangan yang lebih efisien dan simpel untuk nasabah.

Adapun tiga tujuan dan manfaat utama yang diraih BRI dari kerja sama dengan Google Cloud dijelaskan Indra. Pertama, kerja sama ini memungkinkan BRI meningkatkan kompetensi UMKM melalui pelatihan digital bersama Google Academy (YouTube dan Google MyBusiness).

“BRI akan mempertajam merchant assessment melalui pemberdayaan data UMKM yang dimiliki Google di seluruh Indonesia. Kami yakin kerja sama semacam ini akan meningkatkan ekonomi UMKM dan berdampak positif bagi ekonomi pelaku UMKM karena pendataan pengusaha akan tersusun lebih rapi dan cepat,” ujarnya.

Manfaat kedua, lanjut Indra, BRI berpeluang melahirkan pengusaha-pengusaha (micropreneur) baru yang melek digital akan semakin terbuka.

Hal tersebut memungkinkan dilakukan karena kerja sama ini membuat BRI dapat lebih luas memanfaatkan fitur Google Ads demi mendorong promosi produk-produk UMKM di pasar tradisional.

Selain itu, BRI juga bisa mengintensifkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) digital melalui teknologi cloud dan kecerdasan buatan (AI) yang diberikan Google. Peningkatan sistem KUR digital membuat fasilitas keuangan bisa semakin menjangkau nasabah di pelosok.

Indra mengatakan, KUR adalah salah satu tonggak penting program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Oleh karena itu, distribusinya harus dilakukan secara cepat dan luas. Kerja sama dengan Google mempermudah BRI untuk menyalurkan KUR.

“Ada banyak juga manfaat lain dari sistem Google yang bisa digunakan untuk mempertajam layanan digital BRI di pasar.id, BRIMobile, BRISpot, dan AgenBRILink,” jelasnya.

Ketiga, kerja sama ini membuat BRI bisa mempertajam akurasi AI perseroan dalam hal manajemen risiko, yakni BRIBrain. Peningkatan akurasi membuat BRI bisa lebih cepat, dinamis, dan akurat dalam menyalurkan pembiayaan ke nasabah mikro serta ultra mikro.

“Terbuka kemungkinan BRI untuk meningkatkan manajemen risiko dengan credit scoring, fraud detection, dan juga customer profiling yang lebih akurat. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan nasabah serta investor terhadap BRI serta meminimalisasi potensi terciptanya penyaluran pembiayaan yang salah sasaran,” tuturnya.

Lebih lanjut, Indra menambahkan, kerja sama BRI dan Google Cloud merupakan perwujudan misi perseroan untuk bergerak lebih cepat, efisien, dan menjangkau seluruh kalangan (go smaller, go shorter, and go faster).

“Kami harap kerja sama lanjutan bisa segera direalisasikan dan mendorong lingkungan UMKM menjadi lebih kuat sehingga tercipta inklusi ekonomi dan keuangan yang lebih baik,” jelas Indra.