Advertorial

Manfaat Zinc: Jaga Imunitas Tubuh dan Bantu Terapi Pasien Covid-19

Kompas.com - 23/10/2020, 09:02 WIB

KOMPAS.com - Belum ditemukannya vaksin yang benar-benar mampu melindungi tubuh dari virus corona membuat setiap orang harus menjaga kesehatannya masing-masing.

Selain patuh terhadap protokol kesehatan, penerapan pola hidup yang sehat, seperti olahraga dan konsumsi makanan bergizi juga perlu dilakukan.

Bicara soal nutrisi, untuk meningkatkan sistem imun, tubuh memerlukan beberapa vitamin dan mineral. Salah satunya adalah zinc

Melansir dari healthline.com, Kamis (7/5/2020), zinc adalah mineral yang biasa ditambahkan ke dalam suplemen atau produk kesehatan yang berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Penambahan mineral tersebut dibutuhkan untuk membentuk sel-sel kekebalan tubuh agar berfungsi melawan penyakit dan peradangan.

Menambahkan zinc ke dalam asupan makan harian juga melindungi tubuh dari kemungkinan infeksi atau memperpendek durasi peradangan yang disebabkannya.

Fungsi terapi zinc pada pasien Covid-19

Selain berfungsi memperkuat imun, zinc juga digunakan sebagai alternatif suplemen untuk terapi pasien Covid-19, di samping vitamin C. Jika sistem imun terjaga dengan baik, tubuh akan lebih minim risiko terpapar penyakit.

Berdasarkan artikel jurnal berjudul “Does zinc supplementation enhance the clinical efficacy of chloroquine/hydroxychloroquine to win todays battle against Covid-19?” (2020), zinc mampu menghambat aktivitas RdRp (RNA dependent RNA polymerase) virus corona. Replikasi virusnya mampu diblokir oleh kandungan ionofor zinc.

Penelitian lain yang dilakukan NYU Grossman School of Medicine menemukan, setengah dari 900 pasien memperlihatkan peluang 1,5 kali lebih besar untuk pulih setelah diberikan zinc sulfate yang ditambah dengan hydroxychloroquine dan azithromycin. Namun, masih dibutuhkan studi mendalam untuk membuktikan manfaat dari kombinasi mineral tersebut pada pasien Covid-19.

Penuhi asupan zinc per hari

Meski memiliki peran penting dalam menjaga sistem imun tubuh, pemenuhan asupan zinc belum menjadi perhatian khusus. Mengutip dari Kompas.com, Rabu (15/6/2016), Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat defisiensi zinc masih menjadi problem di dunia.

Kekurangan zinc dapat meningkatkan risiko peradangan sistemik, terhambatnya proses menyusui, dan bahkan kematian. Masalah lain yang tidak disadari akibat kekurang zinc adalah lamanya penyembuhan jerawat, fungsi neurologis yang buruk, hingga rambut rontok.

Kekurangan nutrisi ini juga dapat menyebabkan penurunan fungsi metabolisme. Kinerja 300 enzim yang menunjang fungsi organ juga menjadi terganggu. Akibatnya, risiko seseorang untuk terinfeksi penyakit, tidak terkecuali Covid-19 menjadi meningkat.

Guna menghindari masalah tersebut, setiap orang dianjurkan untuk mampu menjaga kadar asupan zinc per hari.

Kadar zinc yang dibutuhkan orang bisa berbeda-beda, tergantung dari usianya. Untuk anak-anak, mereka membutuhkan sekitar 5 miligram zinc per hari. Sedangkan untuk orang dewasa, pada pria dianjurkan mendapat asupan sebesar 11 miligram dan 8 miligram untuk wanita.

Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan mineral zinc. Misalnya saja, tiram yang tiap 100 gramnya mengandung 78 miligram zinc, daging sapi sebesar 12 miligram, dan gandum yang memiliki 16 gram kandungan zinc per 100 miligram penyajian.

Meminum susu juga dapat membantu seseorang dalam memenuhi kebutuhan zinc hariannya. Segelas susu dapat memenuhi 9 persen kebutuhan zinc per hari.

Jika kebutuhan zinc tidak bisa dipenuhi lewat konsumsi bahan alami, Anda dapat memenuhi asupan nutrisi tersebut dengan mengonsumsi suplemen seperti Zegavit.

Suplemen Zegavit (DOK. KALBE) Suplemen Zegavit

Selain mampu memenuhi melengkapi kebutuhan zinc dalam tubuh, suplemen multivitamin dan mineral tersebut juga berfungsi untuk pengobatan defisiensi vitamin B, C, dan E, serta berperan memperbaiki gangguan metabolisme dan penyerapan makanan dalam tubuh.

Cukup dengan mengonsumsi satu kaplet per hari, Anda juga sudah memenuhi kebutuhan akan zinc dan vitamin-vitamin tersebut dalam tubuh.

Mulai sekarang, jangan lupa untuk terus mengonsumsi makanan sehat, menjalani pola teratur, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Menjaga diri sendiri Anda sama dengan menjaga orang lain dari risiko penularan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau