Advertorial

Beragam Upaya Kemendikbud Bangkitkan dan Pulihkan Negeri untuk Indonesia Maju

Kompas.com - 23/10/2020, 09:48 WIB
Kemendikbud menerapkan kebijakan pendidikan dan kebudayaan yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama pandemi. (Dok. Lomba Foto Pendidikan dan Kebudayaan 2019, Kemendikbud) Kemendikbud menerapkan kebijakan pendidikan dan kebudayaan yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama pandemi.

KOMPAS.com - Seperti tanpa lelah, negeri ini berjuang untuk terus berdiri tegak menghadapi pandemi Covid-19. Dengan segala kekuatan yang ada serta gotong royong dan perjuangan tanpa henti dari berbagai pihak, Indonesia optimistis dapat segera pulih dari krisis.

Transformasi yang tanggap dan berkelanjutan di bidang pendidikan dan kebudayaan menjadi salah satu fokus pemerintah agar masyarakat maju, bangkit, dan pulih dari situasi pandemi Covid-19. Berbagai kebijakan diterbitkan dan aneka program dilaksanakan.

Realokasi anggaran kementerian untuk penanganan Covid-19 pun dilakukan. Nilainya mencapai Rp 4,9 triliun dan digunakan untuk berbagai program dan kebijakan, seperti mobilisasi relawan Covid-19 nasional, peningkatan kapasitas rumah sakit pendidikan (RSP) untuk menjadi pusat tes Covid-19, serta pengadaan alat-alat kesehatan.

Langkah tersebut juga dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Selain itu, selama pandemi, Kemendikbud juga menerapkan kebijakan pendidikan dan kebudayaan yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan.

Kemendikbud menetapkan berbagai inisiatif kebijakan untuk mendukung pembelajaran dari rumah. Mulai dari inisiasi program Belajar dari Rumah (BDR), radio edukasi, penyediaan materi belajar, optimalisasi pemanfaatan aplikasi Rumah Belajar, hingga penyusunan modul belajar sederhana sesuai kurikulum dalam situasi darurat.

Berbagai program bantuan dan penyesuaian kebijakan dilakukan. Beberapa di antaranya adalah cicilan uang kuliah tunggal (UKT), penundaan UKT, penurunan UKT, pemberian beasiswa, relaksasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), serta melakukan pembatalan ujian nasional dan ujian sekolah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Bantuan kuota belajar

Tidak hanya itu, Kemendikbud juga memberi bantuan berupa kuota data internet untuk guru, siswa, dosen, dan mahasiswa. Bantuan diberikan selama empat bulan, mulai September hingga Desember 2020.

Pada bulan pertama penyaluran, sebanyak 27,3 juta pendidik dan peserta didik telah menerima bantuan kuota data internet untuk mendukung pembelajaran dari rumah.

Infografis program bantuan kuota belajar. (DOK. Kemendikbud) Infografis program bantuan kuota belajar.

Program ini sempat ramai di media sosial Twitter. Pada akhir September, terdapat kurang lebih 5.500 cuitan di Twitter mengenai bantuan kuota belajar. Kata kunci “Kemendikbud” pun menjadi trending.

Umumnya, cuitan warganet mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kebijakan ini. Cuitan juga banyak yang disertai unggahan tangkapan layar kuota yang telah masuk sebagai bukti nyata kebijakan ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat selaku penerima di lapangan.

Misalnya seperti cuitan dari pemilik akun Twitter @gilangmfg. Ia mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan kuota internet dari Kemendikbud sudah masuk ke ponselnya.

 “Alhamdulillah akhirnya dapat juga nih kuota Kemendikbud,” tulisnya dalam cuitan tersebut.

Tidak ketinggalan, upaya memajukan kebudayaan juga tetap dilakukan Kemendikbud meski dalam kondisi pandemi. Misalnya, dengan menghadirkan pertunjukan daring yang melibatkan kelompok seni dan budaya, serta program belajar seni dan budaya lewat kelas daring.

Pertunjukkan yang ditayangkan di kanal Youtube resmi Direktorat Jenderal Kebudayaan tersebut berhasil menarik 2.015.440 penonton.

Sepanjang masa pandemi, jumlah penonton konten-konten kebudayaan di kanal Youtube tersebut meningkat sekitar 300 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Program penguatan untuk SDM berkualitas

Selain itu, untuk mewujudkan visi pemerintah dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, Kemendikbud juga berupaya memastikan keberlanjutan dan perluasan akses terhadap pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini sampai jenjang perguruan tinggi.

Kebijakan tersebut adalah Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) juga dilakukan dengan menetapkan target lulusan yang terserap di atas 50 persen setelah pendidikan.

Infografis upaya Kemendikbud tingkatkan kualitas SDM selama masa pandemi. (DOK. Kemendikbud) Infografis upaya Kemendikbud tingkatkan kualitas SDM selama masa pandemi.

Pembangunan dan revitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK) juga terus ditingkatkan. Hingga kini sebanyak 272.788 jalinan kerja sama telah dibuat antara SMK dengan dunia usaha dunia industri.

Program penguatan pendidikan tinggi vokasi (PPTV) dilakukan melalui kemitraan strategis dengan industri, memberikan bantuan sarana dan prasarana, serta mengembangkan kapasitas dosen dan praktisi.

Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka diluncurkan untuk selalu berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan masa depan.

Selain itu, kebijakan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membahagiakan. Pada Kampus Merdeka, perguruan tinggi didorong untuk membuka program studi baru serta akreditasi yang lebih fleksibel, juga adaptif dengan kebutuhan dunia kerja.

Mental tangguh dan majunya budaya Indonesia

SDM dengan mental tangguh serta mencintai negeri dan budayanya juga menjadi salah satu visi bangsa ini. Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai cita-cita tersebut, meski tantangan pandemi tengah melanda.

Beragam seri webinar tentang penguatan pendidikan karakter digelar sebagai upaya membentuk profil pelajar Pancasila.

Infografis upaya Kemendikbud ciptakan mental tangguh SDM. (DOK. Kemendikbud) Infografis upaya Kemendikbud ciptakan mental tangguh SDM.

Salah satu langkah untuk melaksanakan amanat Undang-Undang tentang Pemajuan Kebudayaan, sebuah kegiatan besar nasional digelar untuk pertama kalinya pada Oktober 2019.

Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) tahun 2020 diselenggarakan secara virtual dari 31 Oktober-30 November 2020 dengan melibatkan 4.791 pekerja seni dari seluruh Indonesia.

PKN dilaksanakan untuk mengangkat kebudayaan Indonesia sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia.

Pengenalan kebudayaan Indonesia sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia. (Dok. Lomba Foto Pendidikan dan Kebudayaan 2020, Kemendikbud) Pengenalan kebudayaan Indonesia sebagai simbol kekayaan budaya Indonesia.

Pembinaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia juga dilakukan melalui Gerakan Literasi Nasional, pemantauan penggunaan bahasa dan sastra terbina, pengutamaan bahasa negara di berbagai lembaga, serta melakukan pemetaan bahasa daerah.

Berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat pendidikan dan kebudayaan dilakukan untuk menjamin kesempatan seluas-luasnya untuk bersekolah hingga kuliah.

Kebijakan juga dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, melejitkan kualitas dan pemerataan pendidikan, memajukan kebudayaan, dan memberikan pelayanan terbaik untuk publik dengan sejumlah inovasi dan transformasi layanan.