Advertorial

Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh di Dunia, Ini 10 Prestasi Dirut Pertamina

Kompas.com - 23/10/2020, 17:03 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati masuk ke dalam jajaran wanita paling berpengaruh di dunia versi media Forbes (Dok. Pertamina) Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati masuk ke dalam jajaran wanita paling berpengaruh di dunia versi media Forbes

KOMPAS.com - Belum lama ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dinobatkan sebagai salah satu perempuan paling berpengaruh di dunia oleh salah satu media bisnis global, Fortune. Ia menempati peringkat 16 dari 50 perempuan dunia yang dinilai memiliki kemampuan mengendalikan perusahaan yang dipimpinnya selama pandemi.

Nicke berhasil meraih apresiasi tersebut karena dinilai mampu mengendalikan kinerja Pertamina selama pandemi sekaligus berkontribusi maksimal terhadap penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Perempuan kelahiran Tasikmalaya, 25 Desember 1967 ini memang tangguh. Sejak Pemerintah secara resmi mengumumkan pandemi Covid-19 di Indonesia, Nicke langsung mengambil langkah tegas.  Secara virtual, di hadapan  32 ribu perwira Pertamina, ia memaparkan kebijakan strategis  untuk menjaga kinerja perusahaan dari segi operasional dan finansial.

Hal tersebut dilakukan untuk menyikapi perkembangan terkini pandemi Covid-19 yang tidak hanya berdampak terhadap kesehatan warga dunia, tetapi juga terhadap perlambatan ekonomi dunia.

1. Menjamin ketersediaan energi di seluruh negeri

Di tengah situasi pandemi Covid-19, Pertamina terus konsisten menjamin ketersediaan energi di seluruh pelosok negeri. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), liquid petroleum gas (LPG), dan gas bumi bagi masyarakat.

Untuk menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), liquid petroleum gas (LPG), dan gas bumi bagi masyarakat., Pertamina tetap mengoperasikan aktivitas produksi dari hulu hingga ke hilir, serta seluruh mitra pada ekosistem bisnis perusahaan.

Selain itu, operasi yang terus berjalan dapat mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang saat ini banyak dilakukan perusahaan migas global. Hal ini dapat menjaga keberlangsungan hidup 1,2 juta pekerja langsung dan 20 juta pekerja tidak langsung.

Kemudian, Pertamina memberikan kemudahan kepada pelanggan dengan mendorong program digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) lewat aplikasi My Pertamina dan Call Center 135.

2. Tetap jalankan proyek-proyek strategis

Pertamina tetap menjalankan proyek-proyek strategis yang menyerap ribuan tenaga kerja, seperti proyek pembangunan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, proyek Gas Processing Facility Jambaran Tiung Biru, dan Proyek PLTG Jawa-1. Sebagai informasi, semua proyek dijalankan dengan mematuhi protokol Covid-19 dan prioritas kesehatan pekerja.

Langkah tersebut adalah bentuk nyata Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjalankan amanah dan peran menggerakkan ekonomi nasional, serta tidak hanya berorientasi profit semata.

3. Konsisten menjalankan program pemerintah

Di tengah keterbatasan mobilitas akibat pandemi Covid-19, Pertamina tetap konsisten menjalankan seluruh program mandatory pemerintah, seperti Solar B30, penyaluran BBM dan LPG subsidi, BBM 1 Harga di daerah 3T, serta konversi BBM ke LPG untuk nelayan dan petani.

4. Membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19

Pada masa awal pandemi Covid-19 di Indonesia, Nicke langsung memutuskan untuk melakukan alih fungsi beberapa aset perusahaan. Hotel, perusahaan, dan wisma yang dikelola Pertamina disulap menjadi safe house untuk isolasi mandiri pasien Covid-19.

Selain itu, lapangan sepak bola Pertamina dialihfungsikan menjadi rumah sakit darurat khusus Covid-19. Pembangunan rumah sakit ini memakan waktu yang cukup singkat, yakni kurang dari 30 hari.

Pertamina juga menjadi salah satu trendsetter dalam penyediaan layanan swab test secara drive thru yang banyak dimanfaatkan masyarakat umum. Pertamina pun bersinergi dengan BUMN lain dalam penyediaan alat kesehatan (Alkes) untuk tenaga medis dan swab kit.

Melalui komitmen Nicke yang kuat, Pertamina menjadi garda terdepan dalam penyediaan ventilator, serta beragam kontribusi lainnya dengan nilai mencapai Rp 1,4 triliun.

5. Dukungan penuh kepada UMKM

Pertamina memahami bahwa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki peran signifikan terhadap perekonomian nasional. Maka dari itu, Nicke memastikan Pertamina memberikan dukungan penuh kepada UMKM agar bisa bangkit dari dampak ekonomi pandemi Covid-19.

Beberapa program yang dilaksanakan Pertamina untuk mendukung UMKM di antaranya adalah program pelatihan, kemitraan, pinky movement, pemberdayaan ojek online (ojol) dalam layanan Pertamina Delivery Service (PDS), hingga pemberdayaan mitra binaan untuk memproduksi APD dan perlengkapan kesehatan.

Selain itu, Pertamina juga menyelenggarakan pameran virtual dan menyediakan marketplace agar UMKM tersebut dapat terus menjalankan dan mengembangkan usahanya.

“Meski Pertamina juga terdampak (Covid-19), kami tetap harus dapat menyebarkan energi kepada yang lain (UMKM) agar semuanya bisa survive. Jadi, Pertamina harus survive, industri nasional harus survive, masyarakat juga harus survive. Inilah cara kita memulihkan bangsa,” ujar Nicke dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (23/10/2020).

6. Efisiensi biaya operasional dengan tetap meningkatkan produktivitas

Pertamina melakukan efisiensi biaya operasional untuk seluruh Pertamina Group sebesar 30 persen dan belanja modal hampir 25 persen.

Meski demikian, Pertamina tetap berupaya untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan produksi minyak dan gas bumi Pertamina Group yang masih mencapai 99 persen atau 884,1 MBOEPD (ribu barel setara minyak per hari) pada semester I-2020, baik untuk aset domestik maupun internasional.

“Dengan kondisi force majeur seperti saat ini, hampir seluruh perusahaan migas dunia mengalami kinerja negatif. Meski demikian, pada Juni 2020, Pertamina tetap menyetor Rp 181,5 triliun kepada negara sebagai hasil kinerja 2019,” imbuh Nicke.

7. Bersinergi dengan pihak lain untuk pengembangan program strategis

Pandemi tidak menyurutkan langkah Pertamina untuk melakukan pengembangan usaha. Sinergi bersama Kementerian Dalam Negeri adalah untuk membangun Pertashop (SPBU mini) di seluruh desa di Indonesia adalah salah satunya.

Selain itu, Pertamina juga bersinergi dengan Kimia Farma dalam pengembangan produk petrokimia dan obat-obatan.

Bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT Pupuk Kujang, Pertamina pun sepakat untuk membangun pabrik katalis nasional pertama di Indonesia.

Bahkan, Pertamina tetap mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada pengerjaan proyek-proyek yang sedang dijalankan melalui sinergi dengan tiga BUMN, yaitu PT Krakatau Steel, PT Pindad (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), serta enam perusahaan swasta nasional.

Dalam tiga tahun terakhir, TKDN Pertamina terus meningkat rata-rata mencapai hampir 50 persen. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Pertamina turut serta menggerakkan perindustrian dan perekonomian nasional.

8. Memimpin restrukturisasi Pertamina sebagai holding migas

Nicke menjelaskan, transformasi ini merupakan langkah strategis yang akan tercatat dalam sejarah Pertamina. Inisatif tersebut dilakukan untuk beradaptasi dengan perubahan ke depan, bergerak lebih lincah, cepat serta fokus untuk pengembangan bisnis yang lebih luas dan agresif sehingga menunjang Pertamina menjadi perusahaan global energi terdepan dengan nilai pasar 100 juta dolar AS.

9. Berkontribusi aktif dalam penurunan impor dan penyediaan energi bersih

Pertamina berperan aktif dalam penyediaan energi bersih untuk masyarakat lewat program B30. Bahkan, program ini rampung lebih cepat dari target yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, Pertamina terus berupaya mengoptimalkan sumber daya lokal yang besar, seperti sawit, untuk menjadi energi untuk menekan Current Account Deficit. Pertamina pun konsisten menjalankan roadmap bioenergi.

Nicke juga memimpin uji coba green gasoline di Plaju. Bahkan, Pertamina sukses menghasilkan produk green diesel (D-100) mencapai 1.000 barel per hari di kilang Dumai.

Dengan cadangan batubara yang besar, Pertamina melakukan upaya coal gasification menjadi DME yang akan digunakan sebagai substitusi LPG sehingga mengurangi impor dan membantu mengurangi defisit neraca perdagangan nasional.

Pertamina juga tergabung dalam konsorsium BUMN mengembangkan Industri baterai sebagai energi masa depan dalam menjawab tantangan penetrasi Electric Vehicles (EV) di masa depan.

Nicke mengatakan, Pertamina akan terus melakukan investasi pengembangan energi untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan secara jangka panjang, termasuk memperkuat dan merealisasikan upaya transisi energi ke arah energi baru terbarukan.

10. Meningkatkan transparansi dan menjunjung Good Corporate Governance

Sebagai BUMN yang menjalankan penugasan negara dan memberikan pelaksanaannya kepada masyarakat, sangat penting bagi Pertamina untuk menjaga penerapan Good Corporate Governance (GCG) dalam kegiatan usahanya.

Untuk itu, Pertamina melakukan kerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Kejaksaan Agung, dan Kepolisian RI.

Bersama Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, Nicke meluncurkan Piagam New Pertamina Clean dan mendorong penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sesuai dengan ISO 37001:2016 di seluruh lini Pertamina Group.

Selain itu, Nicke konsisten memprioritaskan penciptaan generasi pemimpin di Pertamina melalui berbagai program pengembangan human capital seperti catalyzer yang juga mendapatkan pengakuan internasional.

Sebagai pimpinan tertinggi, ia juga menjadi role model yang kuat dalam transformasi budaya AKHLAK dan mendorong perwira Pertamina siap berlari mencapai target menjadi perusahaan energi dunia.

Meski bukan tahun yang mudah bagi Pertamina, Nicke selalu berprinsip untuk melihat kesempatan di balik segala kesulitan. Dengan prinsip itu, ia secara konsisten menyebarkan energi positif bagi seluruh tim dan perwira Pertamina.

Masuknya Nicke ke dalam jajaran wanita paling berpengaruh di dunia bukanlah hasil akhir, melainkan proses yang memberikan harapan kepada Pertamina dan negara bahwa kita dapat berkontribusi dan menjadi bagian penting dalam dunia internasional.