Advertorial

Hasil Inspeksi BPOM di China Akan Jadi Acuan Izin Keluarnya EUA

Kompas.com - 23/10/2020, 23:35 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah terus berupaya mempercepat tahapan uji klinis vaksin Covid-19 untuk memastikan keamanan dan kelayakannya. 

Salah satu upaya percepatan yang dilakukan adalah dengan mengirim tim inspeksi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke China

Seperti diketahui, China merupakan salah satu negara yang tengah mengembangkan vaksin Covid-19. 

Indonesia sendiri telah melakukan kerja sama dengan tiga perusahaan farmasi China, yakni Sinovac, Sinopharm, dan CanSino, untuk menyediakan vaksin tersebut. 

Tim inspeksi BPOM berangkat ke China bersama tim dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tim Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), dan PT Biofarma. 

Adapun tugas dari tim tersebut adalah memantau penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) atau Good Manufacture Practice (GMP) di sarana produksi vaksin Covid-19. 

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, tim  BPOM akan melakukan inspeksi CPOB ke tiga sarana produksi di China, yaitu Sinovac, Sinopharm, dan CanSino. 

“Serangkaian kegiatan inspeksi tersebut bertujuan untuk percepatan akses vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu,” kata Penny dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2020). 

Penny menyebutkan, hasil inspeksi akan menjadi acuan BPOM untuk mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA). Demikian juga sertifikat halal dari MUI dan Kementerian Agama (Kemenag). 

Untuk informasi, EUA dari BPOM tersebut akan menjadi tanda bahwa produk farmasi aman digunakan. Hal ini pun akan menjadi lampu hijau bagi pemerintah untuk mendistribusikan vaksin kepada masyarakat. 

Evaluasi pascavaksin 

Sementara itu, pada kesempatan berbeda, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan evaluasi pascavaksinasi. 

“Ini sudah menjadi SOP global,” jelasnya dalam temu media ‘Update Persiapan vaksin Covid-19 di Indonesia’ yang digelar secara daring dan luring di Kementerian Kesehatan, Senin (19/10/2020).

Pemerintah memastikan vaksin yang diberikan EUA telah didukung bukti keamanan, khasiat, dan mutu yang memadai sehingga sudah dapat digunakan.

Meski demikian, pemerintah akan tetap memantau penggunaan vaksin secara ketat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau