Advertorial

Reseller Produktif Bisa Jadi Solusi Pemulihan Ekonomi Selama Pandemi

Kompas.com - 24/10/2020, 20:21 WIB

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 telah menghambat aktivitas perekonomian. Secara otomatis, hal tersebut mendorong para pelaku usaha melakukan efisiensi untuk menekan kerugian.

Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat, saat ini total pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan berjumlah 3,5 juta orang. Jika ditambah dengan 6,8 juta tingkat pengangguran terbuka, totalnya mencapai 10,3 juta orang.

Direktur Bina Produktivitas Kemnaker Fahrurozi mengatakan, pada era new normal, perekonomian juga terdampak begitu besar karena masih banyak hal yang tidak bisa berjalan normal seperti biasa.

“Banyak yang kehilangan pekerjaan dalam sekejap hingga akhirnya tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan primer sekalipun,” kata Fahrurozi, dalam sambutannya pada webinar “Bicara Produktivitas: Reseller Produktif Cara Jitu di Era New Normal” di Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Untuk memulihkan perekonomian, meningkatkan taraf hidup, serta menyejahterakan masyarakat, tenaga kerja atau korban PHK, Kemnaker pun memberi solusi yaitu menjadi reseller produktif.

Dengan cara tersebut, kata Fahrurozi, tenaga kerja atau para korban PHK dapat meningkatkan produktivitas sekaligus juga berdampak baik pada pemulihan perekonomian.

“Aktivitas reseller produktif dapat menjadi salah satu solusi penanggulangan pengangguran dan peningkatan produktivitas,” ujar Fahrurozi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (24/10/2020).

Lebih lanjut, Fahrurozi menjelaskan, reseller dapat memperluas pangsa produk usaha kecil mikro menengah (UMKM). Terlebih, saat ini peran distributor reseller didominasi anak muda yang lebih melek dunia digital terutama teknis e-commerce.

“Adanya reseller produktif diharapkan mampu membuat UMKM merambah ke dunia digital, atau sebaliknya, mendorong para reseller dan dropshipper yang sudah online berani mengembangkan bisnis dengan menjadi produsen,” kata Fahrurozi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Fahrurozi mengatakan, pihaknya bersinergi dengan Perkumpulan Bumi Alumni yang mewadahi Komunitas UMKM Alumni Universitas Padjadjaran (Unpad).

“Saya harap, kita semua lebih siap dan bersinergi dalam menyiapkan produktivitas dan daya saing SDM Indonesia dalam menghadapi era globalisasi ke depan,” ujarnya.

Fahrurozi pun berharap, webinar tersebut mampu menjadi solusi dari masalah produktivitas dalam pemulihan perekonomian di era new normal

“Sesuai dengan filosofi, produktivitas hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” katanya.

Adapun pembicara dalam webinar yang diinisiasi Kemnaker tersebut antara lain Instruktur Produktivitas Sukron Munawar, Creativepreneur Sigit Sulistianto, dan owner Bandeng Isi MRB Jarot Medyandoko,.

Sukron dalam kesempatan tersebut memaparkan tentang pentingnya peningkatan produktivitas dalam meningkatkan usaha, sedangkan Sigit menjelaskan peran penting reseller di era new normal untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi umat.

Sementara, Jarot Medyandoko menyampaikan cara atau tips menjadi reseller yang produktif.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau