Advertorial

Teknologi Plasmacluster Meminimalisasi Risiko Persebaran Virus Lewat Udara, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 26/10/2020, 20:25 WIB
Dok. Shutterstock Dok. Shutterstock

KOMPAS.com - Dari Kota Wuhan, China, Covid-19 yang disebabkan virus corona tipe baru (SARS-CoV-2) mulai tersebar pada Desember 2019.

Persebarannya kemudian menjadi masif sehingga pada awal Maret, status wabah Covid-19 meningkat menjadi pandemi. Hingga Agustus 2020, lebih dari 26 juta orang di dunia  terinfeksi oleh virus ini dengan 840.000 di antaranya meninggal dunia.

Penanggulangan guna melakukan pencegahan di berbagai bidang pun dilakukan oleh negara-negara yang terdampak. Apalagi, cara penularan virus terus berkembang. Virus yang dulu dikatakan hanya dapat ditularkan melalui droplet, kini bisa menyebar lewat udara. 

Dalam sebuah acara di Jenewa, Swiss beberapa waktu lalu, badan kesehatan dunia (WHO) mengakui bahwa penyebaran Covid-19 dapat terjadi melalui udara (airborne). Kemungkinan penyebarannya dapat terjadi bila kualitas sirkulasi udara buruk.

Merespons hal itu, PT Sharp Electronics Indonesia mengumumkan temuan baru kemampuan teknologi Plasmacluster dalam webinar yang digelar Selasa (22/9/2020). Melalui penelitian uji virus yang dilakukan oleh Sharp Corporation, ditemukan bahwa teknologi ini dapat meminimalisasi risiko penularan virus corona melalui udara.

“Ini merupakan kontribusi yang dapat dilakukan oleh Sharp dalam membantu menjaga kesehatan konsumen setianya di seluruh dunia,” kata Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia Shinji Teraoka dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Senin (28/9/2020).

Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan Profesor Jiro Yasuda dari Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular,  Institute of Tropical Medicine, Universitas Nagasaki, Professor Asuka Nanbo, anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang dari Universitas Nagasaki,  dan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane.

Sebagai informasi, Profesor Hironori Yoshiyama merupakan anggota dewan institusi yang dihormati secara internasional dalam penelitian penyakit menular di Jepang dan pertama kali di dunia melakukan penelitian virus corona.

Dalam uji tersebut, virus corona yang melayang di udara terpapar ion Plasmacluster selama sekitar 30 detik. Hasilnya menunjukan bahwa titer (jumlah virus menular) infeksi virus berkurang lebih dari 90 persen.

Penyebaran ion Plasmacluster selama 30 detik itu dihitung dengan membagi volume ruang uji dan laju pemulihan aliran. Asumsinya, aerosol yang  mengandung virus melewati ruang tersebut dengan kecepatan konstan.

Kontribusi pada kesehatan masyarakat

Perlu diketahui, uji dengan teknologi Plasmacluster bukanlah hal pertama. Sejak 2000, Sharp telah mempromosikan "Pemasaran Akademik" guna membuktikan  keefektifan teknologi Plasmacluster bekerja sama dengan 30 lembaga penelitian independen pihak ketiga di delapan negara dunia.

Pada 2004, Sharp telah membuktikan keefektifan teknologi ini terhadap virus corona dari anggota keluarga Coronaviridae yang menyebar melalui kucing. Kelompok virus ini dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia, termasuk manusia.

Pada 2005, Sharp kembali membuktikan keefektifan Plasmacluster terhadap virus asli SARS coronavirus (SARS-CoV) yang mewabah pada 2002 hingga 2003. Secara genetik, virus ini mirip dengan novel coronavirus (SARS-CoV-2).

Selanjutnya pada 2020, Sharp telah memastikan bahwa ion Plasmacluster juga diakui efektif melawan "virus korona baru" (SARS-CoV-2) yang mengambang di udara.

Sejauh ini, sejumlah lembaga penelitian independen yang bekerja sama dengan Sharp telah membuktikan kemampuan Plasmacluster secara klinis dalam menekan aktivitas zat berbahaya, virus serta bakteri.

Adapun virus dan bakteri yang mampu ditekan antara lain virus influenza pandemi baru, bakteri yang resisten terhadap obat, alergen tungau, serta mengurangi tingkat peradangan bronkial pada anak-anak penderita asma.

Di saat yang sama, keamanan ion Plasmacluster juga telah dikonfirmasi oleh lembaga penelitian terhadap tubuh manusia.

SAS Global Plasmacluster Equipment Product Planning Division General Manager Hiromasa Okajima mengatakan, ke depannya Sharp akan terus berkontribusi pada kesehatan masyarakat.

"(Sharp) melakukan berbagai penelitian dengan memverifikasi berbagai aplikasi teknologi Plasmacluster guna menunjukkan keefektifan Ion Plasmacluster bagi kesehatan masyarakat dunia”, ujar Hiromasa Okajima.

Sebagai informasi, untuk pasar Indonesia, saat ini teknologi Plasmacuster telah ditanamkan pada produk AC, air purifier, kulkas dan juga mite catcher.