Advertorial

Semangat Kerja dari Rumah Mulai Kendur? Coba Lakukan 3 Tips Ini

Kompas.com - 27/10/2020, 09:24 WIB

KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, bekerja dari rumah atau work from home (WFH) menjadi sebuah anugerah tersendiri karena artinya, mereka tidak perlu lagi berangkat ke kantor dan bermacet-macetan di jalan.

Namun, aktivitas WFH ternyata bisa juga bikin pekerja kelelahan dan kurang produktif. Hal ini biasanya disebabkan oleh kegiatan berulang yang terus-menerus dilakukan dalam waktu lama.

Kompas.com pada Sabtu (2/5/2020) memberitakan, kondisi tersebut kerap dikenal dengan istilah disenchantment. Istilah ini merujuk pada kondisi kehilangan kenikmatan melakukan aktivitas yang berulang, terstandardisasi, dan kurangnya ruang interaksi dengan dunia sosial.

Oleh karena itu, para pekerja yang masih harus bekerja dari rumah hingga waktu yang belum dapat ditentukan perlu melakukan peregangan otot dan otak agak tak semakin terkungkung. Simak ulasan berikut untuk mengetahui aktivitas yang bisa kamu lakukan agar kembali semangat bekerja.

  1. Tidak memaksakan tubuh

Saat bekerja di kantor, jam kerja sudah terstruktur. Mulai dari jam produktif kerja, waktu istirahat, hingga waktu pulang ke rumah. Namun, berbeda halnya jika bekerja dari rumah karena tidak ada waktu kerja yang spesifik.

Alhasil, pembagian waktu kerja jadi tidak teratur dan bahkan mengganggu waktu istirahat dengan bekerja sampai larut malam. Sebaiknya, hindari pola kerja seperti ini. Pasalnya, tubuh dan pikiran memerlukan waktu untuk rehat.

Cara terampuh yang bisa kamu lakukan adalah menentukan jam produktif kerja. Dengan begitu, kamu akan lebih fokus menyelesaikan tugas pada jam kerja yang telah ditentukan. Saat memasuki jam istirahat, pekerjaan pun sudah selesai dan kamu memiliki waktu untuk me time.

  1. Mendengarkan musik

Ada kalanya, saat bekerja kamu merasakan kebuntuan dalam berpikir. Rasanya, sulit untuk mendapatkan inspirasi dan ide cemerlang. Nah, biasanya kondisi ini hadir ketika otak telah mencapai batasnya.

Jika kamu sedang mengalami hal tersebut, sebaiknya istirahat sejenak dan tidak memaksakan otak terus berpikir. Selagi istirahat, kamu juga bisa menyetel musik yang memberikan ketenangan dan kenyamanan.

Salah satu jenis musik yang bisa kamu dengar adalah musik instrumental. Diberitakan Kompas.com, Selasa (20/10/2020), musik instrumental bisa membuat seseorang lebih fokus dan rileks.

Untuk memudahkan kamu mendengar musik, kamu bisa memanfaatkan smartphone yang memiliki teknologi teranyar, seperti Samsung Galaxy S20 Fan Edition (FE) dengan fitur Bixby Routines Spotify My Headphone.

Dengan fitur tersebut, ponsel secara otomatis akan memutar musik lewat Spotify saat pengguna mengoneksikan headphone ke ponsel. Setelah itu, kamu bisa memilih musik yang ingin didengarkan.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai fitur tersebut, kunjungi official storeSamsung Indonesia di Tokopedia. Di sana, kamu juga bisa mencari HP Samsung terbaru sesuai selera.

  1. Tata ulang meja kerja

Duduk dalam waktu lama di tempat yang sama memang membosankan. Oleh karena itu, ada baiknya kamu menata ulang meja kerja agar mendapatkan suasana yang baru.

Cara pertama, kamu bisa mengubah tata letak peralatan kerja atau aksesori yang ada di atas meja. Misalnya, jika biasanya vas bunga berada di sisi kanan meja, pindahkan ke sisi kiri. Dengan perubahan ini, pemandangan meja kerja akan terlihat lebih fresh.

Cara kedua, kamu juga bisa memindahkan posisi meja kerja. Sebaiknya, tempatkan meja kerja dekat dengan jendela agar mendapatkan sirkulasi udara lebih baik. Bonusnya, kamu akan mendapatkan sorotan sinar mentari di pagi hari jika kamar kamu menghadap ke arah timur.

Dengan melakukan tips-tips tersebut, semoga kamu mendapatkan suntikan energi baru untuk siap kembali bekerja.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau