Advertorial

Mandalika Racing Team Indonesia Batal Launching, Ini Klarifikasi Kemenpora

Kompas.com - 28/10/2020, 19:35 WIB

KOMPAS.com - Mandalika Racing Team (MRT) Indonesia sempat dikabarkan akan melakukan peluncuran tim di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Namun, peluncuran ini harus dibatalkan karena belum mendapat izin dari pihak Kemenpora. 

Menurut keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (28/10/2020), Kemenpora menekankan bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya rencana penyelenggaraan ajang MotoGP 2021 di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada akhir 2021. 

Selain menjadi ajang olahraga internasional yang dinantikan kehadirannya di Indonesia, MotoGP 2021 Mandalika juga didukung oleh banyak lembaga. Namun, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Kemenpora terkait rencana tersebut. 

Maka dari itu, pihak Kemenpora menyampaikan beberapa poin klarifikasi terkait batalnya rencana peluncuran MRT Indonesia di lingkungan kantornya. 

1. Tak ingin lampaui wewenang

Kemenpora menyampaikan bahwa leading sector persiapan dan penyelenggaraan MotoGP 2021 Mandalika adalah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). 

Jika mengizinkan acara peluncuran tersebut, dikhawatirkan Kemenpora melampaui kewenangan Kemenparekraf. 

2. Buka kesempatan

Sebagai penanggung jawab bidang keolahragaan, Kemenpora membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin berpartisipasi dan membentuk tim pebalap untuk MotoGP 2021 Mandalika. 

Namun, masyarakat yang ingin berpartisipasi harus berkoordinasi dengan pihak Ikatan Motor Indonesia (IMI) selaku induk organisasi cabang olahraga bermotor maupun sepeda motor di Indonesia. 

3. Kewenangan lisensi

Kemenpora menyampaikan bahwa pihak yang memiliki kewenangan dan memberikan lisensi bagi penyelenggaraan MotoGP 2021 Mandalika adalah Dorna Sports. Sebab, perusahaan itu memiliki hak komersial dan penyiaran event secara penuh. 

4. Hanya berkoordinasi dengan induk organisasi 

Kemenpora hanya melakukan koordinasi dengan induk organisasi cabang olahraga, bukan dengan pribadi atau klub olahraga tertentu. Hal ini pun berlaku untuk seluruh cabang olahraga. 

Maka dari itu, koordinasi terkait kesiapan pebalap dapat langsung dilakukan dengan pihak IMI selaku induk organisasi. 

Kemenpora juga menyampaikan bahwa poin-poin klarifikasi perlu disampaikan karena beredar kabar di berbagai media bahwa pihaknya telah menyetujui jumpa pers atau peluncuran tim MRT Indonesia di kantor Kemenpora. 

Kemenpora mengakui, Sekretaris Menteri Olahraga dan Pemuda (Sesmenpora) sempat kedatangan pihak MRT Indonesia yang ingin menyampaikan rencana jumpa pers tersebut. Setelah dikonfirmasi ke beberapa pihak, ada beberapa hal terkait dengan poin-poin di atas yang belum terpenuhi. 

Oleh karena itu, Kemenpora belum dapat mengizinkan penyelenggaraan jumpa pers di lingkungan kantornya. 

Meski demikian, pihak Kemenpora mengaku tidak keberatan jika acara jumpa pers MRT Indonesia diselenggarakan di tempat lain. 

Selain itu, Menteri Olahraga dan Pemuda (Menpora) Zainudin Amali juga tidak diagendakan untuk hadir untuk di acara tersebut. Sebab, Menpora telah mengagendakan kehadirannya di acara puncak Hari Sumpah Pemuda ke-92.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau