Advertorial

Cari Jodoh, Solusi Atasi Kesepian di Tengah Pandemi

Kompas.com - 29/10/2020, 10:26 WIB

KOMPAS.com - “Timur ke barat, selatan ke utara, tak juga aku berjumpa. Dari musim duren hingga musim rambutan, tak kunjung aku dapatkan”.

Mungkin kamu tak asing dengan kalimat yang merupakan penggalan lagu berjudul "Cari Jodoh" milik grup band Wali ini.

Lagu tersebut menggambarkan betapa putus asanya seseorang karena tak juga mendapatkan pasangan hingga ia merasa kesepian.

Kesepian sebenarnya merupakan hal yang wajar, tapi jika dibiarkan bisa jadi berbahaya. Kalau dalam lagu yang dikutip tadi, dampaknya baru sekadar putus asa, tapi tak menutup kemungkinan bisa mendatangkan efek buruk lainnya.

Diberitakan Kompas.com, Jumat (29/5/2020), hasil riset yang dimuat dalam jurnal Perspectives in Psychological Science membuktikan bahwa kesepian bisa meningkatkan risiko kematian, terutama yang berusia di bawah 65 tahun.

Nah, kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi bisa saja menjadi salah satu penyebab kesepian. Akibat pandemi, mobilitas dan aktivitas sosial seseorang dibatasi agar penyebaran virus corona bisa dikendalikan.

Untuk mengisi kekosongan akibat efek pandemi, sebagian orang berpikir bahwa mencari seorang pasangan bisa jadi solusi, seperti terungkap dalam hasil penelitian bertajuk e-harmony and Relate hsd yang dilansir dari Metro UK, Rabu (8/7/2020).

Namun, bagaimana bisa mencari jodoh atau pasangan tapi ruang gerak terbatas hanya di rumah saja?

Minta rekomendasi teman

Cara cari pasangan yang paling praktis adalah dengan meminta bantuan teman atau sahabat.

Rekomendasi teman atau sahabat biasanya dapat dipercaya. Selain itu, temanmu dapat berperan sebagai “mak comblang” atau perantara langsung.

Kemudian, karena rekomendasinya dari temanmu langsung, kamu bisa mengorek informasi yang lebih akurat, seperti karakter, hobi, atau kegiatan yang disukai oleh calon pasanganmu.

Keuntungan dari cara yang satu ini adalah pendekatan jadi lebih mudah karena kamu dan calon pasangan sudah memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama mengenal si perantara.

Dengan begitu, perkenalan menjadi lebih cair.

Melalui orangtua

Jika temanmu tak punya kandidat yang tepat, kamu bisa mencari pasangan lewat bantuan orangtua. Biasanya, mereka punya banyak kenalan. Hal yang terpenting, jangan sungkan meminta bantuannya.

Keuntungan dari cara yang satu ini, kamu tak perlu meragukan calon pasangan yang diperkenalkan oleh orangtua. Sebab, mereka akan memilihkan yang terbaik untuk anaknya. Jadi, calon pasangan yang dikenalkan tak mungkin asal-asalan.

Andalkan aplikasi online dating

Kalau kedua cara tadi masih terlalu kuno bagimu, cobalah opsi lain dengan menggunakan aplikasi online dating.

Cara ini terbilang paling praktis. Lewat cara ini, kamu tetap bisa melakukan pencarian pasangan dengan aman dan tak perlu pergi ke segala penjuru mata angin seperti yang digambarkan dalam lagu Wali.

Selain praktis, aplikasi online dating memberikan banyak opsi kandidat calon pasangan.

Namun, kamu perlu melakukan beberapa hal sebelum menggunakannya. Buat dirimu semenarik mungkin agar dilirik calon pasangan.

Misalnya, kamu perlu membuat curriculum vitae dan mengisi profil di aplikasi kencan virtual dengan lengkap.

Agar usaha kamu dalam mencari jodoh lewat online dating lancar, pastikan dulu kamu punya jaringan dan kuota internet yang mendukung.

Terlebih, tak jarang obrolan di aplikasi tersebut berlanjut ke ranah aplikasi chatting yang lebih personal, seperti lewat LINE atau WhatsApp. Bahkan, cara berkomunikasi tidak lagi sekadar chatting atau voice call, tapi juga video call.

Untuk kebutuhan internet lancar dengan harga terbaik, kamu bisa beli kuota Indosat di Tokopedia.

Ada beragam pilihan paket data Indosat dan beragam promo menarik yang dijual di e-commerce tersebut. 

Dengan begitu, pencarian jodohmu tetap aman dan lancar. Yuk, beli paket Indosat sekarang di Tokopedia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau