Advertorial

Apakah Menekuni Hobi Bisa Menjadi Investasi?

Kompas.com - 30/10/2020, 09:33 WIB

KOMPAS.com - Bicara soal hobi, setiap orang pasti memiliki hobi yang berbeda-beda, mulai dari bermusik, mengoleksi benda antik, hingga hobi ngomongin tetangga (yang ini jangan ditiru, ya).

Di satu sisi, hobi bisa berfungsi jadi motivasi, kegemaran di waktu luang, pengobat hati, dan juga mampu mencirikan hidup seseorang. Oleh karena itu, hampir setiap orang memiliki hobi.

Sebab, hobi adalah suatu kegiatan yang dilakukan pada waktu luang seseorang dan membuat orang tersebut senang dan bisa menenangkan pikiran orang tersebut. Jadi, tidak mungkin seseorang tidak memiliki hobi walaupun cuma leyeh-leyeh sambil scrolling media sosial maupun e-commerce.

Lalu, apakah dari banyaknya jenis hobi yang orang miliki, apakah bisa menjadi investasi?

Ubah hobi menjadi hal positif

Jika Anda memiliki sebuah hobi, cobalah untuk menyelaminya lebih dalam dan mencari hal positif di dalamnya. Contohnya, jika memiliki hobi mengoleksi album musik, pernahkah Anda berpikir bahwa hobi tersebut bisa menjadi investasi di kemudian hari?

Sama halnya dengan kolektor barang antik, gemar mengoleksi album-album musik juga dapat menjadi investasi. Rawatlah dengan baik kaset-kaset album musik yang dimiliki, siapa tahu di kemudian hari menjadi barang antik dan langka yang akan bernilai tinggi.

Atau jika Anda hobi membuka sosial media, hobi membuat konten atau memantau apa yang sedang tren saat ini. Anda bisa menjadi admin sosial media pada sebuah brand. Kalau Anda memiliki hobi mengobrol, Anda bisa membuat podcast di berbagai macam platform di Spotify atau Youtube.

Tekuni hobi lalu cari peluang

Joanne Kathleen Rowling atau lebih dikenal dengan J.K. Rowling merupakan salah satu contoh orang yang sukses menekuni hobi dan mencari peluang sehingga bisa berinvestasi lewat hobinya.

Pasalnya, J.K Rowling sudah hobi menulis sejak usianya menginjak enam tahun. Saat itu, ia mengarang kisah yang berjudul Rabbit.

Ia terus menekuni hobinya hingga di umur 33 tahun dan baru mengeluarkan buku pertamanya yang diberi judul “Harry Potter and the Philosopher’s Stone”. Setelah itu, bukunya sangat laris di pasaran hingga dibuatkan film pada tahun 2001 hingga 2011. Lewat karyanya, Rowling telah menjadi penulis terkaya sepanjang sejarah kesusasteraan.

Pengembangan hobi menjadi investasi halangannya hanya ada pada diri sendiri. Jika Anda hanya memandang hobi sebagai kesenangan yang tak ingin dibagi, selamanya hobi tidak akan berkembang.

Namun, jika Anda mau menggali lebih dalam seputar hobi, mempelajari, dan menekuninya dengan serius, ada banyak peluang yang tersimpan di sana. Semuanya kembali pada keputusan Anda sendiri. Siapkah Anda berkomitmen tinggi mengembangkan hobi?

Jangan sampai hobi merusak cash flow

Walaupun terkadang sebuah hobi membuat anggaran belanja bocor, ada sebuah trik yang bisa dilakukan. Anda dapat memanfaatkan pinjaman online cepat cair bayar bulanan dari Kredivo yang bisa menjaga keseimbangan cash flow Anda.

Dengan tenor pembayaran yang fleksibel, mulai dari 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan, Anda tidak perlu merogoh tabungan maupun dana darurat demi menekuni hobi.

Ditambah lagi pada 10 hingga 12 November 2020 mendatang, Kredivo mengadakan promo cicilan bunga 0 persen, khusus pinjaman 3 dan 6 bulan. Nguntungin banget, kan.

Makanya, tunggu apa lagi? Yuk, ajukan pinjaman online cepat cair bayar bulanan dari Kredivo untuk mendalami hobi sekarang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau