Advertorial

Untuk Dapat Bertahan di Tengah Pandemi, Pelaku UMKM Harus Inovatif

Kompas.com - 30/10/2020, 17:09 WIB

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 menuntut para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lebih kreatif. Mereka harus cepat beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen.

Hal tersebut dikatakan Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik saat membuka bazar UMKM di Kabupaten Cirebon, sekaligus memperingati haul akbar Maulana Syarif Al Habib Thoha Bin Hasan Bin Yahya, Rabu (28/10/2020).

"Artinya, walau di tengah pandemi ini banyak UMKM yang mengalami kebangkrutan, masih ada peluang yang bisa dikembangkan. Syaratnya dengan berpikir kreatif dan inovatif," kata Riza dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (30/10/2020).

Riza mengambil satu contoh. Ada pelaku usaha di Kalimantan Tengah yang awalnya memproduksi sarung bantal dari kain perca kini beralih fokus produksi dengan membuat masker.

Saat itu, penjualan produk kain bantal memang mengalami penurunan. Tak disangka, ia justru mendapat keuntungan besar karena masker yang dijual laris di pasaran.

Sama halnya dengan yang terjadi di Pekalongan. Banyak perajin baju dan kain batik mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil produksinya.

Namun, mereka berinovasi dengan membuat batik khusus untuk pakaian rumahan, seperti celana, piyama, ataupun daster. Hasilnya, produk mereka pun laku keras di pasaran.

Kuncinya, kata Riza, adalah berpikir kreatif. Selain itu, Riza juga mengimbau agar para pelaku UMKM beradaptasi dengan ekosistem digital. Tujuannya, agar mereka mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kita tidak pernah tahu kapan pandemi ini berakhir. Jadi, ini momentum bagi UMKM untuk melakukan langkah strategis ke ekosistem digital," ucap Riza.

Dok. Kementerian Koperasi dan UKM Dok. Kementerian Koperasi dan UKM

Dalam kesempatan itu, Riza juga mengimbau para pelaku UMKM di Kabupaten Cirebon untuk memanfaatkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif dengan baik.

Ia mengatakan, Banpres dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas para pelaku usaha tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang berlaku.

Seperti diketahui, Banpres Produktif adalah bantuan tunai senilai Rp 2,4 juta yang diberikan pemerintah kepada para pelaku UMKM.

Bantuan ini diberikan dengan tujuan agar UMKM dapat bertahan di masa pandemi.

Selain Banpres, Riza juga menyebut bahwa pelaku UMKM juga bisa mendapatkan manfaat dari program lainnya. Misalnya, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super-Mikro yang kerap disampaikan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki di berbagai kesempatan.

Dengan mengikuti program itu, pelaku UMKM bisa mendapat fasilitas pinjaman hingga Rp 10 juta dengan bunga nol persen. Adapun program tersebut dibuka sampai akhir Desember 2020.

"Pelaku usaha mikro (dapat) memanfaatkan program-program tersebut untuk meningkatkan kapasitas usahanya," jelas Riza.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau