Advertorial

Tahun Ini Jadi Tahun Pertama Women Of The Year Diadakan Secara Daring

Kompas.com - 30/10/2020, 21:07 WIB
Desy Masri dan Aprishi Allita dalam acara Women Of The Year 2020. (Dok. Her World Indonesia) Desy Masri dan Aprishi Allita dalam acara Women Of The Year 2020. (Dok. Her World Indonesia)

KOMPAS.com – Women Of The Year 2020 dilangsungkan secara online di tengah pandemi Covid-19. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan kepada para wanita yang kerja dan karya mereka memberikan dampak baik bagi masyarakat.

Memasuki gelaran yang ke-14, Her World Indonesia kembali menyelenggarakan acara penghargaan Women Of The Year 2020 (WOTY). Acara ini bertujuan untuk mengapresiasi para wanita Indonesia inspiratif yang telah mewujudkan cita-citanya, serta memiliki konsistensi yang kuat dalam karier tanpa henti berjuang di bidang masing-masing, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Program Women Of The Year 2020 digelar secara rutin setiap tahun oleh Her World Indonesia, Her World Regional, oleh Her World Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Her World Indonesia berhasil memilih berbagai sosok dengan latar belakang yang berbeda, yang tidak berhenti berkarya selama pandemi Covid-19. Women Of The Year 2020 adalah dr. Debryna Dewi (Dokter Relawan Wisma Atlet, Influencer, Anggota Tim INASAR, Indonesia Search & Rescue), Dewi Nur Aisyah (Ahli Epidemiologi & Informatika), Ratri Anindyajati (Aktivis Seni, Penyintas Covid-19), Najelaa Shihab (Founder Sekolah Cikal), Dwi Sasetyaningtyas (CEO Sustaination), Aprishi Allita (Pishi Yoga & Mediatasi), Maurilla Sophianti Imron (Founder & CEO Zerowaste.id_official), Anbita Nadine Siregar, Janice Belinda Widjaja, dan Crystal Widjaja (Founder Generation Girl.id), Happy Salma (Seniman, Penggagas Sandiwara Sastra, Co-founder Tulola), dan Denica Flesch (Founder Sukkha Citta).

 “Di masa pandemi ini, passion, kepedulian, dan ketangguhan mereka semakin jelas terasa. Mereka melangkah keluar dari comfort zone untuk terjun jadi relawan di garda depan, memimpin tim pengolahan data nasional Covid-19, membangun lingkungan yang lebih sehat, menyembuhkan luka mental dari sekian banyak masyarakat terdampak, hingga mereka yang tetap berkarya dalam seni dan sastra,” ujar Editor in Chief Her World Indonesia Shantica Warman.

Penyelenggaraan Woman Of The Year oleh Her World Indonesia tahun ini, untuk pertama kalinya dapat dinikmati secara luas oleh publik melalui YouTube premiere. Malam penobatan berupa video dapat diakses di akun YouTube Her World Indonesia secara gratis pada Selasa, (20/10/2020) pukul 20.00 WIB.

Women Of The Year 2020 turut didukung oleh sejumlah pihak yang menjadi pendukung utama, UOB Indonesia dan Sulwhasoo Indonesia.

“Salah satu fokus Bank UOB adalah memberikan layanan khusus untuk para wanita melalui produk Kartu Kredit UOB Ladys Card. Sosok Women Of The Year memberikan inspirasi bagi para wanita Indonesia untuk terus berkarya dalam kondisi apapun dengan kepribadiannya yang tangguh, kreatif, dan percaya diri yang sesuai dengan sosok para wanita Ladys Card,”ujar Head of Cards & Payment Bank UOB Indonesia Dessy Masri.

“UOB bangga dapat turut berpartisipasi sebagai partner penyelenggaraan Women of The Year dalam beberapa tahun ini,” lanjut Dessy.

Sosok-sosok yang masuk dalam daftar penerima penghargaan Woman Of the Year 2020 tidak membiarkan pandemi Covid-19 membatasi ruang geraknya dalam berkarya dan bersuara.

Seperti Debryna Dewi, dokter muda kelahiran Magelang, Jawa Tengah yang menjadi panutan dan inspirasi bagi calon dokter, petugas kesehatan, dan generasi muda Indonesia.

Debryna kerap membagikan cerita keseharian di media sosial, dalam menjalankan tugas sebagai relawan di Wisma Atlet. Tujuannya supaya semakin banyak masyarakat yang tahu informasi sebenarnya seputar kondisi Wisma Atlet dan tidak menyerah untuk menuntaskan tugasnya di garda terdepan.

Selain itu, Dewi Nur Aisyah, yang merupakan pakar penyakit menular yang direkrut oleh Komite Penanganan Covid-19 untuk pengumpulan dan pengolahan data yang menjadi dasar pengambilan kebijakan menangani kasus Covid-19 di Indonesia,dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Prestasi terakhir yang didapatkan yaitu sebagai penerima Travel Grant Award For Young Investigators pada 19th International Congress on Infectious Disease di Kuala Lumpur Malaysia, Februari lalu.

Sosok inspiratif lain, yaitu Ratri Anindyajati. Salah satu dari tiga pasien terinfeksi Covid-19 pertama di Indonesia yang telah dinyatakan sembuh. Sekarang, ia aktif menggalang dana lewat salah satu akun crowdfunding untuk disumbangkan pada tenaga medis rumah sakit atau puskesmas.

Saat ini, Ratri juga menjadi salah satu duta dari program Saweran Online dan Program Manager Indonesia Dance Festival untuk pekerja seni.

Sosok perempuan inspiratif lainnya adalah, Najelaa Shihab yang memiliki fokus terhadap Pendidikan di Indonesia terlepas karena banyak yang harus dibenahi. Najelaa mendirikan sekolah Cikal dan membangun komunitas inibudi.org.

Najelaa juga menginisiasi gerakan “Semua Murid Semua Guru”, yang mengajak masyarakat untuk turut memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya daerah pelosok. Najelaa menggagas platform digital Sekolahmu, yaitu aplikasi blended learning pertama di Indonesia yang menjadi wadah kolaborasi antar sekolah dan korporasi.

Selanjutnya adalah Dwi Sasetyaningtyas. Ia merupakan pendiri Sustaination dengan tujuan untuk mengenalkan gaya hidup berkelanjutan untuk kehidupan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang melalui edukasi SustainBlog dan SustainTalks.  Dwi juga kerap mengadakan workshop seputar membuat kompas dan kiat zero waste lainnya.

Happy Salma menjadi salah satu wanita inspiratif di Women Of The Year 2020. (Dok. Her World Indonesia) Happy Salma menjadi salah satu wanita inspiratif di Women Of The Year 2020. (Dok. Her World Indonesia)

Sosok berikutnya adalah Aprishi Allita seorang aktivis anti-bullying dan membuat situs www.stopbulling.co.id. Aprishi juga merilis buku self care yang bertajuk ‘Cool in School’ untuk para remaja sekolah agar bisa bangkit dan percaya diri. Ia juga aktif sebagai instruktur yoga dan meditasi untuk mengajak banyak orang melakukan proses healing bersama.

Selanjutnya, ada Maurilla Sophianti Imron sebagai lulusan universitas di Belanda yang kini menjadi Founder dan CEO dari Zerowaste.id, komunitas dengan fokus mengkampanyekan cara meminimalisir sampah.

Saat ini, Maurilla bekerja sama dengan komunitas Sedari Sedari, Workplay, Living Loving Net, hingga National Gegraphic Indonesia untuk membuat gerakan #tukarbaju untuk mewujudkan mode berkelanjutan dan slow fashion yang telah banyak diaplikasikan di berbagai negara.

Selain itu, tiga nama pendekar teknologi dibalik Go-Jek yaitu, Anbita Nadine Siregar, Janice Belinda Widjaja, dan Crystal Widjaja, pendiri Generation Girl.ID untuk meningkatkan kesadaran perempuan tentang dunia Science, Technology, Engineering dan Mathematics (STEM), yang masih banyak didominasi oleh kaum pria.

Selama pandemi Covid-19, organisasi non profit tersebut memperbanyak kelas hingga ke luar Jabodetabek dengan ilmu yang lebih luas, termasuk kelas animasi, membangun robot, membuat website, dan lainnya.

Wanita yang memberikan inspirasi lainnya adalah Happy Salma, panutan dikalangan seniman Indonesia. Happy Salma membuat Sandiwara Sastra, sebuah ahli wahana karya sastra dari buku menjadi tata suara yang ditayangkan lewat podcast “Budaya Kita”. Misinya yaitu mengenalkan generasi muda pada karya-karya sastra pujangga Indonesia.

Karier bermula dari ajang sinetron, bermain film dan teater, produser teater, menyutradarai serial TV berjudul “MasakanRumah”, hingga butik perhiasan Tulola Jewelry.

Selanjutnya, ada Denica Flesch sosok pendiri Sukkha Citta, yang merupakan industri kerajinan yang kini bekerja dengan hampir 50 pengrajin di empat desa di Jawa.

Ia berhasil memproduksi 80-100 kain dalam sebulan yang dipasarkan ke 20 negara. Di tengah pandemi Covid-19, Sukkha Citta mendapatkan penghargaan World Changing Idea Award 2020 oleh Fast Company pada April 2020.

Sebelum malam penghargaan digelar, penyelenggaran WOTY 2020 sudah berlangsung beberapa minggu sebelumnya dengan menyelenggarakan webinar series.

Dalam acara tersebut, menghadirkan narasumber kompeten yang merupakan penerima penghargaan Women Of The Year di tahun-tahun sebelumnya. Tiga kali webinar selalu dipenuhi peserta. Para pembicara tersebut adalah Cynthia Wirjono, Yovita Lesmana, Andra Alodita, Chitra Subyakto, Alamanda Shantika, dan Tety Sianipar.

“Sudah hampir 6enamtahun Sulwhasoo berkerja sama dengan Herworld Indonesia Woman Of The Year. WOTY merupakan ajang yang berbeda dan sangat baik karena selain memberikan apresiasi kepada para perempuan beprestasi di bidangnya. Ajang ini membuat mereka lebih visible di masyarakat dan dikenal luas sehingga membuka prestasi-prestasi baru untuk mereka ke depannya,” ujar Sulwhasoo Marketing Communication & AMOREPACIFIC Corporate Communication Manager, Dery G Waluyo.

Woman Of The Year akan terus mengamati gerak dinamis wanita Indonesia, yang berdampak besar bagi sekitarnya. Harapannya, acara ini bisa menjadi penyemangat wanita Indonesia untuk terus saling mendukung dan membangun negeri ini.

WOTY yang diadakan dari tahun ke tahun ini menjadi sebuah komunitas perempuan inspiratif yang dapat memberdayakan sesama, memperbaiki lingkungan, dan menginspirasi lebih banyak lagi perempuan di seluruh Indonesia.