Advertorial

Berikut Daftar Inovasi Pertamina untuk Jawab Tantangan Energi Masa Depan

Kompas.com - 01/11/2020, 09:53 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina. (DOK. Pertamina) Ilustrasi SPBU Pertamina.

KOMPAS.com – Pertamina terus melakukan inovasi-inovasi untuk memastikan visi pemerintah menjawab tantangan energi di masa depan lewat pemanfaatan green energy.

Memanfaatkan teknologi terkini, Pertamina menciptakan energi ramah lingkungan dengan menggali potensi energi baru terbarukan (EBT) yang berlimpah di Indonesia.

Pada Maret 2020, Pertamina melakukan uji coba co-processing green gasoline di Kilang Cilacap. Selanjutnya pada Juli 2020, Pertamina telah sukses melakukan uji coba produksi green diesel D100 sebanyak 1.000 barrel di Kilang Dumai.

Pada akhir tahun Pertamina telah mernargetkan untuk melanjutkan uji coba co-precessing green avtur.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, produk-produk bahan bakar ramah lingkungan tersebut diolah dari bahan dasar kelapa sawit.

Proses uji coba dan produksinya menggunakan Katalis Merah Putih yang diproduksi oleh Research and Technology Center (RTC) Pertamina, bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Setelah uji coba, Pertamina akan bersinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain dan perguruan tinggi untuk membangun pabrik katalis yang mendorong pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di industri migas dan kimia,” ujar Fajriyah.

Menurutnya, pemanfaatan TKDN di industri migas dan kimia akan membantu mengurangi defisit transaksi negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Proses uji coba dan pembangunan pabrik katalis akan berjalan paralel dengan pembangunan Standalone Biorefinery di Cilacap maupun di Plaju.

Komitmen subholding Pertamina

Lebih lanjut Fajriyah menyampaikan, komitmen Pertamina untuk berinovasi dan menciptakan produk energi berkualitas serta ramah lingkungan juga ditunjukkan oleh perusahaan subholding-nya.

Subholding Power and New & Renewable Energy Pertamina yaitu PT Pertamina Power Indonesia (PPI) saat ini juga memiliki portofolio proyek Energi Bersih.

Salah satunya adalah Proyek Independent Power Producer (IPP) LNG-to-Power Jawa-1 dengan kapasitas 1760 Mega Watt (MW), yang berlokasi di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Proyek ini sedang dalam proses konstruksi.

Sampai dengan Januari 2020, progres proyek telah mencapai 87,5 persen dan ditargetkan mencapai COD pada 2021.

Selain IPP Jawa-1, ada juga beberapa proyek yang sebelumnya telah dioperasikan PPI. Beberapa di antarnya Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 4 megawatt (MW) yang berlokasi di area Kilang LNG Badak, Kalimantan Timur dan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) yang berasal dari pengolahan limbah kelapa sawit dengan kapasitas 2,4 MW. PLTBg tersebut merupakan hasil kerjasama antara PPI dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III.

Terakhir, Proyek Pengoperasian dan Perawatan (O&M) PLTBg milik PTPN II di area Kwala Sawit dan Pagar Merbau, Sumatera Utara dengan total kapasitas 2 MW.

PPI juga melakukan pengembangan PLTS di semua SPBU Pertamina sebagai bagian dari optimalisasi bauran energi di wilayah operasi Pertamina. Tahun ini Pertamina menargetkan 50 SPBU untuk mengembangkan PLTS dan diharapkan akan terus bertambah jumlahnya di masa depan.

“Sampai saat ini, PPI telah membuktikan kompetensi dan kapabilitasnya sebagai penyedia energi bersih. Ke depan, perusahaan akan terus memperluas komitmen pengembangan energi bersih, baik untuk kebutuhan di luar Pertamina, maupun di internal di lingkungan Pertamina sendiri," ujar Fajriyah.

Diapresiasi Menteri BUMN

Upaya Pertamina dalam mengantisipasi tren energi masa depan ini diapresiasi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Pada kesempatan berbeda ia menyampaikan dukungan untuk Pertamina dalam melakukan transformasi ke green energi.

“Transformasi energi sudah diimplementasikan Pertamina melalui program B30, serta percepatan program gasifikasi batu bara menjadi metanol dan dimethyl ether (DME) yang bisa mengurangi impor LPG yang sudah mencapai enam juta metrik,” ujarnya.

 Selain itu, Kementerian BUMN juga terus mendorong transformasi BUMN bidang energi.

Salah satunya dengan mendorong terwujudnya kerja sama antara Pertamina dan beberapa BUMN dalam pengembangan bisnis baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang dipercaya sebagai sumber energi transportasi di masa depan.