Advertorial

Intip Strategi Pemasaran Kreatif di Media Sosial dari Pakar Facebook Indonesia Ini

Kompas.com - 02/11/2020, 10:11 WIB
Diperlukan strategi media sosial yang kreatif untuk bisa mengembangkan usaha di era digital (Dok. Facebook) Diperlukan strategi media sosial yang kreatif untuk bisa mengembangkan usaha di era digital

KOMPAS.com - Dahulu, sarana atau platform pemasaran cukup terbatas jumlahnya. Penggunanya juga harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Misal saja, iklan baris di koran, adlibs di radio, papan billboard di jalanan, atau iklan di televisi.

Namun, platform tersebut kian bertambah seiring perkembangan teknologi. Salah satu yang banyak digunakan untuk pemasaran saat ini adalah media sosial.

Alasannya sederhana, hampir semua orang saat ini menggunakan media sosial. Berdasarkan riset HootSuite 2020, pengguna aktif media sosial di Indonesia telah mencapai 160 juta orang. Artinya, 59 persen dari total populasi Indonesia adalah pengguna media sosial.

Selain itu, biaya pemasaran di media sosial juga relatif terjangkau pembuatan materinya bisa dilakukan dengan proses produksi yang sederhana. Tak heran jika media sosial dimanfaatkan pengusaha dari berbagai skala bisnis, termasuk usaha mikro kecil dan menengah UMKM.

Meski demikian, melakukan aktivitas pemasaran di media sosial tak semudah yang dibayangkan. Sebab, pengusaha harus berkompetisi satu sama lain untuk menciptakan konten pemasaran yang bisa menarik perhatian para pengguna media sosial.

Lantas, seperti apa konten media sosial yang menarik untuk aktivitas pemasaran? Berikut strategi dari Creative Strategist SEA Facebook Indonesia, Ancilla Marcelina dalam kelas daring Laju Digital yang digelar Facebook Indonesia, Kamis (13/8/2020).

1. Relevan dengan target pasar

Salah satu strategi untuk membuat konten yang menarik, kata Ancilla, adalah dengan mengetahui target pasar usaha Anda terlebih dahulu.

Dengan demikian, Anda bisa membuat konten yang relevan dengan kebutuhan mereka. Hal tersebut membuat hasrat mereka untuk membeli produk atau menggunakan jasa yang Anda tawarkan jadi lebih besar.

“Misalnya ada suatu bisnis yang menargetkan pasar milenial sekaligus pasar orang tua. Mereka membuat konten yang menampilkan unsur anak-anak untuk menyasar target pasar orangtua. Sedangkan, untuk generasi milenial, mereka membuat konten yang lebih ‘bermain’ dan interaktif,” ujar Ancilla.

2. Dapat menghentikan ibu jari

Seperti diketahui, hampir semua orang menelusuri konten-konten media sosial di smartphone menggunakan ibu jarinya. Ancilla mengatakan, aktivitas itu biasanya dilakukan dengan cepat.

“Jadi, konten yang dibuat harus sangat menarik sampai bisa menghentikan ibu jari target (pasar),” ujarnya dalam kelas daring Laju Digital yang digelar Facebook Indonesia, Kamis (13/8/2020).

Untuk mencapai hal tersebut, lanjut Ancilla, pelaku usaha dapat menciptakan konten-konten yang menarik secara visual, bisa berupa foto, gambar ilustrasi, video, maupun animasi. Selain itu, pastikan juga untuk membuat konten yang memiliki pesan dan ajakan yang jelas.

“Misalnya, Anda ingin menyampaikan untuk ‘beli sekarang’, ‘pesan sekarang’, atau ‘kunjungi toko kami sekarang’. Pastikan untuk menyampaikan pesan dengan jelas,” lanjutnya.

3. Rencanakan konten

Sebelum mulai membuat konten, Anda wajib membuat perencanaan yang matang. Ada tiga elemen penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan konten, yakni interaksi, edukasi, dan daya tarik.

Elemen interaksi bisa dibangun dengan membagikan cerita di balik usaha yang dijalankan atau apa saja yang sudah dilakukan untuk komunitas sekitar.

“Misalnya, Anda membuat donasi atau terlibat sebagai volunteer pada kegiatan komunitas tertentu. Anda bisa menceritakan hal tersebut di dalam konten untuk menarik interaksi dari target (pasar),” terang Ancilla.

Pada elemen edukasi, Anda bisa membuat konten yang menjelaskan kelebihan dan keunikan produk atau layanan yang ditawarkan jika dibandingkan dengan milik kompetitor.

Selain itu, Anda juga bisa menunjukkan cerita di balik layar usaha. Misalnya saja, melalui video proses pembuatan produk usaha Anda.

“Anda juga bisa menunjukkan cara menggunakan produk atau layanan,” lanjut Ancilla.

Terakhir, elemen daya tarik. Anda dapat menuangkan elemen ini dalam berbagai bentuk konten, mulai dari pengumuman produk baru, lokasi toko baru, hingga informasi tentang promo atau diskon.

Itulah beberapa strategi pemasaran kreatif yang bisa diterapkan untuk membuat konten media sosial yang menarik.

Temukan tips-tips bermanfaat lain untuk mengembangkan usaha di program Laju Digital dari Facebook Indonesia. Di sana, Anda bisa mendapat banyak inspirasi dari para pakar dan pelaku UMKM yang telah sukses.

Selain itu, Anda juga bisa mempelajari penggunaan tools Facebook untuk meningkatkan performa bisnis.

Ada berbagai materi yang dapat Anda saksikan, mulai dari cara menggunakan pengelola iklan Facebook, strategi iklan yang efektif, menyebarkan kisah bisnis di Instagram, WhatsApp untuk bisnis, tips pemasaran kreatif di media sosial, dan masih banyak lagi.

Kunjungi laman https://business.facebook.com/watch/marketingAPAC/963987450780090 untuk mengakses program Laju Digital dari Facebook Indonesia secara gratis.