Advertorial

Begini Cara Efektif Cegah Penyakit Menurut Ahli Imunisasi

Kompas.com - 02/11/2020, 20:54 WIB
Webinar Sosial Media ?Vaksinasi untuk Negeri? bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Sabtu (31/10/2020). (Dok. Kominfo KPCPEN) Webinar Sosial Media ?Vaksinasi untuk Negeri? bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Sabtu (31/10/2020). (Dok. Kominfo KPCPEN)

KOMPAS.com – Dalam upaya mencegah suatu penyakit, pemerintah selalu menganjurkan masyarakat untuk melakukan vaksinasi dan imunisasi. Apalagi, bagi bayi dan anak-anak yang tubuhnya masih rentan terhadap berbagai penyakit.

Namun, tahukah Anda bahwa istilah vaksinasi dan imunisasi ini berbeda. Meski sering digunakan untuk tujuan yang sama, yaitu mencegah penyakit, vaksinasi dan imunisasi mengandung makna yang berbeda.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Indonesian Technical Advisory Group in Immunization (ITAGI) Prof Dr Sri Rezeki S Hadinegoro yang hadir dalam webinar “Vaksinasi untuk Negeri” bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Sabtu (31/10/2020).

“Istilah vaksinasi dan imunisasi ini sering sekali dipakai bersama-sama. Walaupun, kalau kita mau tahu persis, itu agak sedikit berbeda," ujar Sri Rezeki dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (2/11/2020).

Ia menjelaskan bahwa vaksinasi adalah tindakan memasukkan vaksin ke dalam tubuh untuk merangsang sistem imun. Sementara, imunisasi merujuk pada suatu proses pembentukan antibodi atau kekebalan di dalam tubuh setelah vaksin dimasukkan.

Selain itu, dalam webinar tersebut, Sri juga menjelaskan bahwa upaya pencegahan penyakit tidak cukup hanya dengan vaksinasi dan imunisasi. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam upaya pencegahan penyakit, yaitu ketersediaan air bersih .

Menurutnya, jika air bersih tersedia di seluruh Indonesia, mungkin 50 persen dari penyakit yang mengancam masyarakat sudah dapat diatasi.  Sebagai informasi, kekurangan air bersih dapat menyebabkan penyakit , seperti hepatitis, disentri, kolera, malaria, dan cacingan.

Upaya pencegahan penting lainnya adalah dengan menghindari indoor pollution atau polusi di dalam ruangan.

Sri menjelaskan bahwa orang yang merokok di dalam ruangan dapat menciptakan polusi tersebut. Asap yang muncul dari rokok akan memenuhi ruangan dan mengurangi kualitas udara.

“(Selain itu) kalau di daerah Timur itu masih banyak yang memasak di dalam rumah dengan kayu sehingga asapnya ke mana-mana. Itu harus dihindari,” katanya.

Tak hanya itu, para orangtua juga dapat memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif, nutrisi seimbang, dan mengikuti program keluarga berencana dalam upaya mencegah berbagai penyakit untuk anak-anak.