Advertorial

Komunitas Salihara Tantang Pelajar SMA Dalami Novel dan Memoar lewat Debat Sastra

Kompas.com - 05/11/2020, 09:00 WIB
Dok. Salihara Dok. Salihara

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 tidak meredupkan asa Komunitas Salihara untuk tetap merayakan semangat kesusastraan.

Dengan semangat itu, Salihara telah mengajak siswa-siswi SMA dan SMK untuk adu intelegensi dan pengetahuan dalam Kompetisi Debat Sastra 2020.

Melalui kompetisi tersebut, para siswa ditantang untuk beradu wawasan dalam membandingkan karya sastra, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Tahun ini, karya yang diperbandingkan adalah novel Lusi Indri karya YB Mangunwijaya dan memoar penulis asal Mesir Nawal El Saadawi bertajuk Perempuan di Titik Nol.

Komunitas Salihara menjelaskan, kedua karya tersebut sengaja dipilih karena memiliki kedekatan dalam menggambarkan tokoh perempuan yang berhadapan dengan situasi zaman dan masyarakat, meski keduanya berbeda genre.

“Karya sastra tersebut mampu memberi ruang bagi pembaca untuk memahami permasalahan yang mirip sekaligus berbeda dalam perspektif yang lebih luas dan kaya,” bunyi keterangan resmi Komunitas Salihara yang diterima Kompas.com, Rabu (4/11/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bak gayung bersambut, antusiasme para siswa terhadap kompetisi tersebut sangat tinggi. Sebanyak 62 kelompok siswa dari berbagai sekolah di Tanah Air ikut mendaftar Kompetisi Debat Sastra itu.

Sebagai informasi, kompetisi tersebut terdiri dari dua tahap. Pada tahap pertama, para peserta diminta menulis karya tulis (makalah) yang berisi analisis perbandingan dua karya sastra di atas.

Adapun Komunitas Salihara telah menerima 47 makalah dari para peserta. Sebagian besar makalah menawarkan kedalaman pemahaman dan keluasan sudut pandang tentang situasi zaman dan masyarakat dalam dua karya tersebut.

Selanjutnya, para juri menilai karya tulis berdasarkan mutu argumen, pendalaman, penggalian masalah, ketertiban, dan keindahan bahasa Indonesia yang digunakan.

Selain itu, keterampilan para peserta dalam menyampaikan gagasan secara lisan dan kekuatan argumen dalam perdebatan juga masuk dalam penilaian.

Dari 62 kelompok tersebut, dewan juri telah memilih 5 makalah terbaik dan 2 kelompok yang berhak melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu babak final.

Para finalis Kompetisi Debat Sastra Tingkat SMA 2020 adalah Kelompok Gloritani (SMA Global Jaya) dan Kelompok 2 (SMA Binus School Serpong).

Selanjutnya, para finalis beradu kembali melalui debat yang digelar secara daring. Babak final digelar bertepatan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020.

Total hadiah yang disiapkan sebesar Rp 60 juta. Juara 1 mendapatkan hadiah sejumlah Rp 30 juta, juara 2 memperoleh hadiah sejumlah Rp 20 juta, dan lima makalah favorit masing-masing mendapatkan Rp 2 juta.