Advertorial

Kemenpora RI Berharap Kongres Pemuda 2020 Melahirkan Tokoh dengan Gagasan Besar

Kompas.com - 31/10/2020, 11:17 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mendukung Kongres Pemuda yang dilakukan secara daring pada 26-28 Oktober 2020.

Dengan tema "Merangkai Gagasan, Membangun Harapan," acara yang digagas oleh Media pemimpin.id dan Good News From Indonesia (GNFI) tersebut melibatkan muda-mudi dari seluruh Provinsi di Indonesia.

Staf ahli Kemenpora di bidang ekonomi kreatif Jonni Mardizal, berharap kongres ini dapat melahirkan tokoh dengan gagasan besar.

"Saya berharap dari Kongres Pemuda Indonesia kali ini muncul tokoh pemuda seperti Soegondo Djojopoespito yang saat itu masih sangat muda, namun mampu memimpin kongres dengan baik hingga melahirkan Sumpah Pemuda. Kini namanya diabadikan menjadi nama salah satu gedung Kemenpora di Cibubur," ujar Jonni dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (4/11/2020).

Karena itu, lanjut Jonni, Kemenpora mendukung penuh setiap kegiatan pemuda seperti ini. Menurutnya, hal ini bukan semta karena instruksi Presiden.

"Program prioritas 2020-2024 bidang kepemudaan adalah pemberdayaan yang memacu pemuda untuk lebih kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. Selain itu, juga bentuk penguatan ideologi Pancasila di kalangan pemuda," kata Jonni.

Di akhir acara kongres, para pemuda-pemudi berikrar untuk bisa berkontribusi dan memberi sumbangsih terhadap daerahnya masing-masing.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau