Advertorial

Menikmati Karya Seni di Tengah Pandemi Bersama OPPO Art Jakarta Virtual 2020

Kompas.com - 05/11/2020, 13:21 WIB

KOMPAS.com - Sejak digelar 12 tahun lalu, Art Jakarta telah menjadi bagian terpadu dalam ekosistem seni rupa nasional di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Sayangnya, situasi pandemi Covid-19 membuat penyelenggaraan ajang ini harus ditunda hingga dua tahun ke depan.

Direktur Artistik Art Jakarta Enin Supriyanto mengatakan, Art Jakarta telah membuktikan bahwa kerja sama dan kebersamaan para pelaku dalam ekosistem seni rupa di Indonesia. Hal ini merupakan bagian dari kekuatan dan alasan utama keberadaan Art Jakarta.

“Inilah yang memberi dorongan kepada kami untuk bersikap optimistis dan mencari cara agar kerja sama dalam ekosistem seni rupa di Indonesia dan Asia Tenggara tetap berlangsung,” ujar Enin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (4/11/2020).

Maka dari itu, Art Jakarta beradaptasi dan memanfaatkan kecanggihan teknologi internet untuk menyelenggarakan OPPO Art Jakarta Virtual 2020.

CEO MRA Group Maulana Indraguna Sutowo mengatakan, sebagai penyelenggara art fair internasional, Art Jakarta memiliki jaringan kerja sama yang memungkinkan karya-karya seniman Indonesia tampil ke hadapan publik yang luas.

“Dengan bantuan teknologi komunikasi digital berbasis internet, Art Jakarta dapat tetap menjalankan peran ini. Inilah alasan terselenggaranya OPPO Art Jakarta Virtual 2020,” kata Maulana.

Adapun OPPO Art Jakarta Virtual 2020 adalah pameran bersama yang diadakan di ruang virtual. Ajang ini merupakan cara untuk menjaga optimisme bahwa berbagai kerja dan karya seni rupa dapat tetap bermakna di tengah keterbatasan.

Art Jakarta memanfaatkan teknologi internet untuk berkomunikasi, menjaga dan memperkuat jaringan, melakukan kerja kreatif, serta tetap menikmati karya seni rupa dengan cara yang berbeda.

Fair Director Art Jakarta Tom Tandio berharap, OPPO Art Jakarta Virtual 2020 dapat menjadi wadah bagi para seniman Indonesia yang mengalami berbagai kesulitan di masa pandemi.

“Lewat acara ini, kami berharap para seniman Indonesia dapat terus mendapatkan apresiasi yang pantas dari publik pencinta seni. Kami percaya bahwa semangat para seniman Indonesia untuk terus berkarya adalah hal utama bagi keberlangsungan ekosistem seni rupa kita,” jelas Tandio.

Ajang tersebut mendapat dukungan dan diikuti oleh berbagai galeri Indonesia dan mancanegara. Total ada 27 galeri Indonesia dan 11 galeri internasional yang ambil bagian dalam pameran virtual tersebut. Beberapa di antaranya adalah Arario Gallery, CAN’S Gallery, Jakarta Biennale, dan ROH Projects.

Selain itu, Art Jakarta juga memberikan perhatian khusus kepada rekan-rekan seniman melalui kelompok dan lembaga yang mereka kelola selama ini. Karena itu, Art Jakarta Scene akan menampilkan karya dari beberapa kelompok dan lembaga seni, seperti Ace House Collective, Cemeti-Institute for Art and Society, dan NalarRoepa Ruang Seni.

Dukungan swasta dan pemerintah

OPPO Art Jakarta Virtual 2020 juga mendapatkan dukungan penuh baik dari pihak swasta dan pemerintah, seperti Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), OPPO Indonesia, serta Ninja Xpress.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan, pihaknya mendukung penuh ajang OPPO Art Jakarta Virtual 2020. Sebab, ajang ini membuat kegiatan kebudayaan bisa tetap bertahan.

“Kami melihat bahwa pelaksanaan Art Jakarta tahun ini adalah bentuk inovasi tersebut,” ujar Fay, panggilan akrab Hilmar Farid.

Sementara itu, Chief Creative Officer OPPO Indonesia Patrick Owen mengatakan, sebagai perusahaan smartphone berteknologi tinggi terkemuka di dunia, OPPO terus berupaya mendampingi masyarakat agar tetap dapat menikmati dan memaknai karya seni.

“Pameran karya seni yang dihadirkan secara virtual ini memungkinkan masyarakat untuk mengeksplorasi karya seni melalui pengalaman baru,” kata Owen.

Patrick menambahkan, OPPO Indonesia juga bekerja sama dengan 10 seniman ternama Indonesia, yaitu Aditya Novali, Agan Harahap, Agung Prabowo, Arin Dwihartanto Sunaryo, Heri Dono, Mella Jaarsma, Naufal Abshar, R. E. Hartanto, Syagini Ratna Wulan, dan Uji Hahan Handoko melalui OPPO Find Art.

Pada pameran virtual tersebut, para seniman akan menampilkan karya seni berupa satu set karya orisinal dan ukiran di perangkat OPPO Find X2. Karya tersebut akan dilelang untuk donasi ke komunitas seniman.

Sepuluh seniman tersebut juga akan menghadirkan karya digital edisi terbatas yang dapat dibeli langsung oleh pengunjung OPPO Art Jakarta Virtual 2020.

OPPO Art Jakarta Virtual 2020 akan berlangsung selama sejak 19 Oktober hingga 15 Desember 2020. Art Jakarta mengajak Anda untuk mengunjungi dan menikmati beragam karya seni rupa di www.artjakarta.com.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau