Advertorial

Penuhi Nutrisi Ini untuk Percepat Masa Pemulihan Orang Tua

Kompas.com - 05/11/2020, 14:10 WIB

KOMPAS.com - Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia akan mengalami banyak perubahan. Selain penurunan kemampuan fisik, orang yang berusia lanjut (lansia) cenderung memerlukan waktu lebih lama untuk pemulihan pascasakit.

Selain itu, sebagian lansia juga berisiko mengalami malnutrisi. Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit PELNI dr Samsuridjal Djauzi, SpPD, KAI mengatakan, malnutrisi pada lansia umumnya disebabkan penurunan kemampuan mengunyah dan pengecapan makanan.

“Faktor psikologis, seperti kehilangan orang yang dicintai, juga dapat menyebabkan nafsu makan menurun,” imbuhnya seperti diwartakan Kompas.id (11/5/2019).

Risiko tersebut dapat meningkat pada lansia yang sedang dalam masa pemulihan pascasakit. Sebab, salah satu efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi adalah penurunan nafsu makan.

Oleh karena itu, nutrisi untuk orang tua harus tepat dan seimbang untuk mempercepat masa pemulihan. Anda pun perlu mencari cara menambah nafsu makan orang tua agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi.

Jika Anda termasuk orang yang sedang dalam masa pemulihan atau tengah merawat orang tua yang sakit, berikut deretan nutrisi penting yang mesti dipenuhi.

1. Protein

Salah satu fungsi protein adalah menyembuhkan dan memperbaiki sel, jaringan, serta organ tubuh yang rusak. Sebab, sel, jaringan, dan organ tubuh terbuat dari asam amino yang dapat ditemukan dalam sumber protein.

Namun, massa otot akan menurun selama periode sakit. Akibatnya, pemecahan protein menjadi lebih tinggi sehingga masa pemulihan menjadi lebih lama.

Maka dari itu, pemenuhan protein harian sangat esensial untuk mempercepat masa pemulihan selepas orang tua sakit.

Upayakan untuk memilih sumber protein hewani dan nabati yang baik dan rendah lemak jenuh, seperti ikan, telur, kacang-kacangan, kedelai, dan tahu.

Selain itu, konsumsi juga protein yang mengandung metabolit beta-hidroxy-beta-methylbutyrate (HMB). Metabolit aktif ini mampu menurunkan pemecahan protein sehingga dapat mencegah hilangnya massa otot. HMB dapat ditemukan di berbagai panganan, seperti alpukat, asparagus, kembang kol, dan ikan lele.

2. Sayuran dan Buah

Sayur dan buah adalah pilihan esensial untuk makanan orang tua sakit. Sebab, panganan tersebut mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat sebagai antioksidan serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain itu, sayur dan buah mengandung serat yang dapat mengembalikan fungsi pencernaan dalam masa pemulihan.

Pilihlah sayur dan buah yang mengandung banyak antioksidan, seperti anggur, kiwi, jeruk, brokoli, bayam, dan wortel.

3. Air

Kecukupan cairan tubuh juga perlu diperhatikan saat merawat orang tua yang sakit. Sebab, air dapat membantu mengeluarkan racun yang ada dalam sistem tubuh.

Selain itu, kekurangan cairan tubuh dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti kelelahan, lemas, pusing, mual, dan lain sebagainya. Hal ini tentu dapat mengganggu masa pemulihan orang tua.

Oleh karena itu, pastikan kebutuhan hidrasi orang tua yang sedang dalam masa pemulihan tercukupi dengan menyediakan air mineral di dekat mereka.

Salah satu nutrisi untuk orang tua bisa Anda peroleh dari PT Abbott Products Indonesia sebagai pemenuhan nutrisi selama masa pemulihan di bawah pengawasan dokter. Pastikan baca label sebelum membeli Goldsure by Ensure.

Kunjungi website www.ensure.co.id/goldsure untuk informasi lebih lanjut mengenai produk terbaru dari Ensure.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau