Advertorial

Bersih-bersih Sungai Sukarame, Dedikasi BRI untuk Beri Ruang Terbuka Hijau bagi Masyarakat Bandar Lampung

Kompas.com - 09/11/2020, 16:17 WIB
Sungai Sukarame terletak di Jalan Pulau Sebesi, Sukarame, Provinsi Bandar Lampung. (DOK. BRI) Sungai Sukarame terletak di Jalan Pulau Sebesi, Sukarame, Provinsi Bandar Lampung.

KOMPAS.com – Sungai Sukarame yang terletak di Jalan Pulau Sebesi, Sukarame, Provinsi Bandar Lampung, saat ini menjadi ruang terbuka hijau dan tempat beraktivitas warga. Berbeda dengan dahulu, sungai ini sebelumnya dangkal dan tercemar oleh sampah.

Bantaran Sungai Sukarame dahulu juga tidak tertata dan menjadi tempat pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar.

Namun, kini Sungai Sukarame menjadi salah satu tempat favorit masyarakat untuk berkumpul dan beristirahat di waktu luang. Di bantaran sungai, juga telah dibangun ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana umum, seperti tempat bermain bagi anak-anak, gazebo, dan bangku taman.

Aliran sungai yang sebelumnya terhalang sampah dan tanaman eceng gondok pun sekarang telah lancar kembali.

Kembalinya fungsi Sungai Sukarame sebagai penyangga kehidupan tersebut tak lepas dari peran Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui kegiatan “BRI Bersih-bersih Kali”.

Melalui program tersebut, fungsi dan peran sungai sebagai ruang terbuka hijau dikembalikan agar bisa dimanfaatkan bersama-sama oleh masyarakat sekitar. Selain menambah keindahan kota, keberadaan ruang terbuka hijau ini mampu meningkatkan kualitas lingkungan di sana.

Adapun empat kegiatan utama yang dilakukan BRI di kawasan Sungai Sukarame, yaitu pembersihan dan penataan sungai, edukasi lingkungan sehat, pembangunan sarana dan prasarana di pinggir sungai, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui edukasi pengolahan sampah.

Berbagai sarana dan prasarana di pinggir Sungai Sukarame. (DOK. BRI) Berbagai sarana dan prasarana di pinggir Sungai Sukarame.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, edukasi lingkungan sehat yang dilakukan adalah dengan mendorong masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. Selain itu, dilakukan pula sosialisasi kepada warga untuk melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik atau plastik sejak dari rumah.

Sampah organik yang sudah dipilah tersebut pun bisa dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat, di antaranya pembuatan bahan pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, dan diolah menjadi biogas.

Sementara itu, sampah anorganik akan dicacah menggunakan mesin daur ulang sampah. Setelah itu, dijual kepada pengepul dan masyarakat bisa memperoleh uang.

“Untuk mendukung edukasi pengolahan sampah, BRI menyalurkan bantuan dua unit mesin pencacah sampah. Masing-masing mesin pencacah sampah organik dan sampah anorganik ini dikelola oleh pengurus kelurahan setempat,” ujar Sunarso dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Senin (9/11/2020).

Selain kawasan yang hijau, lanjutnya, BRI juga membangun sarana dan prasarana di pinggir sungai, seperti tempat bermain bagi anak-anak, gazebo, dan gapura taman.

Masyarakat sekitar, khususnya pelajar dan anak-anak, dapat memanfaatkan ruang terbuka hijau di Sungai Sukarame sebagai tempat bermain dan tempat belajar.

"Melalui program ‘BRI Bersih-bersih Kali’, kami ingin mengedukasi pentingnya lingkungan sungai yang sehat. Nyatanya, jika sungai dibersihkan, ditata, dan dijaga, keberadaannya dapat membawa banyak manfaat bagi warga yang hidup di sekitarnya, ujar Sunarso.

Hal tersebut, tambahnya, sesuai dengan komitmen BRI yang ingin memberikan dan menghadirkan nilai atau value kepada masyarakat.

“Sampah yang dibuang akan kami kelola. Namun, keberlanjutan dari program ini sangat bergantung pada perilaku masyarakat. Mari kita jaga (kelestarian sungai ini) bersama-sama,” ajak Sunarso.