Advertorial

Program Korporatisasi Petani Modern di Jawa Tengah Ditargetkan Beroperasi Maret 2021

Kompas.com - 10/11/2020, 20:02 WIB

KOMPAS.com – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengungkapkan, proyek percontohan program korporatisasi petani modern berbasis koperasi (corporate modern farming based cooperative), yakni Koperasi Serba Usaha (KSU) Citra Kinaraya ditargetkan mulai beroperasi Maret 2021.

Nantinya, kata Teten, KSU Citra Kinaraya akan memiliki rice milling unit (RMU) atau pabrik penggilingan padi berkapasitas 50 ton per hari. RMU ini akan berdiri di atas lahan seluas 7.000 meter persegi di Kabupaten Demak, Jawa tengah.

Hal tersebut Teten sampaikan usai bertemu dengan pengurus KSU Citra Kinaraya di Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/11/2020).

Dalam proses pembangunan RMU tersebut, KSU Citra Kinaraya akan membentuk perusahaan kontraktor dengan nilai investasi mencapai Rp 40 miliar.

Adapun 30 persen dari investasi pembangunan pabrik berasal dari modal koperasi. Selain itu, investasi juga akan diperoleh dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM).

Untuk mendukung pemenuhan kapasitas pabrik penggilingan padi tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) terus mendorong perluasan lahan sawah yang dikelola KSU Citra Kinaraya.

"Saat ini, lahan persawahan yang dikelola KSU Citra Kinaraya baru seluas 100 hektare dan akan kami dorong menjadi 1.000 hektare untuk mencapai skala ekonomis atau skala bisnis,” ujar Teten dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (10/11/2020).

Model bisnis yang diterapkan

Dalam menjalankan usahanya, KSU Citra Kinaraya menjalankan model bisnis dengan membeli gabah dari petani anggota koperasi secara tunai. Kemudian, gabah akan diolah di pabrik sebelum dikirim ke berbagai food station, seperti di Cipinang, Jakarta, pengelola swasta, maupun ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai off taker beras.

“Jadi, petani hanya konsentrasi pada penanaman lahan saja. Koperasi yang akan berhadapan dengan market, bukan petani perorangan. Ini cara kami melindungi petani dari market,” kata Teten.

Selain itu, petani yang menjadi anggota koperasi akan diarahkan untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR) sebagai modal dalam menggarap lahannya.

“Kalau sudah ada role model bisnis seperti ini, perbankan tidak akan ragu mendanai. Kami sudah dapat perbankan yang siap mendanai petani, yaitu BNI dan juga didukung penjaminan dari Jamkrida Jateng,” jelasnya.

Sementara itu, bantuan pemerintah, seperti alat pertanian dan pupuk, juga akan masuk ke dalam model bisnis tersebut. Dengan begitu, KSU Citra Kinaraya diharapkan mampu memberikan keuntungan kepada petani.

Manager Utama KSU Citra Kinaraya Hery Sugiartono menjelaskan, KSU Citra Kinaraya memiliki beberapa jenis usaha yang telah berjalan, yakni pengolahan beras khusus organik (beras hitam protein tinggi, cokelat, merah), beras khusus (ekspor, japonica, jasmin, basmati), beras premium, beras medium, beras Genki, dan beras khas Mlathi.

KSU Citra Kinaraya juga memiliki produk silica powder, pakan ternak produk samping pengolahan beras, tepung dedak, dan minuman seduh dari beras hitam. Produk-produk tersebut sudah diekspor ke mancanegara, seperti Vietnam, India, Pakistan, Myanmar, dan Thailand.

Dengan program korporatisasi dari Kemenkop UKM dan dukungan pendanaan LPDB-KUMKM, Hery berharap KSU Citra Kinaraya bisa menjaga pasokan beras untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga menambah jumlah produk yang diekspor.

Apalagi, menurutnya, saat pandemi ini kebutuhan pangan masyarakat sudah mulai bergeser. Masyarakat tidak sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tapi juga memilih pangan yang sehat dan higienis.

“Semoga impian selama ini untuk meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan beras bisa terwujud,” ujar Hery.

Untuk diketahui, KSU Citra Kinaraya merupakan koperasi tingkat provinsi. Sebelumnya, koperasi ini merupakan pusat koperasi unit desa (Puskud).

Sebagai koperasi tingkat provinsi, wilayah kerja KSU Citra Kinaraya mencakup lima kabupaten dan kota di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Kudus, Kota Pemalang, Kabupaten Sragen, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Magelang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau