Advertorial

Ternyata Ini Solusi BAB Macet

Kompas.com - 12/11/2020, 07:38 WIB

KOMPAS.com - Hampir sebagian orang pernah mengalami gangguan susah buang air besar (BAB macet) atau sering disebut sembelit dan konstipasi. Umumnya, kondisi ini ditandai dengan feses keras, dan frekuensi BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu.

BAB macet bisa terjadi karena pergerakan makanan di dalam perut berjalan lambat. Hal ini membuat usus besar menyerap lebih banyak air sehingga feses menjadi kering.

Sayangnya, permasalahan BAB macet kerap disepelekan karena dianggap sebagai gangguan biasa. Padahal, jika terus dibiarkan, BAB macet dapat berpotensi memicu penyakit serius lainnya, seperti wasir, radang usus besar, hernia, dan kanker.

Demi mengatasinya, sebagian orang memilih mengonsumsi obat-obatan. Padahal obat-obatan tersebut sebenarnya tidak bisa sembarang digunakan.

Anda harus memperhatikan dengan baik dosis dan komposisi yang ada di dalamnya atau berkonsultasi dengan dokter. Sebab, obat apa pun berpotensi menimbulkan efek samping dan ketergantungan.

Oleh karena itu, daripada mengalami semua ketidaknyamanan dan risiko tersebut, sebaiknya Anda menjaga kesehatan sistem pencernaan. Simak tips berikut agar sistem pencernaan tetap sehat dan terhindar dari BAB macet.

Rajin olahraga

Olahraga punya segudang manfaat untuk tubuh. Selain membuat badan lebih bugar, ternyata olahraga juga mampu membantu melancarkan sistem pencernaan.

Melansir laman health.harvard.edu, rutin berolahraga umumnya membantu menghindari sembelit. Saat olahraga, otot-otot tubuh akan aktif bekerja, termasuk otot yang berada di dinding perut dan diafragma. Ini membuat pergerakan usus bisa menjadi teratur dan dapat membantu mendorong feses dengan cepat.

Hindari stres

Ternyata stres juga menjadi salah satu faktor penyebab sistem pencernaan bisa terganggu. Saat stres, tubuh akan lebih lambat dalam merespons berbagai hal.

Diberitakan Kompas.com, Sabtu (7/11/2015), stres mampu membuat perubahan dalam tubuh. Salah satunya adalah berkurangnya pergerakan usus hingga dorongan untuk buang air besar sangat sedikit.

Oleh karena itu, hindarilah stres dengan cara melakukan berbagai kegiatan yang Anda senangi.

- -

Mengonsumsi cukup serat

Agar sistem pencernaan tetap berfungsi dengan baik, kebutuhan serat harian harus selalu terpenuhi. Melansir laman health.com, Jumat (11/1/2019), Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut rata-rata orang dewasa memerlukan serat sekitar 25-29 gram setiap harinya.

Diberitakan Kompas.com, Sabtu (10/10/2020), kebutuhan serat harian bisa dicukupi dengan mengonsumsi buah, sayur-sayuran, dan biji-bijian. Jenis makanan tersebut terkenal kaya akan serat.

Serat harian juga dapat dipenuhi dengan mengonsumsi suplemen makanan yang mengandung serat, seperti Vegeta Herbal. Vegeta Herbal mengandung bahan-bahan alami dan bukan merupakan obat-obatan sehingga aman,

Serat alami Vegeta Herbal berasal dari ekstrak Plantago ovata atau psyllium. Kandungan tersebut berfungsi menyerap air di dalam usus. Dengan begitu, feses menjadi lebih lunak dan BAB dapat lebih lancar.

Vegeta Herbal juga mengandung ekstrak tanaman senna dan rhei radix. Kedua kandungan ini bisa memicu gerak otot usus besar agar kuat mendorong feses yang sudah menjadi besar dan lunak.

Suplemen yang diproduksi Enesis Group tersebut juga mempunyai khasiat lain yakni membantu mengerem kerja otot usus besar sehingga meminimalisasi rasa mules berlebihan di perut. Manfaat ini berkat kandungan ekstrak Foeniculli dan Glychyrrhiza Glabra.

Semua bahan alami yang terkandung di dalam Vegeta Herbal membuat lebih nyaman di perut dan rasa anggurnya enak dan fresh. Vegeta Herbal bisa didapatkan di Apotek, Toko Obat, Indomaret, Alfamart dan di Enesis official store di semua market place. Dan untuk dapatkan info dan tips menarik, follow Instagram & Facebook @Vegeta_serat.

Itu tadi cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah sembelit atau BAB macet. Jaga terus kesehatan pencernaan Anda. Jangan sampai gejala sembelit mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beli 3 Vegeta Herbal (18 Sachet) Gratis Tas Pink Mini https://tokopedia.link/DKFvKh5nxbb
di toko Enesis Official Store Rp 44.951 di Tokopedia dengan Bebas Ongkir, Sekarang!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau