Advertorial

ASEAN Marketing Summit 2020 Live Dari Empat Negara Bertabur Asa dan Apresiasi

Kompas.com - 12/11/2020, 09:00 WIB

KOMPAS.com – Negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) memiliki posisi strategis di mata global usai terpilihnya presiden baru Amerika Serikat (AS). Khususnya, dalam kebijakan ekspor dan impor.

Terlebih lagi, negara Barat saat ini tengah fokus melirik ASEAN. Oleh karenanya, perlu ada sikap saling dukung antara negara anggota.

Hal tersebut diungkapkan Founder and Chairman MarkPlus, Inc, Hermawan Kartajaya dalam pembukaan ASEAN Marketing Summit (AMS) 2020, Senin (9/11/2020).

“ASEAN itu unik karena memiliki perpaduan antara Barat, China, dan negara muslim. Keharmonisan ini mesti dijaga. Jangan sampai ada clash of civilization dan bersiaplah untuk meningkatkan ekspor menuju tahun pembaruan bagi ASEAN pada 2025,” ujar Hermawan dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (10/11/2020).

AMS sendiri merupakan acara tahunan hasil kolaborasi MarkPlus, Inc dengan Philip Kotler Center for ASEAN Marketing. Sejak pertama kali digelar, yakni pada 2015, event ini selalu menghadirkan banyak pembicara dari berbagai negara ASEAN, Korea, hingga AS guna membahas isu serta insight yang relevan dengan bisnis.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, acara dengan tajuk “Future ASEAN Moving Ahead with Technology” tersebut digelar secara virtual dari Jakarta, Singapura, Seoul, dan California.

AMS yang masuk tahun keenam ini menghadirkan para pembicara dengan keahlian lintas industri dari berbagai negara, terutama di bidang bisnis dan pemasaran, seperti Co-Founder Wicked 7 Project Christian Sarkar dari AS, Co-Founder Oculus and DTCP Korea Dillion Seo, Founder and CEO Datasaur.ai Ivan Lee dari AS, Business Head Marketing as a Service Zilingo Tushar Gidwani dari Singapura, dan Hermawan Kartajaya sendiri.

Adapun isu utama dalam pembahasan AMS 2020 lebih fokus terhadap aspek teknologi yang tidak hanya berpengaruh terhadap bisnis di ASEAN, tapi juga Asia dan global.

"Kami berharap audiens mendapat banyak insight bagaimana efek penggunaan teknologi pada bisnis, tidak hanya di ASEAN, tetapi juga wilayah plus three, yakni China, Jepang, dan Korea serta secara global," kata Hemawan yang juga merupakan Tri-Founder Philip Kotler Center for ASEAN Marketing.

Selain sesi seminar global, AMS 2020 juga diisi dengan pemberian anugerah ASEAN Branded Export Champion 2020 dan ASEAN Market Expansion Champion 2020.

Adapun brand Indonesia yang berhasil menyabet penghargaan ASEAN Branded Export Champion 2020 terdiri dari Indofood, Wings, Sosro, Garuda Food, Dua Kelinci, Kalbe Farma, Silver Queen, Mayora, Wardah, Sariayu Martha Tilaar, Phapros, dan Semen Indonesia.

Keduabelas merek tersebut terpilih karena memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk bernilai ekspor sehingga menguatkan perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Bio Farma, Pertamina Lubricants, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Kaltim, Petrokimia Gresik, dan Sritex merupakan brand Indonesia yang berhasil memperoleh predikat ASEAN Market Expansion Champion 2020.

Penghargaan itu menjadi apresiasi atas kinerja brand dalam mengekspor produk ke negara-negara di ASEAN sehingga dapat mendukung program #BanggaBuatanIndonesia.

Hermawan berharap, penghargaan ini bisa terus mendorong semangat para pebisnis untuk tetap optimal meski di masa sulit.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau