Advertorial

Gelar Virtual Gathering, BRI Dorong Soliditas Pelaku Pasar Keuangan Bersama Perbankan dan BPD

Kompas.com - 13/11/2020, 18:49 WIB
Sinergi dan kolaborasi antara BRI, regulator, BPD, Bank BUKU I dan II dapat terus ditingkatkan sehingga mempersolid pasar keuangan di Indonesia (Dok. BRI) Sinergi dan kolaborasi antara BRI, regulator, BPD, Bank BUKU I dan II dapat terus ditingkatkan sehingga mempersolid pasar keuangan di Indonesia (Dok. BRI)

KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) menggelar konsolidasi bersama 36 bank di seluruh Indonesia, termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) serta bank umum kegiatan usaha (BUKU) 1 dan 2, Kamis (12/11/2020). 

Adapun gelaran itu dilakukan secara virtual dengan tajuk 'Sustainable Balance Sheet Through Market Deepening & Financial Inclusion With Strong Collaboration In Pandemic Era'. 

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengatakan, gelaran tersebut merupakan upaya BRI dalam memperkuat soliditas dan kerja sama para pelaku pasar keuangan di Indonesia. 

Menurutnya, kesatuan gerak yang solid dibutuhkan agar para pelaku pasar keuangan semakin berkontribusi dalam membangkitkan perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19. 

“Kami berharap sinergi dan kolaborasi antara BRI, regulator, BPD, Bank BUKU I dan II dapat terus ditingkatkan sehingga mempersolid pasar keuangan di Indonesia, khususnya pelaku pasar domestik yang didominasi oleh perbankan,” kata Catur dalam keterangan tertulis, Jumat (13/11/2020). 

Adapun pertemuan daring yang digelar dalam format half day seminar dan bond school tersebut diikuti 200 peserta dan menghadirkan praktisi kebijakan sebagai pembicara. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Praktisi yang hadir adalah orang-orang dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dalam acara tersebut, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Adi Budiarso membahas perkembangan pasar ekonomi domestik dan global. 

Sementara, Kepala Departemen Operasi Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah menyampaikan hal terkait kebijakan dan strategi operasi moneter, serta strategi pengawasan perbankan dan aktivitas investasi. 

Kemudian, perkembangan terkait transaksi surat berharga dan penerbitan surat berharga juga disampaikan oleh Executive Vice President Treasury Business Division Akhmad Fazri, Direktur Utama PT Danareksa Investment Management Marsangap Tamba, dan Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas Friderica W Dewi. 

“Acara ini merupakan sarana berbagi informasi oleh regulator serta pemangku kebijakan untuk memberikan arah kebijakan sehingga para pelaku pasar dapat mengambil langkah yang tepat,” jelas Catur. 

Selama pandemi Covid-19 berlangsung, BRI telah berperan aktif menjadi mitra pemerintah untuk eksekusi berbagai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Sebagai informasi, BRI telah terlibat dalam program pemberian restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak Covid-19, penyaluran dana PEN tahap I dan II, serta pemberian dana Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) terhadap jutaan pelaku UMKM. 

Selain itu, BRI juga turut berperan dalam pendalaman pasar keuangan untuk menjaga kondisi perekonomian nasional. 

Kontribusi BRI dalam aktivitas pasar keuangan terbukti dari dinobatkannya perseroan sebagai dealer utama yang paling aktif dalam perdagangan Surat Berharga Negara (SBN). 

BRI  juga didapuk sebagai Bank Pendukung Pendalaman Pasar Terbaik Kategori Transaksi Repo pada 2019 dengan berkolaborasi bersama Perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank. 

Sesuai fungsinya, BRI turut menjalankan peran menjaga kondisi ekonomi serta aktivitas keuangan yang berkesinambungan di masa mendatang. 

Selain itu, BRI juga terus berkolaborasi agar pasar keuangan Indonesia bisa tumbuh berkelanjutan dan lebih banyak membawa manfaat. 

Senior Executive Vice President Treasury and Global Services BRI Listiarini Dewajanti mengatakan, BRI siap menjadi partner utama dalam menjalankan aktivitas keuangan yang berkesinambungan. 

Selain transaksi treasury, kata dia, BRI siap berkolaborasi pada bidang Global and Investment Services seperti kustodian, wali amanat, dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). 

“Bagi BPD yang telah menjadi bank devisa dapat berkolaborasi dengan BRI dalam pengelolaan transaksi valas dan bisnis internasional lainnya,” ujarnya.