Advertorial

Tanpa Perlu ke Pusat Kebugaran, Dua Olahraga Ini Masih Bisa Kamu Lakukan di Rumah

Kompas.com - 18/11/2020, 13:11 WIB
Ilustrasi berolahraga dari rumah (Dok. Shutterstock/Nattakorn_Maneerat) Ilustrasi berolahraga dari rumah

KOMPAS.com – Berolahraga di rumah masih menjadi keputusan bijak meski pusat kebugaran di beberapa wilayah Indonesia telah dibuka kembali menyusul penerapan masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Selain untuk melindungi diri dari Covid-19, hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah penyebaran virus corona agar tidak makin meluas.

Pertimbangan lainnya, berolahraga di rumah sama-sama menyenangkan serta tetap memberi efek berkeringat dan menyehatkan seperti saat melakukannya di pusat kebugaran.

Setidaknya, ada dua jenis olahraga yang masih bisa kamu lakukan di rumah. Pertama, aerobik yang bersifat kardio karena melibatkan banyak gerakan fisik sehingga efektif membakar kalori. Bila dilakukan secara rutin dan disertai diet seimbang, aktivitas tersebut bisa membantu menurunkan berat badan.

Latihan aerobik sendiri terdiri dari dua, yaitu aerobik intensitas sedang dan intensitas berat. Aerobik intensitas sedang biasanya dikemas menjadi satu sesi senam yang terdiri dari beberapa gerakan, seperti jumping jacks, burpees, rocket jump, squat jumps, dan mountain climber. Opsi lainnya, kamu bisa cari panduan latihan aerobik melalui Youtube.

Berdasarkan Pedoman Aktivitas Fisik 2018 yang dimuat dalam situs resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), durasi yang direkomendasikan untuk aerobik intensitas sedang adalah 150 menit setiap minggu. Termin ini fleksibel sehingga bisa dilakukan sesuai kemampuan. Misalnya, 30 menit tiap hari dan dilakukan selama lima hari. Sisakan dua hari untuk istirahat.

Selanjutnya, aerobik intensitas berat. Disebut demikian karena latihan yang dilakukan bisa membuat napas terengah-engah dan jantung berdetak lebih cepat. Latihan ini juga membuat orang sulit berbicara ketika melakukannya.

Bentuk latihan aerobik intensitas berat di antaranya lompat tali, zumba, joging di atas treadmill, atau bersepeda statis. Adapun durasi ideal untuk latihan aerobik ini, yakni 75 menit dalam seminggu.

Jenis olahraga kedua yang bisa kamu lakukan di rumah selanjutnya adalah yoga. Tak sedikit orang beranggapan kalau yoga hanyalah aktivitas meditasi untuk mendapatkan ketenangan pikiran. Padahal, aktivitas tersebut juga punya manfaat bagi fisik tubuh.

Untuk pemula, hatha, vinyasa, dan iyengar merupakan gaya yoga yang bisa dicoba. Detail dari masing-masing gerakan tersebut bisa dengan mudah ditemukan pada video tutorial yang tersedia di Youtube.

Agar latihan yoga memberikan hasil yang efektif, kamu perlu menyiapkan satu ruangan atau area khusus yang tenang dan jauh dari kebisingan sehingga pikiran bisa fokus saat melakukannya.

Begitu pula dengan latihan aerobik. Meski tak membutuhkan ruang tenang, kamu perlu menyediakan beberapa atribut khusus olahraga demi keamanan. Misalnya, matras, sepatu olahraga, pakaian olahraga, dan skipping rope untuk lompat tali.

Bila kamu belum memiliki perlengkapan untuk olahraga di rumah, kamu bisa temukan itu di Tokopedia. Hal ini pun berlaku jika kamu ingin menambah peralatan olahraga lainnya, misalnya spinning bike atau treadmill.

Tak hanya lengkap, dengan belanja kebutuhan olahraga di Tokopedia, kamu berkesempatan menikmati beragam promo menarik lewat program Kejar Diskon yang tengah digelar di e-commerce tersebut.

Adapun keuntungan yang diberikan saat berbelanja melalui program tersebut berupa potongan harga yang bisa kamu temukan dalam sesi flash sale dan kejar diskon, serta bebas biaya kirim alias free ongkir.