Advertorial

UMKM Binaan Pertamina Kenalkan Budaya Indonesia ke Mata Dunia

Kompas.com - 18/11/2020, 16:19 WIB

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) melakukan pendampingan dan pembinaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) secara berkelanjutan melalui program kemitraan. Program ini mendampingi UMKM dari kondisi tradisional hingga mampu menerapkan prinsip go global secara teliti agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Prinsip go global ini turut diterapkan salah satu pemilik UMKM binaan Pertamina, Yosephine Erlinanie. Pemiliki usaha Oniecraft ini terkenal dengan kerajinan paper tole atau seni gambar tiga dimensi.

“Seni paper tole ini sangat kami jaga kualitasnya dan tidak bisa dibuat secara terburu-buru,” ujar wanita yang akrab disapa Onie dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (18/11/2020).

Setiap produk yang dibuat, lanjut Onie, harus dikerjakan secara detail dan teliti sehingga hasilnya dapat memuaskan penikmat seni serta pelanggannya.

Sejak mengenal karya seni paper tole pada 1996, ia berhasil menelurkan ribuan pengrajin melalui kursus-kursus yang mayoritas diselenggarakan secara gratis di berbagai kota Indonesia.

Dengan mengadakan kursus, Onie ingin lebih banyak orang mengenal kerajinan paper tole. Ia pun mulai memberanikan diri untuk menjual hasil kerajinannya itu sejak 2000 dan menyasar ke masyarakat asing atau ekspatriat di Indonesia.

Produk-produk Oniecraft dipasarkan dengan kisaran harga mulai dari Rp 110.000 sampai Rp 10 juta. Harga yang ditawarkan sesuai dengan tingkat kesulitan pembuatan paper tole. Dengan harga jual tersebut, Onie mampu mengantongi omzet bersih sekitar Rp 30 juta per bulan.

Selain mengejar profit, Onie juga mempunyai misi penting di balik usaha yang dijalaninya. Ia ingin melestarikan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia melalui kerajinan tangan.

“Kesenian paper tole ini cukup populer di Eropa. Untuk itu, kami modifikasi dengan bentuk dan ciri khas bangsa (Indonesia) agar lebih dikenal dunia, terutama kebudayaannya,” kata Onie.

Upaya tersebut perlahan mulai menunjukkan hasil positif. Beberapa produk Oniecraft berhasil diekspor ke berbagai negara di Eropa dan Jepang.

Selain itu, Oniecraft juga banyak mengikuti pameran produk ke luar negeri seperti Aljazair, Jepang, Hong Kong, dan Norwegia.

“Di bawah binaan Pertamina, saya ingin usaha ini dapat lebih berkembang dan bisa menjangkau area pemasaran yang lebih luas lagi,” tutur Onie.

Sementara itu, Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengapresiasi upaya yang dilakukan Onie. Menurutnya, prinsip usaha yang dijalani Onie layak didukung dan terus dilestarikan.

“Selain menerapkan usaha berbasis sociopreneur, kita juga harus mendukung usaha pengenalan budaya Indonesia ke mata dunia,” kata Heppy.

Pertamina juga akan membantu UMKM seperti Oniecraft untuk naik kelas menjadi UMKM unggul dan mandiri. Hal itu akan membuka lapangan pekerjaan dan membantu kemandirian ekonomi.

“(Upaya) ini adalah implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8 yang diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuh Heppy.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau