Advertorial

Begini Upaya Budiono, Pelaku UMKM Sektor Perikanan dan Peternakan, Penuhi Kebutuhan Pangan di Timur Indonesia

Kompas.com - 19/11/2020, 18:43 WIB
Peternakan milik Budiono, salah satu pelaku UMKM binaan Pertamina. (Dok. Pertamina) Peternakan milik Budiono, salah satu pelaku UMKM binaan Pertamina. (Dok. Pertamina)

KOMPAS.com - Upaya pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) oleh PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan telah mencakup hampir seluruh sektor industri kecil dan menengah. Termasuk sektor perikanan dan peternakan.

Hingga saat ini, Pertamina telah membina lebih dari 7.500 binaan sektor tersebut dengan nilai penyaluran mencapai sekitar Rp 341 miliar.

Salah satu mitra binaan Pertamina adalah Budiono. Pelaku UMKM asal Kabupaten Sorong ini memiliki bisnis di bidang peternakan dan perikanan yang beroperasi mulai dari hulu hingga hilir.

“Seluruhnya saya jalani. Mulai dari pembenihan, pembesaran, pengolahan, pemasaran, hingga menjual produk jadi melalui usaha Rumah Makan,” papar pemilik usaha Abimanyu dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (19/11/2020).

Budiono sendiri mulai menggeluti usaha tersebut sekitar 1999. Awalnya, ia hanya membuka toko sembako. Karena kebutuhan pangan di Kabupaten Sorong tinggi, ia pun mencoba peluang usaha lain.

“Akhirnya, mulai 2006 usaha perikanan dan baru 2019 mengembangkan sayap di bidang peternakan,” jelasnya.

Salah satu hal yang mendorong Budiono terjun di usaha ini adalah perhatiannya pada kebutuhan bahan pangan di wilayah timur Indonesia, terutama Kabupaten Sorong tempatnya tinggal. Menurutnya, potensi usaha di bidang pangan masih bisa dimaksimalkan lagi.

“Saya ingin dapat memenuhi kebutuhan pangan daerah saya sehingga tidak perlu ambil dari luar,” tuturnya.

Budiono terus memperhatikan kualitas produk miliknya. Saat ini, jangkauan pemasaran produk hasil perikanannya pun makin meluas.

Selain menyuplai warung makanan dan pasar tradisional, Budiono juga sudah memasukkan produknya ke beberapa swalayan besar di Kota dan Kabupaten Sorong.

“Ukuran hasil ikan air tawar kami telah memenuhi standardisasi untuk didistribusikan ke swalayan,” imbuh pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur tersebut.

Kini, selain usaha perikanan, Budiono juga mulai merintis usaha peternakan bebek, ayam, kambing, dan sapi. Peternakan tersebut memanfaatkan fasilitas lahan yang disediakan pemerintah untuk para transmigran.

Budiono pun memberdayakan warga lokal sekitar untuk membantu bisnisnya. Saat ini, terdapat sekitar 10 orang pekerja yang membantu dalam mengolah seluruh bidang usaha yang berada di Kelurahan Jamaimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong.

Ia juga masih memberdayakan beberapa supplier kecil karena kebutuhan ikan di Sorong mencapai 15 – 30 ton.

“Saya baru bisa suplai 5 ton. Kekurangannya saya ambil dari para supplier ini,” jelasnya.

Dengan jerih payahnya tersebut, Budiono mampu mengantongi omzet per bulan sebesar Rp 50 juta. Untuk pemasaran sendiri, Budiono baru dapat memanfaatkan jaringan lokal saja.

Di bawah binaan Pertamina, ia berharap dapat mengembangkan jaringan pemasarannya tersebut.

“Menjadi binaan Pertamina, saya ingin meningkatkan volume produksi dan memenuhi kebutuhan pangan lokal di wilayah timur Indonesia ini,” katanya.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengapresiasi bisnis yang dijalani Budiono. Menurutnya, usaha di bidang pangan merupakan salah satu usaha yang sangat perlu didukung.

“Selain itu, Bapak Budiono juga mengedepankan usaha berbasis sociopreneur karena memberdayakan pekerja lokal dan supplier kecil,” tutur Heppy.

Pertamina juga akan membantu usaha yang dijalani Budiono dan UMKM binaan lain untuk naik kelas menjadi UMKM unggul dan mandiri. Dengan demikian, para pelaku UMKM tetap dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan membantu kemandirian ekonomi.

“Ini sebagai implementasi goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Heppy.