Advertorial

Pertamina Fasilitasi Bank Sampah yang Produksi Energi Terbarukan

Kompas.com - 19/11/2020, 18:55 WIB
Kegiatan studi banding dan pelatihan pengelola bank sampah yang menjadi mitra binaan Pertamina dan Pegadaian (Dok. Pertamina) Kegiatan studi banding dan pelatihan pengelola bank sampah yang menjadi mitra binaan Pertamina dan Pegadaian (Dok. Pertamina)

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) melalui program corporate social responsibility (CSR) memfasilitasi bank sampah binaannya untuk mengolah sampah menjadi energi terbarukan.

Pada program tersebut, Pertamina menggandeng PT Pegadaian yang juga memiliki mitra bank sampah. Dengan demikian, kedua perusahaan ini dapat mendorong produksi energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Pjs. Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengatakan, sinergi kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengedepankan aspek inklusif dan kolaboratif untuk membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Melalui program ini, Pertamina dan Pegadaian berharap dapat membantu pemerintah dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) ke-7, yakni energi bersih dan terjangkau. Demikian pula dengan SDGs ke-8, yakni peningkatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Heppy dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (19/11/2020).

Selain itu, lanjut Heppy,  program tersebut juga mendukung SDGs ke-12, yakni konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Demikian pula dengan SDGs ke-17, yakni revitalisasi kemitraan global.

“Kerja sama ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi pengelolaan bank sampah yang dikelola Pertamina maupun Pegadaian,” imbuh Heppy.

Sebagai langkah awal, Pertamina telah memberikan knowledge sharing kepada bank sampah KSM binaan EP Tarakan dan bank sampah Panggungharjo Yogyakarta binaan Pegadaian pada minggu ke-4 Oktober 2020.

KSM Ramah Lingkungan menjelaskan tentang pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel. Pengolahan ini menggunakan bioetanol dari ampas buah dan ampas nasi. Adapun produk samping dari pengolahan biodiesel ini adalah gliserol yang bisa diolah menjadi sabun.

Sementara itu, bank sampah Panggungharjo Yogyakarta membagikan pengalaman mereka dalam mengolah sampah menjadi barang-barang kreatif, seperti tas, vas bunga, kotak tisu, dan lampu hias.

Pengelola KSM Ramah Lingkungan, Anwar, mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dan Pegadaian yang menggagas kegiatan ini.

“Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kami selaku pengelola bank sampah untuk mencari alternatif lain dalam pengelolaan sampah,” kata Anwar.

 

Hal senada juga diungkapkan pengelola bank sampah Panggungharjo Yogyakarta, Eko.

“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat agar lebih terpacu untuk memanfaatkan sampah sebagai salah satu alternatif sumber energi baru terbarukan,” imbuh Eko.