Advertorial

Mulai Kehilangan Semangat WFH, Siapkan 3 Amunisi Ini agar Tetap Produktif

Kompas.com - 20/11/2020, 11:18 WIB

KOMPAS.com – Kurang lebih sudah hampir delapan bulan para pekerja melakukan work from home (WFH) akibat pandemi Covid-19.

Sekian lama bekerja dari rumah dengan rutinitas yang itu-itu saja bisa membuat siapa saja yang menjalaninya merasa jenuh dan bosan. Apalagi, suasana rumah yang cenderung nyaman berbeda jauh dengan suasana kerja di kantor.

Kalau sudah begitu, ada baiknya segera diatasi. Pasalnya, rasa jenuh dan bosan yang dibiarkan begitu saja, ditambah dengan kenyamanan rumah bisa menurunkan semangat dan memengaruhi produktivitas kerja.

Nah, supaya tidak terus-menerus bosan dan kerja tetap produktif, Kompas.com telah merangkum tiga hal yang bisa disiapkan selama WFH.

  1. Camilan

Camilan bisa jadi teman yang menyenangkan saat bekerja di rumah. Selain mengurangi rasa bosan, camilan juga bisa menjadi sumber energi untuk mendukung pekerjaan.

Namun, sebaiknya pilih camilan sehat agar asupan makanan tetap terkontrol. Misalnya, mengonsumsi buah- buahan segar. Selain rasanya yang enak, buah-buahan segar kaya akan serat dan vitamin yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

Buat yang suka cokelat, Anda bisa mengonsumsi cokelat hitam karena mengandung antioksidan tinggi serta rendah lemak. Cokelat juga bisa meningkatkan mood dengan cepat sehingga Anda kembali semangat untuk bekerja.

  1. Musik

Memutar musik bisa jadi salah satu cara ampuh ketika mulai bosan dan mood mulai menurun. Diberitakan Kompas.com, Selasa (20/10/2020), musik dapat membuat seseorang bekerja lebih cepat dengan hasil optimal. Selain itu, musik juga bisa membantu memunculkan ide kreatif.

Musik yang didengarkan pun bisa dipilih sesuai pekerjaan yang dilakukan. Misalnya, musik ceria cocok didengarkan sambil melakukan pekerjaan berulang.

Saat mengerjakan tugas menumpuk, musik klasik dan instrumental tanpa kata-kata bisa jadi pilihan yang tepat. Sebab, dua jenis musik ini bisa meningkatkan konsentrasi dan membantu seseorang mengerjakan tugas dengan lebih efisien.

Sebaliknya, hindari mendengarkan lagu atau musik favorit saat bekerja. Sebab, musik favorit bisa memecah konsentrasi seseorang. Saat mendengarkannya, orang cenderung lebih fokus pada musik tersebut sehingga menghambat pekerjaan.

  1. Pulsa handphone

Terakhir, selalu pastikan pulsa handphone mencukupi agar urusan terkait pekerjaan tidak terganggu. Apalagi di masa pandemi saat ini, hampir seluruh tugas dan pekerjaan dilakukan secara digital dan membutuhkan koneksi internet.

Jangan sampai ketika sedang bekerja, fokus dan produktivitas Anda terganggu karena koneksi internet atau sesi telepon dengan rekan kerja serta klien tiba-tiba terputus karena kehabisan pulsa.

Apabila hal tersebut terjadi, Anda tidak perlu bingung dan repot pergi keluar rumah untuk membeli pulsa karena sekarang isi pulsa bisa dilakukan di Tokopedia.

Anda bisa membeli pulsa dari berbagai macam provider dengan praktis dan aman, mulai dari pulsa Simpati, pulsa Tri, hingga pulsa im3. Cara membelinya pun cukup mudah. Anda cukup masuk ke laman atau aplikasi Tokopedia, pilih menu “Top Up dan Tagihan”, pilih menu pulsa, masukkan nomor handphone, pilih nominal pulsa, lalu bayar.

Untuk pembayarannya, Tokopedia menyediakan metode pembayaran dengan menggunakan kartu kredit, ATM transfer, virtual account, transaksi via Indomaret dan Alfamart, serta Ovo.

Selain itu, Tokopedia juga menyediakan paket kuota data, token listrik, dan voucher game online. Tersedia pula menu aneka pembayaran online, seperti listrik PLN, pembayaran BPJS, tagihan PDAM, tagihan gas PGN, tagihan telepon, TV kabel, hingga angsuran kredit.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau