Advertorial

Jiwasraya Fokus Lakukan Transformasi Perusahaan untuk Penyelamatan Polis

Kompas.com - 20/11/2020, 13:00 WIB
Gedung Jiwasraya. (Dok. Jiwasraya) Gedung Jiwasraya.

KOMPAS.com - Manajemen baru PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah melakukan transformasi perusahaan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan program penyelamatan polis atau program restrukturisasi. 

Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Jiwasraya R Mahelan Prabantarikso mengatakan, ada dua poin yang bisa menyelamatkan permasalahan polis Jiwasraya, yaitu sumber pendanaan dan transformasi perusahaan.

"Selain menyiapkan sumber pendanaan yang menjadi solusi atas masalah fundamental Jiwasraya, transformasi perusahaan ini juga menjadi poin penting di dalam program penyelamatan polis, hingga akhirnya seluruh polis Jiwasraya bisa diselamatkan dan dipindahkan ke IFG Life," ujar Mahelan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (19/11/2020). 

Masih menurut Mahelan, sejak dipercaya pada Januari 2019, manajemen baru Jiwasraya telah melakukan sejumlah transformasi atau pembenahan. 

Transformasi pertama, yaitu pada sisi model bisnis dengan menghentikan produk-produk lama Jiwasraya yang menjanjikan bunga tinggi. 

Pada saat yang sama, transformasi perusahaan juga menyasar pada pembenahan proses bisnis Jiwasraya yang diimplementasikan. Caranya, dengan menekan beban penjualan produk melalui pembentukan unit khusus Bisnis Korporasi, revitalisasi penjualan produk asuransi ritel, hingga penggunaan sistem kerja sama agen yang saling menguntungkan.

Kedua, peningkatan kualitas tata kelola dan manajemen risiko dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness.

Transformasi perusahaan juga dilakukan pula dengan menerapkan prinsip good corporate governance (GCG) yang meliputi anti-gratifikasi, pengendalian informasi, hingga penerapan pedoman etika dan perilaku serta pembuatan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

 "Transformasi perusahaan melalui peningkatan kualitas tata kelola dan penerapan prinsip GCG juga merupakan tugas dan amanah dari pemerintah, serta pengejawantahan dari program Akhlak yang menjadi core value  Kementerian BUMN," imbuh Mahelan yang juga merangkap sebagai Koordinator Tim Satuan Tugas (Satgas) Restrukturisasi Jiwasraya.

Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Jiwasraya R Mahelan Prabantarikso (Dok. Jiwasraya) Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Jiwasraya R Mahelan Prabantarikso

Ketiga, manajemen baru Jiwasraya telah menciptakan dan menerapkan standardisasi penempatan portofolio investasi yang ideal dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, manajemen juga telah menerapkan manajemen risiko yang ketat pada saat pengelolaan investasi dalam proses bisnis investasi Jiwasraya.

"Manajemen baru juga telah melakukan reorganisasi struktur organisasi dalam rangka efisiensi biaya operasional dan optimalisasi sumber daya manusia (SDM) demi menunjang pelaksanaan program penyelamatan polis Jiwasraya," terang Mahelan.

Seperti diketahui, manajemen baru Jiwasraya bersama pemerintah akan mengumumkan program restrukturisasi dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan sebagai langkah konkret dalam menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya, menyusul masalah likuiditas yang terjadi sejak beberapa tahun ke belakang.

Selanjutnya, pemerintah juga sudah menganggarkan dana demi mengurangi risiko dan kerugian yang akan dirasakan pemegang polis dan keuangan negara akibat adanya potensi likuidasi terhadap Jiwasraya. 

Dana tersebut berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 22 triliun yang nantinya akan disalurkan lebih dulu ke Indonesia Financial Group (IFG), yang dulu bernama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Nantinya, dana tersebut itu akan dipakai IFG untuk mendirikan perusahaan asuransi baru yang bernama IFG Life, sehingga polis-polis Jiwasraya yang telah direstrukturisasi akan dipindahkan ke IFG Life. 

Mahelan optimistis yang dilakukan manajemen baru dapat meyakinkan seluruh pihak terkait pelaksanaan program penyelamatan polis Jiwasraya.

"Semoga upaya transformasi dan pembenahan ini bisa dimaknai oleh seluruh pihak sebagai kerja keras manajemen baru dan pemerintah dalam menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya," ujar Mahelan.