Advertorial

Salurkan KUR Super Mikro, BRI Alami Pertumbuhan Kredit

Kompas.com - 23/11/2020, 20:36 WIB
Bank Rakyat Indonesia (dok. BRI) Bank Rakyat Indonesia (dok. BRI)

KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menyalurkan kredit di atas rata-rata penyaluran kredit perbankan nasional pada kuartal III 2020.

Hingga akhir September 2020, penyaluran kredit BRI tumbuh 4,86 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pada kurun waktu yang sama, pertumbuhan kredit industri mencapai 0,12 persen yoy.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan, salah satu faktor yang mengakselerasi pertumbuhan tersebut adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro yang tumbuh hingga 8,91 persen.

Sebagai informasi, KUR Super Mikro adalah kredit yang ditujukan untuk pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif. 

Plafond maksimal debitur KUR Super Mikro sebesar Rp 10 juta dengan suku bunga sebesar 6 persen. Sampai dengan Desember, debitur supermikro memperoleh stimulus subsidi sehingga tidak perlu membayar angsuran bunga pinjaman,” ujar Supari dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Senin (23/11/2020).

Kredit ini juga menjadi komplementer dari Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 2,4 juta yang ditujukan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dalam waktu dua bulan, BRI sudah berhasil menyalurkan KUR Super Mikro senilai Rp 6 triliun kepada lebih dari 700.000 nasabah.

Hal ini karena aktifnya BRI dalam menyalurkan bantuan pemerintah. Selain itu, penyaluran KUR Super Mikro merupakan cara BRI dalam menemukan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Dari stimulus itu, kami dapat database yang besar dan memanfaatkannya menjadi pipeline bisnis untuk teman-teman tenaga pemasar dan analisis mikro (Mantri) BRI yang berada di lapangan sana,” jelas Supari.

Dalam kesempatan sama, Supari juga menjelaskan strategi pengembangan UMKM, yakni dengan menumbuhkembangkan nasabah yang sudah ada.

“Kami terus melakukan pemberdayaan dan terus membuka akses baru, khususnya (yang) terkait dengan bagaimana gerakan ekonomi di grass root ini yang berputar cepat di tengah pandemi,” ujarnya.

Adapun BRI telah mengirim ribuan aktivitas pemberdayaan dengan menyesuaikan kebutuhan nasabahnya.

Pemberdayaan tersebut dilakukan dengan sistem online untuk para nasabah. Tujuannya, membantu nasabah menemukan business process dan business model baru.

Tidak hanya itu, pemberdayaan juga dilakukan pada pasar yang mengalami buka-tutup usaha. Hal ini bertujuan agar sistem transaksi dan model bisnis baru tercipta.

“Termasuk membuat sistem online transaksi di pasar. Saat ini, tercatat ada lebih dari 4.500 pasar sudah menggunakan platform web pasar BRI yang dikenalkan dengan nama pasar.id. Kira-kira seperti itu cara menumbuhkembangkan existing customer,” ujar Supari.

Membantu permasalahan nasabah

Salah satu nasabah BRI yang menikmati fasilitas pinjaman KUR Super Mikro adalah Meta Yuliana Pratiwi (28). Ia yang awalnya berprofesi sebagai sales promotion girl (SPG) lintas acara harus terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena adanya pandemi Covid-19.

Kemudian pada Mei 2020, wanita asal Jakarta ini membuka usaha kuliner untuk bisa bertahan hidup.

Dia menjual makanan beku siap masak (frozen food) dengan merek “Ngunyah Kuy!”. Selama lima bulan menggeluti bisnis ini, tak sekalipun terpikir olehnya untuk memperluas usaha atau permodalannya melalui pinjaman ke bank.

Meta mengalami kesulitan karena omzet per hari yang didapatnya tak mampu untuk menutupi biaya produksi usahanya.

Sampai akhinya, Meta mendapat informasi tentang program KUR Super Mikro dari BRI. Tak butuh waktu lama, ia langsung mengurus perizinan usahanya.

“Untung BRI punya program ini dan proses pengajuannya sederhana. Saya dibantu pelanggan lainnya (saat proses pengajuan) sampai akhirnya BRI mencairkan pinjaman KUR per Oktober lalu,” ucap Meta.

Dengan pinjaman tersebut, Meta merasa terbantu. Selain karena bunganya terjangkau, nasabah juga memperoleh fasilitas KUR Super Mikro tanpa agunan dan mendapat fasilitas pembebasan angsuran pinjaman hingga Desember 2020.