Advertorial

Pertamina Salurkan Bantuan Kemitraan Pinky Movement Rp 1,7 Miliar untuk Sulut dan Gorontalo

Kompas.com - 24/11/2020, 21:59 WIB

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) Regional Sulawesi menyalurkan bantuan modal usaha lewat program kemitraan Pinky Movement senilai Rp 1,7 miliar. Total bantuan sebesar itu diberikan kepada 37 mitra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) outlet LPG dan UMKM lainnya di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Penyaluran bantuan modal ini merupakan salah satu upaya Pertamina dalam mendorong penggunaan LPG tepat sasaran.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sales Area Manager Pertamina Sulawesi Utara dan Gorontalo Fachrizal Imaduddin serta Senior Supervisor Communication dan Relations Pertamina MOR VII Taufiq Kurniawan  di Hotel Four Point Manado, Sulawesi Utara, Selasa (24/11/2020).

Pinky Movement sendiri merupakan salah satu program kemitraan Pertamina yang memberikan pinjaman modal usaha kepada UMKM outlet LPG untuk mengembangkan bisnisnya dengan menjual LPG nonsubsidi. Program ini juga ditujukan bagi UMKM pengguna LPG subsidi yang ingin beralih menggunakan LPG nonsubsidi.

Manfaat program Pertamina tersebut dirasakan oleh salah satu pelaku UMKM binaan, Darsono. Ia mengaku pinjaman modal dari Pertamina sangat membantu usahanya tetap berjalan. Terlebih, pandemi Covid-19 membuat omzet usahanya menurun hingga 40 persen.

Pemilik usaha Warung Pojok yang menjual sembako, ikan masak, dan kebutuhan sehari-hari ini mengaku mengikuti program Pinky Movement agar bisa meningkatkan ekonomi. Selain itu, ia juga ingin mengenalkan masyarakat dengan LPG nonsubsidi Bright Gas dari Pertamina.

“Ke depan, kita harus membiasakan masyarakat untuk mengenal LPG nonsubsidi dari Pertamina Bright Gas dan membantu mengedukasi terkait LPG tepat sasaran," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa.

Secara terpisah, Unit Manager Comm, Rel, & CSR Pertamina MOR VII Laode Syarifuddin Mursali menjelaskan, program Pinky Movement menyasar pangkalan LPG, usaha kuliner, peternakan, pertanian, jasa penatu, dan UMKM lain yang ingin beralih menggunakan tabung Bright Gas.

Tujuan program Pinky Movement, kata dia, agar pelaku UMKM dan masyarakat dapat meningkat kapabilitasnya sehingga menggunakan LPG sesuai dengan status sosial masyarakat tersebut.

“Dengan demikian, penyaluran LPG 3 kg bersubsidi hanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berhak,” tegasnya.

Di wilayah Sulawesi, program Pinky Movement dilaksanakan oleh Pertamina Regional Sulawesi dengan total penyaluran hingga November 2020 sebesar Rp 4,2 miliar. Dana ini disalurkan kepada 54 UMKM mitra binaan.

Selain pembiayaan, UMKM binaan juga akan mendapatkan pelatihan dan asistensi sertifikasi sesuai kebutuhan. Tujuan pembinaan ini, agar pelaku UMKM tersebut dapat meningkatkan kompetensinya, mengembangkan bisnisnya, dan naik kelas.

Selain itu, Laode menjelaskan, Pertamina juga memberikan pola pendampingan, pembinaan, pelatihan yang terarah, serta pemberian fasilitas promosi dan pengembangan pasar dalam ajang pameran.

Upaya ini merupakan salah satu cara dalam mendampingi mitra binaan Pertamina untuk tumbuh dan berkembang.

Sebagai informasi, program Pinky Movement merupakan perwujudan kepedulian Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk pelaku UMKM yang dekat dengan bisnis perusahaan.

Program ini juga bertujuan untuk memberikan value kepada banyak pemangku kepentingan. Adapun kedekatan dengan bisnis Pertamina yang dimaksud tersebut adalah bisnis LPG nonsubsidi.

"Bagi pelaku UMKM yang berminat mengikuti program Kemitraan Pinky Movement, dapat mengakses situs www.pertamina.com/id/program-kemitraan dan email ke pcc@pertamina.com atau Pertamina call center 135," ujarnya lagi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau