Advertorial

Dukung Kesejahteraan Sosial Pemuda Indonesia, Kemensos Jalin Kerja Sama dengan KOICA

Kompas.com - 25/11/2020, 13:00 WIB
Kerja sama ini bertujuan untuk memberi dukungan fasilitas kesejahteraan sosial bagi pemuda Indonesia dari kelompok rentan. (DOK. Kemensos) Kerja sama ini bertujuan untuk memberi dukungan fasilitas kesejahteraan sosial bagi pemuda Indonesia dari kelompok rentan.

KOMPAS.com – Kementerian Sosial RI menjalin kerja sama inklusif dengan Korea Internasional Cooperation Agency (KOICA) dalam hal penanggulangan Pandemi Covid-19.

Kerja sama ini bertujuan untuk memberi dukungan fasilitas Kesejahteraan Sosial Bagi Pemuda Indonesia dari Kelompok Rentan.

KOICA akan memberikan kontribusi finansial sebesar 200.000 dollar Amerika Serikat (AS) untuk pelaksanaan program kerja sama inklusif penanggulangan Covid-19 di Kementerian Sosial RI.

Nominal bantuan yang diberikan tersebut mengacu pada minutes of understanding (MoU) yang disepakati antara KOICA dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kamis, (23/7/2020).

Kerja sama inklusif tersebut ditandai dengan penandatanganan record of discussion (RoD) oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat dan Country Director KOICA Indonesia Jeong Hoe Jin.

Deputy Country Director Cho Jeong Sin dan Project Coordinator Dea Paramita turut mendampingi dalam penandatanganan tersebut.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat melakukan penandatanganan RoD dengan KOICA. (DOK. Kemensos) Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat melakukan penandatanganan RoD dengan KOICA.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat menyambut baik kerja sama ini.

“Suatu keistimewaan bagi saya bisa hadir dan menandatangani RoD antara Kementerian Sosial dan KOICA dalam rangka pemberian Hibah Penanganan Covid-19 untuk memfasilitasi rehabilitasi sosial bagi pemuda dari kelompok rentan,” ungkap Harry dalam rilis resmi yang diterima Rabu, (25/11/2020).

Harry menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak yang serius kepada seluruh negara, termasuk Indonesia.

Covid-19 memberi dampak pada berbagai aspek, mulai dari kesehatan hingga sosial ekonomi. Di Indonesia, aspek ekonomi menjadi sumber dari masalah sosial, salah satunya seperti diskrimasi.

Pada kesempatan yang sama, Country Director of KOICA Jeong Hoe Jin menyampaikan komitmen KOICA dalam penanganan pandemi Covid-19.

Komitmen tersebut dilakukan dengan menyalurkan bantuan kepada pemerintah Indonesia. Bantuan ini diberikan kepada Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta untuk Fasilitas Rehabilitasi Sosial. Bantuan ini nantinya akan digunakan dalam peningkatan higienitas untuk para penerima manfaat.

KOICA akan memberikan kontribusi finansial sebesar 200.000 dollar Amerika Serikat (AS) untuk pelaksanaan program kerja sama inklusif penanggulangan Covid-19. (DOK. Kemensos) KOICA akan memberikan kontribusi finansial sebesar 200.000 dollar Amerika Serikat (AS) untuk pelaksanaan program kerja sama inklusif penanggulangan Covid-19.

Kontribusi finansial ini akan dikelola untuk menyediakan fasilitas bagi remaja di Balai Anak Handayani Jakarta sebagai UPT milik Kemensos dan PSBR Taruna Jaya 1 sebagai UPT milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Fasilitas tersebut di antaranya berupa mobil ambulans, alat pelindung diri (APD), masker, hand sanitizer, disinfektan, alat penyemprot disinfektan, sabun cuci tangan, hingga alat rapid test.

Proyek yang diusung oleh KOICA adalah untuk remaja dari kelompok rentan. Pada 2019 KOICA sudah melakukan studi ke beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemensos. Dari studi tersebut dihasilkan kesepakatan bahwa penerima bantuan adalah dua fasilitas bagi remaja tersebut.

Kemensos dan KOICA juga sedang melaksanakan kerjasama dalam rangka pengembangan platform dukungan pelatihan dan penyaluran kerja terintegrasi dan berkelanjutan bagi remaja bermasalah sosial (vulnerable youth) di Indonesia, dengan periode selama tiga tahun, yaitu 2020 - 2022.

Turut hadir dalam penandatanganan tersebut Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial merangkap Pelaksana Tugas Kepala Biro Perencanaan, Adhy Karyono, Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial, Idit Supriatna, dan Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Kanya Eka Santi.

Penandatanganan juga disaksikan oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dan perwakilan UPT Ditjen Rehabilitasi Sosial seluruh Indonesia melalui pertemuan virtual.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.