Advertorial

Tidak Bisa Online! Berikut Cara Mendaftar Jadi Penerima BLT UMKM

Kompas.com - 25/11/2020, 16:10 WIB

KOMPAS.com – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menegaskan bahwa pendaftaran program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM tidak bisa dilakukan secara online

Penegasan itu ia katakan menyusul banyaknya kabar beredar di masyarakat bahwa pengajuan Banpres Produktif dapat dilakukan secara online.

“Menyusul banyaknya kabar yang menyatakan bahwa pendaftaran BLT UMKM bisa dilakukan melalui situs milik Kemenkop UKM, yakni http://depkop.go.id. (Iya) itu keliru. Tanpa konfirmasi," ujarnya seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (20/10/2020).

Menurut Teten, pengajuan secara offline dimaksudkan agar bantuan tepat sasaran. Jadi, pengusul sebagai filter pertama bisa mengecek secara langsung riwayat pelaku usaha yang mendaftar.

Karenanya, pada kesempatan itu, Teten kembali membagikan tahapan dan cara yang harus dilalui untuk mendapatkan bantuan program pemerintah tersebut.

  1. Mendaftarkan diri di Kadiskop UKM setempat

Langkah pertama untuk menjadi penerima program BLT UMKM adalah dengan mendaftarkan diri di Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) sesuai kabupaten atau kota masing-masing. 

  1. Siapkan data diri

Selanjutnya, saat Anda mendaftar, bawalah berbagai data dan dokumen untuk keperluan administrasi program. Dimulai dari nomor induk kependudukan (NIK), nama lengkap beserta Kartu Tanda Penduduk (KTP), alamat tempat tinggal, bidang usaha, hingga nomor telepon yang bisa dihubungi. 

  1. Memiliki surat keterangan usaha

Pelaku UMKM yang memiliki tempat usaha berbeda dengan alamat tempat tinggal masih bisa mendapatkan Banpres PUM dengan menyertakan kepemilikan surat keterangan usaha (SKU) dari desa setempat sebagai syarat utama. Gunanya, agar mudah terverifikasi.

  1. Tidak memiliki pinjaman ke bank

Program bantuan yang dijalankan oleh pemerintah ini bersifat hibah dan gratis. Oleh karena itu, dibutuhkan verifikasi agar bisa tepat sasaran membantu para pelaku usaha yang memang sangat membutuhkan. 

“Walaupun bantuan ini diberikan secara hibah alias gratis, tidak semua pelaku usaha mikro layak mendapatkan bantuan ini. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu pengusaha mikro yang sedang tidak menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan,” ujar Teten.

Selanjutnya, masih menurut Teten, pelaku usaha merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), dan mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul. 

“Pengusaha mikro juga bukan berasal dari anggota aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, ataupun pegawai BUMN/BUMD,” ujar Teten.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau