Advertorial

Terkena Dua Musibah Beruntun, Banpres PUM Bantu Pemulihan Ekonomi di Provinsi Maluku

Kompas.com - 25/11/2020, 16:12 WIB
Dalahaji, pemilik warung sembako di Maluku (Dok. KemenkopUKM) Dalahaji, pemilik warung sembako di Maluku

KOMPAS.com — Ekonomi Maluku masih tertekan akibat gempa yang melanda tahun lalu. Ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19, masyarakat Maluku seakan dua kali mengalami keterpurukan. 

Pascagempa, banyak aktivitas ekonomi warga yang terhenti karena bangunan dan infrastruktur di daerah tersebut hancur. Saat warga mulai beraktivitas kembali selama beberapa bulan, aktivitasnya harus kembali terhenti karena pandemi dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah.

Pengalaman itu diutarakan oleh salah satu pemilik warung sembako di Provinsi Maluku bernama Dalahaji Tuasikal. Setelah musibah gempa, ia berniat bangkit dengan membuka warung usaha sembako bersama istrinya.

“Pascagempa masyarakat betul-betul kesulitan ekonomi, makanya saya bersama istri punya inisiatif membuka warung kecil-kecilan (untuk) sekadar memenuhi kebutuhan kami,” ujar Dalahaji dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com (23/11/2020). 

Saat membuka usaha warung sembako, Dalahaji dan istrinya dapat meraup keuntungan berkisar Rp 2-3 juta per bulan.

“Memang tidak besar pendapatan tersebut. Namun, penghasilan itulah yang bisa membuat kami bertahan di tengah kesulitan yang sedang terjadi,” ujar Dalahaji.

Dalahaji terus bertahan dengan usaha tersebut sampai akhirnya ia berkesempatan mendapatkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (Banpres PUM).

Banpres PUM merupakan salah satu program turunan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diberikan oleh pemerintah. 

Program tersebut bertujuan untuk membantu para pelaku usaha mikro agar bisa kembali beraktivitas. Di Maluku, program diharapkan dapat meringankan beban masyarakat akibat tertimpa dua musibah secara beruntun. 

Adapun besaran dana Banpres PUM yang diberikan pada pelaku usaha adalah Rp 2,4 juta.

“Bantuan ini sangat membantu kami walaupun jumlahnya tidak seberapa, tapi saya dan istri bisa memanfaatkan untuk menambah modal usaha. Alhamdulillah sampai sekarang usaha kami masih berjalan lancar, ” kata Dalahaji.

Dalahaji mengaku pendaftaran dana Banpres PUM tergolong mudah. Awalnya, dia dihubungi oleh Dinas terkait untuk menyiapkan berkas persyaratan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga dan Surat Rekomendasi dari desa setempat.

“Setelah data saya siapkan, bulan September akhir (dananya) langsung cair dari Bank BRI. Saya pastikan tidak ada potongan apapun, kami menerima utuh Rp 2,4 juta,” terang Dalahaji.

Sebagai informasi, dana Banpres PUM sudah dapat diakses oleh masyarakat Maluku yang merupakan pelaku usaha mikro, seperti warung sembako, kopi, dan usaha kecil lainnya. 

Memastikan kelancaran Banpres PUM

Demi kelancaran program Banpres PUM, pemerintah sudah mempermudah akses masyarakat yang ingin menerima bantuan tersebut. 

Pelaku usaha cukup menyiapkan berkas dan dokumen seperti yang diungkapkan oleh Dalahaji. Setelah data disiapkan dan terverifikasi, bantuan akan langsung cair ke rekening Bank BRI warga yang bersangkutan. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Maluku Muhammad Nasir Kilkoda mengungkapkan, pencairan dana Banpres PUM di Provinsi Maluku sudah dilakukan sejak September 2020. Namun, memang belum semua yang diusulkan telah menerima.

Dia mengatakan, pencairan dana Banpres PUM akan dilakukan secara bertahap agar tepat sasaran. Tahap awal dana Banpres PUM akan dicairkan bagi peserta yang datanya sudah lengkap dan terverifikasi. 

Sementara yang belum, masih perlu waktu untuk dilakukan verifikasi oleh pemerintah pusat.

“Kami berharap yang dapat adalah betul-betul usaha mikro bukan sembarangan. Oleh karena itu, diminta data-data lengkap seperti KTP, KK, keterangan desa untuk memperkuat bahwa data ini benar,” katanya.

Dengan dukungan dari pihak perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), koperasi, pemerintah daerah (pemda), dan kementerian atau lembaga terkait, ia berharap program ini bisa cepat terserap dengan baik. 


Sejauh ini, realisasi program Banpres PUM sudah mencapai 79,61 persen. Pemerintah optimistis program Banpres PUM tahap satu dan dua dapat menjangkau 12 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia.