Advertorial

Peringatan HGN 2020 Usung Tema “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar”

Kompas.com - 25/11/2020, 18:46 WIB
Siaran langsung peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2020 di kanal YouTube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (25/11/2020) (Dok. Kemendikbud) Siaran langsung peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2020 di kanal YouTube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (25/11/2020) (Dok. Kemendikbud)

KOMPAS.com - Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 terasa berbeda. Mengusung tema “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar”, HGN tahun ini memotivasi masyarakat untuk semangat dalam perjuangan melawan pandemi Covid-19. 

Semangat tersebut ditunjukkan oleh para guru yang memilih untuk terus bangkit dan berjuang demi keberlanjutan pendidikan di Indonesia. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim merasa haru saat melihat dan mendengar berbagai cerita inspiratif dari pengalaman mengajar para guru, terlebih di saat pandemi. 

“Saya melihat dan mendengar cerita-cerita hebat, dedikasi, kesungguhan para guru untuk bergerak mencari solusi agar proses belajar anak-anak Indonesia tidak terhenti,” kata Nadiem dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (25/11/2020). 

Nadiem mengamati, para guru telah mencoba berbagai metode pembelajaran. Ada yang melakukan pembelajaran secara daring. Ada pula yang mengatur anak didiknya dalam sebuah kelompok belajar berskala kecil dan didatangi bergiliran. 

Selain itu, ada pula yang menerapkan pembelajaran tatap muka secara bergilir dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kemudian, ada yang mendatangi rumah siswa dan berdiskusi dengan orang tua untuk membantu proses belajar mengajar. 

Namun, ada guru yang harus mencari sinyal hingga ke seberang sungai, bukit, dan sebagainya untuk dapat menjalankan pembelajaran. 

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada semua guru, tenaga kependidikan, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan pendidikan yang telah menciptakan perubahan dan inovasi yang luar biasa,” ujar Nadiem. 

Nadiem menambahkan, dengan semangat juang tinggi dan kesabaran para guru, pembelajaran bisa terus berjalan meski dengan segala keterbatasan. 

“Ini adalah bukti bahwa kita semua adalah pewaris semangat para pejuang yang tidak mau menyerah dengan keadaan. Kita mampu beradaptasi dengan terus belajar, berbagi dan berkolaborasi,” ucap Nadiem optimistis. 

Pelaksanaan puncak HGN Tahun 2020 diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Mendikbud. Pelaksanaan upacara dilaksanakan secara tatap muka dan virtual. Adapun upacara secara tatap muka dilakukan dengan peserta terbatas dan penerapan protokol kesehatan. 

HGN 2020 disiarkan langsung secara di Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan kanal YouTube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Rabu (25/11/2020).

Tak hanya upacara bendera, acara tersebut juga dimeriahkan beberapa bintang tamu, seperti RAN, Rinni Wulandari, Naura, Nola Be3, Lula Kamal, dan Gitabumi Voices. 

Selain itu, ada pula diskusi interaktif guru dan orang tua bersama Mendikbud dan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril. 

Sebagai rangkaian dari peringatan HGN 2020, Kemendikbud turut memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan. Apresiasi itu berupa penghargaan kategori guru inovatif dan inspiratif bagi 150 guru jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, pendidikan menengah, serta pendidikan khusus. 

Menempa mental dan budaya inovasi 

Mendikbud mengatakan, selalu ada hikmah dari setiap peristiwa, termasuk di tengah pandemi Covid-19. Maka dari itu, ia mendorong seluruh insan pendidikan menjadikan situasi pandemi sebagai laboratorium bersama untuk menempa mental pantang menyerah dan mengembangkan budaya inovasi. 

“Pandemi juga mengajarkan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan bahu-membahu, bergotong-royong, dan berkolaborasi mengatasi kompleksitas situasi yang tidak terbayangkan sebelumnya,” kata Nadiem. 

Saat ini, lanjut Nadiem, orang tua begitu aktif terlibat mendampingi dan memotivasi anaknya layaknya seorang guru. Jutaan guru dan orang tua pun giat mengikuti ribuan webinar dan pelatihan daring untuk mencari solusi terbaik yang menunjang pembelajaran. 

“Sikap-sikap positif ini, semangat pantang menyerah dan gotong-royong adalah sebuah keteladanan untuk anak-anak kita, murid-murid kita, para penerus bangsa. Kepada semua pihak, lanjutkan kolaborasi yang telah terbentuk dengan baik,” tekannya. 

“Pandemi menjadi momentum kami untuk memetik pelajaran berharga dalam mengakselerasi penataan ulang sistem pendidikan. Dengan begitu, kami dapat melakukan lompatan dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk Indonesia maju,” imbuh Nadiem. 

Perjuangkan hak para pendidik 

Guru adalah profesi yang mulia dan terhormat. Maka dari itu, Kemendikbud berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan hak para pendidik. Upaya itu dilakukan mulai dari rekrutmen guru aparatur sipil negara (ASN), mengembangkan pendidikan, meningkatkan profesionalisme, dan meningkatkan kesejahteraan guru. 

Nadiem mengatakan, Kemendikbud berupaya memperjuangkan guru-guru honorer. Para guru yang berstatus non PNS dapat menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui seleksi yang demokratis. 

“Kuotanya cukup besar sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Kami mohon doa Bapak dan Ibu guru agar semua langkah ini berjalan baik dan lancar,” ujar Nadiem. 

Selain itu, Kemendikbud juga mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menunjang dunia pendidikan di masa pandemi Covid. Beberapa di antaranya adalah bantuan kuota data internet, fleksibilitas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta pengalokasian BOS Afirmasi dan BOS Kinerja untuk penanganan Covid-19 di sekolah negeri maupun swasta. 

Kemudian, Kemendibud juga memberi bantuan subsidi upah untuk guru dan tenaga kependidikan non-PNS, kurikulum darurat, program Guru Belajar, laman Guru Berbagi, program Belajar dari Rumah di TVRI, dan seri webinar masa pandemi. 

Berbagai upaya tersebut dilakukan semata-mata untuk menempatkan profesi guru pada tempatnya yang mulia dan terhormat. Mereka telah mempersembahkan pengorbanan yang besar dalam hal waktu, tenaga, bahkan bagian dari hidupnya sendiri demi murid-muridnya. 

“Terima kasih (para guru) yang telah menjadi pelukis masa depan dan peradaban Indonesia,” imbuh Nadiem.