Kabar pupr

Gelar IIW 2020, Kementerian PUPR Harap Dapat Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Kompas.com - 26/11/2020, 09:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) resmi menggelar acara Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2020. Berbeda dari tahun sebelumnya, acara tersebut diselenggarakan secara daring untuk mendukung penerapan protokol kesehatan dan pencegahan penularan Covid-19. 

Adapun IIW 2020 merupakan ajang pertemuan dan tukar-menukar informasi untuk memperkuat rantai pasok konstruksi.

Acara tersebut digelar mulai dari 22 November 2020 – 3 Desember 2020. Acara ini bisa terlaksana melalui kerja sama Kementerian PUPR bersama Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) periode 2016-2020, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dan Beton Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada LPJKN, Kadin, serta Beton Indonesia pada tahun ini yang terus semangat mengadakan event IIW 2020. Selain itu, apresiasi (khusus) teruntuk LPJKN yang sudah mendorong konversi sertifikasi badan usaha dan tenaga kerja konstruksi dari manual menjadi elektronik,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada pembukaan acara, Selasa (24/11/2020).

IIW 2020 membahas beragam inovasi dalam setiap tahapan penyelenggaraan konstruksi. Gelaran ini juga akan menampilkan perkembangan digitalisasi jasa konstruksi dengan rangkaian exhibition dan seminar. 

Dalam pidatonya, Basuki memberikan apresiasi kepada LPJKN dan Kadin atas terselenggaranya event tahunan ini meskipun harus dilakukan secara virtual.

Harapan mengenai acara ini pun diutarakan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) Ruslan Rivai.

“Kami harap event ini dapat memperkuat rantai pasok konstruksi terkait permodalan, sumber daya manusia (SDM), material peralatan, dan teknologi konstruksi," ujar Ruslan.

Mengambil tema “Inovasi Pasar Konstruksi dalam Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional”, IIW 2020 diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat konstruksi agar saling bahu-membahu dan berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional. 

“(Masyarakat konstruksi) dapat saling berinovasi menemukan teknologi yang mendukung kebijakan presiden untuk mempercepat pembangunan infrastruktur,” ujar Ruslan. 

Pada kesempatan sama, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengingatkan pentingnya infrastruktur bagi ekonomi nasional. 

“Seperti yang bapak Presiden Jokowi sampaikan, arti dari pembangunan infrastruktur adalah fondasi utama Indonesia agar dapat bersaing dengan negara lain, pencipta lapangan kerja, titik ekonomi baru, jaringan logistik, peradaban, hingga mewujudkan keadilan sosial,” ujar Rosan. 

IIW 2020 menampilkan 40 perusahaan dari dalam dan luar negeri yang siap menjadi exhibitors. Perusahaan tersebut terdiri dari BUMN karya, perusahaan material, hingga perusahaan konstruksi yang berasal dari Jerman, Belanda, dan Kanada. 

Selain itu, 1.500 orang juga tercatat telah mendaftarkan diri sebagai peserta event terbesar bidang konstruksi di Indonesia tersebut.

Aplikasi SIMPAN dan pentingnya dukungan teknologi

Dalam acara pembukaan tersebut, Kementerian PUPR juga meluncurkan aplikasi bernama SIMPAN untuk mendata pengalaman para pekerja konstruksi dan jasa. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk membuat proses pelelangan PUPR lebih efisien dengan menggunakan teknologi digital. 

Melalui SIMPAN, data pengalaman dari seluruh badan usaha dan tenaga ahli dapat digunakan sebagai satu kesatuan sistem pengadaan sehingga bisa dimanfaatkan oleh kelompok kerja (pokja).

Menurut Basuki, inovasi ini bisa mempercepat proses tender sehingga bisa mengakselerasi program-program PUPR.

“Itu harapan saya. Begitu mengisi, semua pokja dari Aceh sampai Papua akan sama datanya sehingga tidak mengurangi subyektivitas para pekerja konstruksi yang tersimpan dalam database SIMPAN. (Aplikasi ini nantinya) membuat pokja atau panitia pengadaan tidak perlu verifikasi lama-lama, dan menjadi lebih transparan,” ujar Basuki. 

Sebagai informasi, aplikasi SIMPAN akan merekam pengalaman penyedia jasa konstruksi. Dengan begitu, proses lelang akan berjalan lebih cepat dan efisien.

“Contohnya (jika) ada tender Rp 30 miliar di Makassar, kami bisa langsung liat di SIMPAN, kontraktor di sana siapa saja. (Dari sini kami) langsung bisa dilihat semuanya, pengadaan, kemampuan, dan keuangannya. Jadi, tender bukan lagi pertarungan administrasi, tetapi menjadi ajang adu gagasan dan kemampuan, hingga harga,” ujar Ruslan.

Basuki menyambung, dukungan teknologi seperti aplikasi SIMPAN memang sangat dibutuhkan untuk percepatan pengerjaan di bidang konstruksi seperti yang tengah dijalankan oleh Kementerian PUPR. 

Apalagi pada tahun depan, Kementerian PUPR mendapatkan amanat yang besar untuk kembali menggenjot pembangunan infrastruktur. 

Hal tersebut terlihat dengan dinaikkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang didapatkan Kementerian PUPR dari Rp 85,70 triliun di 2020, menjadi Rp 414 triliun di 2021. 

Ia menerangkan, dari Oktober 2020 pihaknya juga sudah melakukan pelelangan dini terhadap 1.900 paket yang masuk di Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).

"Jadi sudah mulai berjalan sehingga (diharapkan) dengan SIMPAN ini (proses tender) bisa menjadi lebih cepat,” ujar Basuki.

Ruslan menambahkan, 1.900 tender yang dikatakan Basuki sebetulnya adalah bagian dari indikasi total 4.900 paket selama 2021. 

“Targetnya, pada bulan Januari 2020, kami bisa tanda tangan kontrak sebesar 30 persen,” ujar Ruslan. (***)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau